Mojtaba Khamenei Menggila: Tutup Selat Hormuz, Ancam Pangkalan AS!
Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Bagdad - Langit Irak barat mendadak kelabu. Sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker milik Amerika Serikat jatuh. Insiden ini terjadi saat ketegangan regional memuncak tajam.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat memberikan konfirmasi resmi. Pesawat nahas itu mendukung operasi militer di kawasan tersebut. Beruntung, ini bukan akibat tembakan musuh.
"Upaya penyelamatan masih berlangsung di lokasi kejadian," ungkap juru bicara militer. Operasi ini melibatkan dua pesawat secara bersamaan. Satu pesawat berhasil mendarat dengan selamat.
Situasi makin panas di Teheran. Mojtaba Khamenei kini resmi memegang kendali Iran. Ini pidato perdana pemimpin tertinggi baru tersebut.
Mojtaba mengeluarkan ancaman sangat keras. Ia menuntut penutupan seluruh pangkalan militer Amerika Serikat. Ultimatumnya cukup singkat dan sangat mematikan.
"Seluruh pangkalan AS harus ditutup segera," tegas Mojtaba. Ancaman serangan nyata membayangi fasilitas militer tersebut. Ia tidak main-main dengan ucapannya.
Iran bersumpah melakukan balas dendam total. Kematian Ayatollah Ali Khamenei memicu amarah besar. Teheran menuntut keadilan bagi para martir mereka.
Pembalasan menjadi prioritas utama pemerintah Iran saat ini. Mereka menargetkan pelaku di balik serangan mematikan itu. Tidak ada ruang untuk negosiasi bagi musuh.
Dampak serangan 28 Februari sangat masif. Lebih dari 1.300 orang dilaporkan telah tewas. Korban mencakup perempuan serta anak-anak yang tidak berdosa.
Keluarga inti Mojtaba turut menjadi korban serangan. Istri dan ibunya gugur dalam gempuran tersebut. Kehilangan ini memperdalam dendam kesumat sang pemimpin.
Iran kini menutup Selat Hormuz secara total. Jalur ini sangat vital bagi suplai energi dunia. Sekitar seperlima minyak global melintasi wilayah sempit ini.
Teheran menggunakan blokade ini sebagai alat tekan. "Selat Hormuz akan terus ditutup," ujar Mojtaba. Musuh-musuh Iran kini dalam posisi terjepit.
Garda Revolusi Islam Iran memberikan peringatan tegas. Setiap kapal yang melintas akan menjadi target serangan. Risiko bagi perdagangan internasional kini melonjak drastis.
Pasar global bereaksi dengan sangat cepat. Harga minyak mentah dunia langsung melonjak tajam. Brent Crude sempat menembus angka 101 dolar per barel.
Tiga kapal dagang telah menjadi sasaran serangan. Aksi ini diduga melibatkan pasukan Iran secara langsung. Kekhawatiran akan kelangkaan energi kini menghantui dunia.
Mojtaba tetap membuka ruang bagi tetangga Arab. Teheran ingin menjaga hubungan konstruktif dengan kawasan tersebut. Ia meminta negara tetangga memperjelas sikap mereka.
Negara-negara tetangga diminta tidak memberi fasilitas militer. Pangkalan Amerika Serikat harus segera mereka tutup. Iran ingin kawasan bebas dari pengaruh asing.
Situasi saat ini sangat tidak menentu. Setiap langkah bisa memicu perang skala besar. Dunia menanti akhir dari drama berdarah ini. R-02

