Panic Buying Melanda: Di Bawah Terik Matahari Warga Selatpanjang Rela Antre BBM Berjam-jam, Padahal Stok Aman
Antrian BBM di SPBU Alah Air, Selatpanjang, Kepulauan Meranti tampak mengular. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Aktivitas di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, dalam beberapa hari terakhir tampak lebih sibuk dari biasanya. Sejak pagi hari, antrean kendaraan roda dua, roda tiga, hingga roda empat terlihat memanjang di area pengisian bahan bakar minyak (BBM).
Suasana yang biasanya berjalan normal kini berubah menjadi lebih padat. Deretan kendaraan tampak mengular perlahan memasuki jalur pengisian, sementara para pengendara menunggu giliran dengan sabar di bawah terik matahari.
Tidak hanya kendaraan bermotor, sebagian warga juga terlihat membawa jeriken untuk mengisi cadangan bahan bakar. Mereka memilih menyimpan stok BBM di rumah sebagai langkah antisipasi menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kondisi tersebut membuat suasana di sekitar SPBU menjadi jauh lebih sibuk dibandingkan hari-hari biasa. Aktivitas pengisian berlangsung hampir tanpa jeda sejak pagi hingga menjelang sore.
Pada waktu-waktu tertentu, antrean kendaraan bahkan terlihat meluber hingga ke akses jalan di sekitar area SPBU. Situasi ini sempat membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi lebih padat dari biasanya.
Sebagian pengendara tetap bertahan di antrean meskipun harus menunggu cukup lama. Panas yang menyengat tidak menyurutkan mereka untuk mendapatkan bahan bakar.
Fenomena antrean panjang ini juga dipicu oleh kondisi kios-kios kecil penjual BBM eceran yang mendadak tutup dalam beberapa hari terakhir. Di sejumlah titik, kios yang biasanya menjual BBM dalam botol tampak kosong tanpa menyisakan satu botol pun.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai ketersediaan bahan bakar. Apalagi belakangan beredar berbagai informasi di media sosial terkait isu stok BBM nasional yang disebut-sebut terbatas.
Isu tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah muncul pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang beredar luas di berbagai media dan platform digital. Dalam pernyataan itu disebutkan stok BBM nasional diperkirakan hanya cukup untuk sekitar 20 hari ke depan.
Informasi tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat, termasuk warga Selatpanjang yang khawatir akan terjadinya kelangkaan BBM dalam waktu dekat.
Husni, salah seorang warga yang ikut mengantre di SPBU, mengaku datang lebih awal untuk memastikan kendaraan miliknya terisi penuh. Ia juga membawa jeriken sebagai cadangan bahan bakar di rumah.
Menurutnya, kabar yang beredar di internet membuat sebagian masyarakat merasa waspada terhadap kemungkinan terjadinya keterbatasan stok BBM.
“Banyak kabar di internet bilang stok BBM tinggal sedikit karena konflik Timur Tengah. Jadi saya isi penuh untuk stok. Kalau antreannya terus panjang seperti ini tentu kami agak risau juga,” ujar Husni.
Ia menambahkan, kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena momen Lebaran semakin dekat. Pada periode tersebut biasanya mobilitas warga meningkat, sehingga kebutuhan bahan bakar pun ikut bertambah.
Meski demikian, Husni berharap kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan ketersediaan BBM di Kepulauan Meranti tetap terjaga.
“Apalagi sebentar lagi mau masuk Lebaran. Biasanya aktivitas masyarakat meningkat dan kebutuhan BBM juga ikut bertambah. Mudah-mudahan stok BBM di Meranti tetap aman supaya masyarakat tidak kesulitan,” harapnya.
Meski antrean kendaraan terlihat memanjang di sejumlah SPBU di Kota Selatpanjang dalam beberapa hari terakhir, pemerintah daerah bersama aparat terkait mengimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh isu yang belum tentu benar. Warga diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan stabil.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya fenomena panic buying yang mulai terlihat di lapangan. Kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap isu keterbatasan stok BBM membuat sejumlah warga memilih mengisi bahan bakar dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan bahwa kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, stok BBM di daerah tersebut masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepastian itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, setelah melakukan monitoring lapangan terhadap ketersediaan bahan pokok sekaligus memantau jalur arus mudik di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Muzamil juga meninjau langsung SPBU yang berada di Jalan Imam Bonjol Selatpanjang untuk memastikan kondisi pasokan BBM di lapangan.
Dari hasil pengecekan tersebut, pemerintah daerah memastikan bahwa stok BBM masih berada pada kondisi aman bahkan melebihi kebutuhan harian masyarakat.
“Sampai hari ini stok BBM masih aman bahkan lebih. Pada tanggal 11 nanti akan datang lagi sekitar 300 kiloliter untuk menambah persediaan,” ungkap Muzamil.
Ia juga meminta pihak pengelola SPBU untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dengan mengoperasikan seluruh pompa pengisian bahan bakar agar tidak terjadi antrean panjang, khususnya saat arus mudik mulai meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain BBM, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan LPG dalam kondisi aman. Bahkan diperkirakan akan ada tambahan sekitar tiga ribu tabung LPG guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menjelang hari raya.
“Stok LPG juga terjamin. Bahkan perhitungan kita nanti ada lebih sekitar tiga ribu tabung untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti, Marwan, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Menurutnya, hingga saat ini stok BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti masih dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.
“Untuk stok BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini masih aman. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Marwan juga menjelaskan bahwa dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan BBM yang masuk ke wilayah Kepulauan Meranti untuk memperkuat ketersediaan stok.
Ia menyebutkan bahwa pada hari Senin mendatang akan masuk pasokan sekitar 270 kiloliter untuk SPBU Alah Air dan 80 kiloliter untuk SPBU Imam Bonjol. Selain itu, pada tanggal 11 bulan ini juga dijadwalkan tambahan sekitar 300 kiloliter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tambahan pasokan tersebut diharapkan mampu menstabilkan kondisi di lapangan sekaligus mengurangi kekhawatiran masyarakat yang saat ini mulai ramai mengantre di sejumlah SPBU.
Selain memastikan kelancaran distribusi, pemerintah daerah juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi dengan melakukan penimbunan BBM.
“Kami juga mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan BBM. Jika ditemukan ada pihak yang menimbun atau mempermainkan stok, tentu akan kami tindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Marwan.
Ia menambahkan bahwa praktik penimbunan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena berpotensi menciptakan kelangkaan buatan.
Dengan tambahan pasokan yang dijadwalkan masuk dalam beberapa hari ke depan serta pengawasan yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah, kondisi distribusi BBM di Kabupaten Kepulauan Meranti diharapkan tetap berjalan normal.
Pemerintah daerah juga kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Selama distribusi berjalan lancar dan masyarakat membeli sesuai kebutuhan, ketersediaan BBM di Kepulauan Meranti dipastikan tetap aman, termasuk menjelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada momen Hari Raya Idulfitri. (R-01)

