Sinergi Pemkab Kepulauan Meranti Bersama TPID dan Bulog, Harga MinyakKita Kini Sesuai HET di Selatpanjang
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menjaga stabilitas harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di tengah masyarakat. Foto : SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti bergerak cepat menjaga stabilitas harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di tengah masyarakat. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian serius adalah minyak goreng rakyat yang memiliki peran penting dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Di antara berbagai merek minyak goreng yang beredar di pasaran, MinyakKita menjadi salah satu produk yang dihadirkan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga. Minyak goreng ini tidak berasal dari skema subsidi langsung pemerintah, melainkan dari mekanisme Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen minyak sawit yang melakukan ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik terlebih dahulu.
Meski demikian, dalam beberapa waktu terakhir harga MinyakKita di Kabupaten Kepulauan Meranti sempat berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk segera mengambil langkah antisipatif guna menekan potensi lonjakan harga sekaligus menjaga inflasi daerah tetap terkendali.
Upaya itu dilakukan melalui koordinasi yang solid antara pemerintah daerah dengan Perum Bulog, Satgas Pangan, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan distribusi minyak goreng rakyat berjalan lancar sekaligus menjaga harga tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hasil dari koordinasi tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Kini minyak goreng MinyakKita sudah dapat dibeli dengan harga sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter untuk kemasan bantal, setelah sebelumnya sempat dijual dengan harga sekitar Rp17.500 per liter di sejumlah tempat.
Murahnya harga minyak goreng rakyat MinyakKita di Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini tidak terlepas dari peran distribusi yang dilakukan oleh Bulog. Minyak goreng tersebut didatangkan langsung dari gudang penyimpanan Bulog sehingga rantai distribusi menjadi lebih singkat dan efisien.
Dengan sistem distribusi langsung tersebut, harga MinyakKita di tingkat pengecer dapat ditekan sehingga kembali sesuai dengan HET.
Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran sekaligus memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat.
Ketersediaan MinyakKita dengan harga terjangkau itu telah tersebar di berbagai swalayan dan minimarket di Kota Selatpanjang. Kehadiran minyak goreng rakyat dengan harga stabil ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah bersama Bulog dan seluruh pihak terkait dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok strategis.
Momentum stabilitas harga ini menjadi sangat penting, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri. Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga masyarakat cenderung meningkat sehingga kestabilan harga bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dengan terjaganya harga serta ketersediaan MinyakKita di pasaran, diharapkan masyarakat dapat merasakan ketenangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi dan memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti, Marwan, didampingi Sekretaris Dinas Miftahulaid menegaskan agar seluruh swalayan dan supermarket yang menjadi mitra atau pengecer resmi Bulog tidak menjual MinyakKita di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Penegasan tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap konsumen sekaligus komitmen pemerintah daerah dalam menjaga tata niaga yang adil dan tertib di wilayah Kepulauan Meranti. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat benar-benar dapat memperoleh minyak goreng rakyat dengan harga yang wajar.
Ke depan, pemerintah daerah juga memastikan bahwa pengawasan distribusi dan harga akan terus dilakukan secara terpadu oleh Satgas Pangan dan TPID bersama instansi terkait. Langkah ini penting agar ketersediaan stok tetap terjaga, harga tetap stabil, serta tidak terjadi praktik penjualan di atas ketentuan yang dapat merugikan masyarakat.
Lebih lanjut, Marwan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan langkah pengawasan dan koordinasi guna memastikan harga minyak goreng rakyat MinyakKita tetap sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan menurunkan harga MinyakKita hingga kembali berada di angka Rp15.700 per liter tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Bulog, Tim Satgas Pangan, serta TIPD.
“Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya minyak goreng MinyakKita, agar tetap sesuai dengan HET sebesar Rp15.700 per liter. Karena itu kami meminta seluruh swalayan, minimarket, maupun pengecer resmi untuk tidak menjual di atas harga yang telah ditetapkan,” ujar Marwan.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap peredaran dan penjualan MinyakKita akan terus dilakukan secara terpadu bersama Satgas Pangan dan TPID guna memastikan tidak terjadi praktik penjualan di atas harga yang telah ditentukan.
“Kami juga akan terus melakukan monitoring ke lapangan untuk memastikan stok tersedia dan harga tetap stabil. Apalagi menjelang Ramadan dan Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok biasanya meningkat,” jelasnya.
Marwan berharap dengan terjaganya ketersediaan dan stabilitas harga Minyakharga dan harga pokok lainnya di pasaran, daya beli masyarakat tetap terjaga serta tidak terjadi gejolak harga yang dapat memicu inflasi di daerah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti, Marwan, mengakui masih terdapat sejumlah komoditas bahan pokok yang menjadi perhatian pemerintah daerah, salah satunya minyak goreng rakyat MinyakKita yang sempat dijual di atas HET.
Kondisi tersebut, menurut Marwan, disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi. Banyak produk MinyakKita yang beredar di pasaran sudah berada di tangan kedua bahkan ketiga sebelum sampai ke pengecer, sehingga mempengaruhi harga jual di tingkat konsumen.
“Harga MinyakKita yang dijual di atas HET karena banyak yang sudah berada di tangan kedua. Saat kami koordinasi dengan Bulog, mereka menyarankan agar toko mengambil langsung, bukan melalui agen, karena perbedaan rantai distribusi sangat mempengaruhi harga jual,” jelas Marwan beberapa waktu lalu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan segera melakukan koordinasi dengan pihak Bulog agar distribusi minyak goreng rakyat tersebut dapat dilakukan secara lebih langsung kepada pengecer.
Selain itu, langkah strategis lainnya juga dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan guna memaksimalkan jadwal kapal Ro-Ro yang melayani rute menuju Kepulauan Meranti. Bahkan, pemerintah daerah berencana memberikan prioritas khusus bagi pengangkutan komoditas bahan pokok penting.
Upaya ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya harga di tingkat pasar, sekaligus menekan biaya transportasi logistik menuju wilayah kepulauan.
Dengan distribusi yang lebih efisien, harga bahan pokok diharapkan dapat lebih stabil dan tetap terjangkau oleh masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Saat ini, ketersediaan MinyakKita di Kota Selatpanjang juga telah mulai tersebar di sejumlah minimarket dan swalayan yang menjadi titik distribusi bagi masyarakat.
Beberapa di antaranya yakni Hemart sebanyak 200 dus, Super Hemart 200 dus, Centre Hemart 200 dus, Bintang Apolo 100 dus, Hoki Trus 100 dus, Rintis Mart 100 dus, Family Mart 100 dus, serta Hoki Mart 100 dus.
Dengan distribusi yang lebih terarah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap masyarakat dapat dengan mudah memperoleh MinyakKita dengan harga sesuai HET, sekaligus memastikan stabilitas pasokan bahan pokok tetap terjaga di daerah. (Adv)

