Tito Karnavian Larang Kepala Daerah Plesiran Saat Lebaran
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (ist)
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Masa libur Lebaran sebentar lagi akan segera tiba pula. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian punya aturan baru bagi semua kepala daerah. Seluruh pemimpin daerah dilarang keras pergi ke luar negeri.
Larangan berlaku mulai 14 sampai 28 Maret tahun ini. Semua gubernur, bupati, hingga wali kota wajib patuh total. Tito ingin semua pimpinan tetap ada di wilayah masing-masing. Instruksi ini terbit dalam surat edaran resmi tanggal 8 Maret 2026. Dokumen tersebut sudah dikirim ke seluruh kepala daerah Indonesia. Tidak ada alasan untuk pergi jauh dari tanah air.
"Terkecuali kegiatan yang bersifat sangat esensial," ujar Tito lugas. Sesuai arahan Presiden Prabowo, kegiatan esensial itu adalah berobat. Sisanya harus batalkan atau jadwalkan ulang agenda luar negeri.
Mengapa Harus Tetap Siaga Penuh?
Kepala daerah punya tanggung jawab besar saat arus mudik. Banyak urusan penting menanti di wilayah selama libur panjang. Fokus utama pimpinan adalah melayani rakyat yang sedang merayakan Lebaran.
Ada empat poin strategi yang diminta sang menteri tersebut. Pertama adalah mengantisipasi segala risiko keamanan di wilayah masing-masing. Koordinasi dengan Forkopimda harus berjalan sangat lancar dan solid.
Kedua, pimpinan wajib siaga mendukung kelancaran arus mudik lebaran. Ketiga, kendalikan inflasi harga pangan di setiap pasar daerah. Keempat, pastikan perayaan Lebaran berjalan aman serta penuh khidmat.
Tito ingin pimpinan merespons cepat semua kebutuhan warga mendadak. Libur Lebaran bukan waktu bersantai bagi para pemimpin daerah. Kehadiran pimpinan adalah kunci utama kenyamanan masyarakat di lapangan.
Nasib Agenda Luar Negeri Pejabat
Semua rencana perjalanan dinas luar negeri wajib ditunda segera. Rekomendasi yang sudah terbit pun harus dicabut dengan cepat. Tidak boleh ada alasan untuk mangkir saat waktu lebaran.
Mendagri juga menembuskan surat ini ke Presiden secara langsung. Menteri Luar Negeri dan Sekretaris Negara juga mendapat salinannya. Aturan ini bersifat mengikat bagi semua level kepala daerah.
Pejabat harus fokus menjalankan agenda strategis di dalam negeri saja. Banyak persiapan penting harus dikawal langsung oleh sang pimpinan. Jangan sampai ada kendala berarti saat perayaan hari raya.
Ini adalah bentuk komitmen pemerintah pusat bagi seluruh warga. Pemimpin harus hadir saat rakyat paling membutuhkan layanan publik. Jangan malah pergi jauh saat warga sedang berjuang mudik.
Harapan untuk Mudik yang Aman
Mudik Lebaran adalah momen paling dinanti seluruh rakyat negeri. Peran kepala daerah sangat vital menjaga ketertiban arus mudik. Semua jalur transportasi harus dipastikan aman bagi para pemudik.
Harga kebutuhan pokok juga harus stabil selama masa liburan. Inflasi daerah jangan sampai melonjak tajam saat permintaan meningkat. Peran pimpinan sangat krusial mengawasi stabilitas harga di pasar.
Semoga instruksi Tito ini membawa dampak positif bagi warga. Kehadiran kepala daerah akan membuat mudik lebih nyaman nantinya. Mari sambut Lebaran dengan hati tenang dan aman pula. R-02

