Serie A Italia
Gol Roket Pervis Estupinan Hancurkan Inter Milan, Scudetto Kembali Membara!
SABANGMERAUKE NEWS, Milan - Stadion San Siro mendadak bergemuruh hebat dini hari tadi. Pervis Estupinan mencetak gol tunggal yang sangat krusial. AC Milan sukses membungkam Inter Milan skor 1-0. Kemenangan ini memangkas jarak poin di papan klasemen. Derby della Madonnina pekan ke-28 Serie A milik Rossoneri. Persaingan gelar Scudetto kini kembali terbuka sangat lebar.
Laga berjalan sangat hati-hati sejak menit awal dimulai. Kedua tim tampil disiplin menjaga area pertahanan masing-masing. Inter Milan sempat mencoba mendikte tempo permainan lawan. Namun mereka sulit menembus kotak penalti AC Milan. Peluang emas pertama justru datang dari kaki Mkhitaryan. Mike Maignan melakukan penyelamatan luar biasa jarak dekat.
Momen emas terjadi tepat pada menit ke-34 pertandingan. Serangan kilat Milan langsung menghukum pertahanan Inter Milan. Youssouf Fofana mengirim umpan matang kepada Pervis Estupinan. Bek asal Ekuador itu melepaskan sepakan sangat keras. Bola meluncur deras tanpa bisa dihalau kiper lawan. Stadion San Siro seketika meledak dalam kegembiraan fans.
“Yang bersangkutan mencetak gol kemenangan Milan menit ke-35,” ujar narasi statistik pertandingan tersebut. Gol ini membawa Rossoneri memimpin hingga turun minum. Inter Milan mencoba membalas melalui aksi Nicolo Barella. Namun skor satu kosong tidak berubah sama sekali. Keunggulan tipis ini menjadi modal berharga babak kedua. Tensi pertandingan pun meningkat tajam setelah gol itu.
Drama Menit Akhir dan Gol yang Dianulir
Babak kedua menjadi panggung tekanan bagi Inter Milan. Tim asuhan Cristian Chivu langsung mengurung pertahanan lawan. Federico Dimarco hampir saja menyamakan kedudukan menit ke-53. Sayangnya sepakan kerasnya justru melambung di atas mistar. Perubahan taktik dilakukan dengan memasukkan pemain-pemain baru. Denzel Dumfries masuk menggantikan peran dari Luis Henrique.
Inter terus menggempur namun pertahanan Milan sangat solid. Alessandro Bastoni terpaksa ditarik keluar karena mengalami cedera. Kontak fisik dengan Adrien Rabiot membuatnya tak berdaya. Carlos Augusto masuk mengisi posisi bek kiri tersebut. Hingga menit ke-80 gol balasan tak kunjung datang. Lautaro Martinez secara mengejutkan tetap berada di bangku cadangan.
Puncak drama terjadi pada masa injury time laga. Pio Esposito terjatuh di dalam kotak penalti Milan. Wasit memberikan sepak pojok bagi kubu tim tamu. Federico Dimarco sempat menggetarkan jala gawang Mike Maignan. Namun peluit wasit sudah berbunyi lebih dulu sebelumnya. Gol tersebut dinyatakan tidak sah oleh sang pengadil. Protes keras pemain Inter tidak mengubah keputusan wasit.
Pervis Estupinan Ukir Sejarah Baru di Serie A
Pervis Estupinan terpilih menjadi Man of the Match. Pemain berusia 28 tahun itu tampil sangat impresif. Ia mencatatkan tiga tekel sukses sepanjang laga berlangsung. Selain mencetak gol ia juga melakukan tiga sapuan. Kontribusinya di sisi kiri pertahanan sangat luar biasa. Estupinan benar-benar menjadi momok bagi penyerang Inter Milan.
Kemenangan ini sekaligus menciptakan rekor sejarah yang unik. Estupinan menjadi pemain Ekuador pertama cetak gol derbi. Namanya kini abadi dalam sejarah rivalitas kota Milan. Performa apiknya mendapat nilai tertinggi dari situs WhoScored. Ia mengalahkan catatan poin Maignan dan juga Pavlovic. Estupinan membuktikan kelasnya sebagai bek kiri kelas dunia.
Keberhasilan ini membuktikan kejelian strategi dari Massimiliano Allegri. Ia mampu meredam agresivitas lini tengah Inter Milan. Milan kini mengoleksi 60 poin di klasemen sementara. Mereka menempel ketat Inter yang berada di puncak. Selisih tujuh poin membuat liga semakin menarik disimak. Rossoneri kini menatap sisa musim dengan optimisme tinggi.
Runtuhnya Rekor 14 Kemenangan Beruntun Inter Milan
Kemenangan AC Milan ini terasa sangat spesial sekali. Mereka berhasil menghentikan laju impresif sang rival sekota. Sebelum laga ini Inter memegang rekor sangat mentereng. Mereka tidak terkalahkan dalam 14 laga Serie A. Nerazzurri terakhir kali kalah juga dari tangan Milan. Dominasi Inter akhirnya runtuh di hadapan publik sendiri.
Rossoneri kini memperpanjang tren positif laga derbi mereka. Milan tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir derbi. Catatan ini mencakup lima kemenangan dan dua imbang. Rekor ini menyamai prestasi hebat periode tahun 2002. Inter Milan dipaksa tunduk oleh disiplinnya taktik lawan. Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi tim tamu.
Perburuan gelar juara Serie A kini semakin memanas. Jarak tujuh poin masih mungkin dikejar oleh Milan. Setiap pertandingan sisa akan terasa seperti laga final. Fans Milan merayakan kemenangan ini dengan sangat meriah. Derby della Madonnina kali ini benar-benar milik merah-hitam. Mental juara Milan kembali teruji dalam tekanan tinggi.R-02

