SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      21/07/2026  ❘  10:31 WIB
    • Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      21/07/2026  ❘  10:28 WIB
    • Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      21/07/2026  ❘  09:04 WIB
    • Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      21/07/2026  ❘  07:29 WIB
  • Nasional
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
  • Ekonomi
    • Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      21/07/2026  ❘  10:10 WIB
    • Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      21/07/2026  ❘  09:31 WIB
    • Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      21/07/2026  ❘  09:18 WIB
    • BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      20/07/2026  ❘  20:17 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • BMKG: Hampir Seluruh Riau akan Diguyur Hujan Hari Ini!

      BMKG: Hampir Seluruh Riau akan Diguyur Hujan Hari Ini!

      21/07/2026  ❘  09:53 WIB
    • Kejati Riau Teken MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim ll Pekanbaru

      Kejati Riau Teken MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim ll Pekanbaru

      21/07/2026  ❘  09:08 WIB
    • Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

      Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

      21/07/2026  ❘  08:38 WIB
    • Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      21/07/2026  ❘  06:34 WIB
  • Sport
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Bukan Mangkrak, PUPR Meranti Akui Duiker Alahair Tersendat Akibat Krisis Material: Stok Semen Kosong Tiga Minggu

23/02/2026  ❘  12:02 WIB • Riau
Bagikan :
Bukan Mangkrak, PUPR Meranti Akui Duiker Alahair Tersendat Akibat Krisis Material: Stok Semen Kosong Tiga Minggu

Kondisi pekerjaan Duiker di Simpang Puskesmas Alah Air yang terhenti pekerjaannya akibat stok semen Kosong. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Deru kendaraan yang biasanya bersahut-sahutan di simpang Puskesmas Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, kini terdengar berbeda. Di lokasi itu, tempat warga biasa melintas menuju pusat kota maupun ke permukiman sekitar, sebuah duiker yang sebelumnya roboh tengah dalam proses pembangunan kembali. Namun alih-alih membawa rasa lega, proyek tersebut justru memantik sorotan tajam dari masyarakat.

Sejak awal, pembangunan duiker di simpang strategis itu memang tak pernah sepi komentar. Ketika pertama kali roboh, keluhan bermunculan karena akses jalan terganggu. Namun saat pekerjaan telah mulai dilaksanakan, kritik juga kembali menyeruak. Dimana ia menyasar nilai anggaran.

Proyek pembangunan dan perbaikan duiker tersebut dilaksanakan dengan metode Penunjukan Langsung (PL). Kontraktor pelaksana yang ditunjuk adalah CV Seagull Pasific dengan nilai kontrak lebih dari Rp233 juta. Angka itu kemudian menjadi bahan diskusi hangat di warung kopi, di media sosial, hingga di percakapan warga yang setiap hari melintas di lokasi.

Sebagian masyarakat menilai spesifikasi pekerjaan terlihat sederhana. Duiker yang lebarnya hanya beberapa meter itu dianggap tidak terlalu kompleks secara konstruksi. Dari situlah muncul anggapan bahwa penggunaan anggaran ratusan juta rupiah terkesan mubazir. Bahkan, ada pula komentar yang melontarkan dugaan adanya potensi mark up dalam proyek tersebut.

Namun kritik tak berhenti pada persoalan nilai kontrak. Kali ini terkait dengan progres pengerjaan. Waktu pelaksanaan yang direncanakan selama 60 hari kini ikut menjadi sorotan. Di lapangan, pekerjaan dinilai berjalan lamban dan belum menunjukkan progres signifikan. Material memang terlihat tersusun, alat berat sesekali beroperasi, tetapi sebagian warga merasa aktivitas pembangunan kerap terhenti.

Padahal, simpang Puskesmas Alahair bukanlah ruas jalan biasa. Ia adalah jalur padat yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Setiap hari, kendaraan roda dua, roda empat, hingga ambulans melintas di sana. Dengan adanya pekerjaan tersebut, warga terpaksa memutar jauh melalui jalan alternatif yang kondisinya tidak selalu memadai.

“Kalau cepat selesai, kami tentu mendukung. Tapi ini sudah mulai lama, kami yang tiap hari lewat jadi harus memutar,” keluh seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Situasi itu menambah tekanan agar proyek segera dituntaskan sesuai target. Di satu sisi, masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan proses dan standar teknis tertentu. Namun di sisi lain, mereka berharap transparansi dan percepatan pengerjaan menjadi prioritas, mengingat dampaknya langsung dirasakan warga.

Kini, mata publik tertuju pada simpang kecil di dekat Puskesmas Alahair itu. Bukan sekadar soal beton dan saluran air, tetapi soal kepercayaan. Di tengah aktivitas yang terus berjalan dan harapan agar akses kembali normal, masyarakat menanti jawaban apakah proyek ini akan rampung tepat waktu dan menjawab semua keraguan yang sempat mengemuka.

Pembangunan duiker di simpang Puskesmas Alahair yang tak kunjung rampung mulai menimbulkan dampak nyata dan bukan hanya pada arus lalu lintas, tetapi juga pada denyut ekonomi kecil di sekitarnya.

Bagi para pedagang yang menggantungkan hidup di sepanjang ruas jalan itu, sepinya akses sama artinya dengan surutnya rezeki.

“Macam mana kami para pedagang di sini tak menangis nengok jalan sesepi ini. Jangankan orang belanja, orang lewat pun bisa dihitung jari,” ujar Yumna, seorang pedagang yang lapaknya berada tak jauh dari lokasi proyek.

Dengan nada lirih namun tegas, ia mengaku tak menolak pembangunan. Ia memahami bahwa infrastruktur perlu diperbaiki. Namun yang ia sesalkan adalah proses yang terasa lamban, sementara jalan ditutup total tanpa solusi sementara bagi warga.

“Proyek 200-an juta, pekerjanya cuma beberapa orang. Kalau memang estimasi waktunya dua bulan, biarlah sesudah Lebaran. Harapan kami jalan itu jangan ditutup 100 persen. Setidaknya kasih jalan sementara di jembatan itu—sebelah untuk lewat, sebelah dikerjakan. Biar kami masih punya harapan menjelang hari raya. Kami bukan mencari kaya, kami cuma mencari rezeki untuk menyambung hidup. Kalau pun kaya, itu bonus, kan. Mohon perhatiannya lah para pejabat terhormat, tolong kami,” tuturnya.

Menurut Yumna, pekerjaan di lapangan terlihat tidak maksimal. Ia bahkan menduga pengerjaan terkesan berlarut-larut.

“Sekali-kali tolong pas jam kerja datang ke lokasi, biar lihat bagaimana leletnya pekerjaan itu. Seperti tukang abal-abal yang dipakai. Proyek 200 juta hanya dikerjakan tiga orang. Kalau 10–20 orang, pasti bisa cepat,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sandi, warga yang setiap hari harus memutar lebih jauh untuk beraktivitas. Ia menilai progres di lapangan tak menunjukkan percepatan berarti.

“Bentuknya hanya begitu-begitu saja dari kemarin. Hanya besi yang terpancang. Bagus lagi yang pakai kayu sementara. Masa bikin jembatan begitu saja tidak siap-siap,” ucapnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, Nisar menyoroti pentingnya empati terhadap masyarakat kecil yang terdampak langsung. Ia berharap pengerjaan tidak terkesan setengah hati.

“Bantu dan tolonglah masyarakat kecil ini yang tambah susah. Jangan sampai pejabat bikin kelakuan aneh terus. Ini sepertinya tidak selesai-selesai padahal bangunannya bukan besar. Kenapa harus dilambat-lambatkan pekerjaannya?” ujarnya.

Di tengah suara keluhan itu, satu hal terasa jelas bahwa persoalan ini bukan semata tentang beton, besi, atau angka anggaran. Ia telah menjelma menjadi soal rasa keadilan dan kepedulian. Ketika akses ditutup total dan aktivitas ekonomi tersendat, yang paling dulu merasakan dampaknya adalah pedagang kecil dan warga yang hidup dari perputaran harian.

Sorotan dan keluhan masyarakat yang terus menguat akhirnya sampai ke meja Dinas PUPR Kepulauan Meranti. Untuk memastikan duduk persoalan, wartawan mencoba mengonfirmasi kondisi di lapangan kepada Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia, ST, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Sugeng Widodo, ST.

Sugeng tak menampik bahwa progres pekerjaan pembangunan duiker di simpang Puskesmas Alahair memang mengalami hambatan. Namun ia menegaskan, tidak ada niat sedikit pun dari pihaknya untuk memperlambat pekerjaan hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

“Tidak ada niat untuk membuat pekerjaan ini lebih lama. Kami juga ingin cepat selesai supaya aktivitas masyarakat kembali normal. Tapi memang ada kendala di material,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada ketersediaan semen. Jenis semen yang digunakan untuk proyek tersebut adalah merek yang selama ini lazim dipakai dalam berbagai proyek konstruksi di Kepulauan Meranti karena kualitasnya yang dinilai baik. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, stok semen tersebut kosong di seluruh gudang yang ada di daerah.

“Yang tersedia saat ini hanya semen Merah Putih, dan itu kualitasnya menurut kami agak kurang untuk bagian tertentu. Kita pakainya Semen Tiga Roda. Karena stoknya kosong, pekerjaan ini jadi terkendala karena tidak bisa melakukan pengecoran. Kosongnya itu sudah sekitar tiga minggu,” ujar Sugeng.

Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi material dari luar daerah membuat proses pembangunan tak bisa berjalan sesuai rencana. Tanpa semen dengan spesifikasi yang telah ditentukan, pengecoran tidak bisa dilakukan, sementara tahapan pekerjaan sangat bergantung pada proses tersebut.

“Sebetulnya bisa saja pakai merek yang tersedia, tapi kita ingin hasilnya bagus dan sesuai standar kualitas. Untuk sementara kami izinkan menggunakan semen Merah Putih untuk bagian bawah. Sedangkan bagian atas tetap harus menggunakan Semen Tiga Roda,” tambahnya.

Sugeng juga membantah anggapan bahwa proyek sepenuhnya berhenti sejak awal. Ia mengatakan para pekerja tetap melakukan aktivitas lain seperti merangkai besi dan menyiapkan struktur pendukung sambil menunggu material utama datang.

“Pekerja tetap bekerja seperti merangkai besi dan mengerjakan bagian lain. Namun karena tidak ada semen, belum bisa dilakukan pengecoran. Memang benar, dalam seminggu terakhir ini pekerjaan benar-benar berhenti karena sudah tidak ada lagi yang bisa dikerjakan,” ungkapnya.

Dari informasi yang diterimanya di lapangan, pasokan semen diperkirakan tiba dalam waktu sekitar satu minggu ke depan. Ia berharap begitu material tersedia, pekerjaan dapat langsung dikebut agar selesai sebelum Lebaran.

“Informasi terakhir, seminggu lagi semen datang. Mudah-mudahan sebelum Lebaran sudah bisa digunakan dan progres pekerjaan bisa kita percepat,” tutup Sugeng.

Penjelasan tersebut menjadi sisi lain dari persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Di satu sisi, warga berharap percepatan dan solusi atas dampak ekonomi yang dirasakan. Di sisi lain, pemerintah daerah mengaku menghadapi kendala teknis yang berada di luar perkiraan. Kini, harapan bertumpu pada datangnya material yang dinanti agar simpang Puskesmas Alahair kembali terbuka dan denyut kehidupan di sekitarnya pulih seperti sediakala.

Sebelumnya diberitakan Duiker tersebut diketahui ambruk setelah sebuah mobil dump truck pengangkut sampah milik Dinas Perkimtan-LH Kepulauan Meranti terperosok ke dalam lubang pada bagian box culvert di simpang tersebut.

Adapun spesifikasi teknis bangunan duiker yang dibangun, yakni memiliki panjang sekitar 18 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman 1,8 meter. Material yang digunakan pun memiliki standar khusus, seperti penggunaan semen VC 20 yang berbeda dengan cor beton biasa serta besi tulangan berdiameter 12 milimeter. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :PUPR MerantiDuiker AlahairKrisis MaterialSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Hujan Sudah Turun, 21 Titik Panas Muncul Lagi di Riau

    Hujan Sudah Turun, 21 Titik Panas Muncul Lagi di Riau

    Riau •
    23/02/2026 ❘ 11:36 WIB
  • Golkar Sebut Beasiswa LPDP Cuma Dinikmati Lingkaran Orang Kaya: Segera Evaluasi!

    Golkar Sebut Beasiswa LPDP Cuma Dinikmati Lingkaran Orang Kaya: Segera Evaluasi!

    Nasional •
    23/02/2026 ❘ 11:29 WIB
  • Makin Banyak Polisi Terlihat Narkoba, ICJR: Kebijakan Negara Gagal!

    Makin Banyak Polisi Terlihat Narkoba, ICJR: Kebijakan Negara Gagal!

    Hukrim •
    23/02/2026 ❘ 10:13 WIB
  • Petinggi MUI Bereaksi Keras soal Kesepakatan Dagang Indonesia-AS: Ya Allah, Ini Perjanjian atau Penjajahan?

    Petinggi MUI Bereaksi Keras soal Kesepakatan Dagang Indonesia-AS: Ya Allah, Ini Perjanjian atau Penjajahan?

    Nasional •
    23/02/2026 ❘ 09:54 WIB
  • Sebagian Wilayah Riau Masih Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Sebagian Wilayah Riau Masih Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Riau •
    23/02/2026 ❘ 09:40 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan