Pemkab Kepulauan Meranti-PT RAPP Perkuat Sinergi, Fokus Percepatan Penanganan Stunting 2026
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan PT RAPP dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Langit Selatpanjang pagi itu cerah ketika para pemangku kepentingan memasuki Ballroom Afifa Center. Di balik meja-meja yang tersusun rapi dan paparan data di layar presentasi, terselip satu tujuan besar: memastikan anak-anak Kepulauan Meranti tumbuh sehat dan kuat di masa depan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan PT RAPP dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam Stakeholder Meeting Program Kesehatan PT RAPP yang digelar beberapa waktu lalu—sebuah forum yang bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang evaluasi program 2025 sekaligus penyusunan arah kebijakan 2026.
Fokus pembahasan mengerucut pada dua hal krusial: percepatan penanganan stunting dan penguatan layanan kesehatan berbasis desa. Dua isu yang saling berkaitan, sekaligus menjadi tantangan nyata di wilayah kepulauan.
Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, menilai keterlibatan dunia usaha dalam sektor kesehatan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Ia menegaskan, kesehatan bukan sekadar urusan layanan medis, tetapi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.
“Program kesehatan yang dijalankan melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Sudandri.
Menurutnya, sinergi harus terus diperkuat agar setiap program tidak berhenti pada tataran rencana. Evaluasi capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk memastikan langkah di tahun 2026 lebih terukur, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi RAPP dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam intervensi, baik spesifik maupun sensitif. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.
Dari pihak perusahaan, Community Development Head PR RAPP, Leohansen Simatupang, memaparkan arah kebijakan yang akan ditempuh pada 2026. Program stunting akan difokuskan di dua kecamatan yang mencakup 20 desa, 52 Posyandu, serta dua puskesmas di Teluk Belitung dan Bandul. Pendekatan ini merupakan tindak lanjut dari perumusan program pada Desember 2025, dengan pola kolaboratif bersama pemerintah daerah.
Bagi Leohansen, keberlanjutan program menjadi kunci utama. Intervensi bukan hanya soal distribusi bantuan atau kegiatan sesaat, melainkan proses pendampingan yang konsisten dan terintegrasi.
“Kami berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. PT RAPP akan terus berupaya menjadi bagian yang berkontribusi terhadap pertumbuhan masyarakat, khususnya di Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Menariknya, agenda 2026 tak hanya menyasar aspek teknis kesehatan. Pendekatan sosial-kultural juga akan diperkuat melalui workshop penyusunan materi edukasi kesehatan berbasis agama. Langkah ini dipandang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat dengan nilai dan kehidupan sehari-hari.
Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses di wilayah kepulauan, kolaborasi ini menjadi harapan bersama. Sebab di setiap program yang dirancang, ada cita-cita besar yang ingin diwujudkan: generasi Meranti yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi masa depan (R-03)

