Lintas Etnis Bersatu, AMT Gelar Bazar Murah Sambut Ramadan dan Imlek: 1.500 Paket Sembako Habis Terjual
Aliansi Melayu Tionghoa (AMT) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar agenda rutinnya bazar murah—sebuah kegiatan sosial yang telah berjalan konsisten selama lima tahun terakhir. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Pagi itu, antrean sudah mengular di Jalan Pembangunan II, Selatpanjang. Wajah-wajah warga tampak sabar menunggu giliran, menggenggam kupon yang menjadi penanda harapan dan membawa pulang beras dan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kebutuhan yang kian meningkat menjelang Ramadan dan perayaan Imlek.
Aliansi Melayu Tionghoa (AMT) Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar agenda rutinnya bazar murah—sebuah kegiatan sosial yang telah berjalan konsisten selama lima tahun terakhir. Dua kali dalam setahun, AMT hadir dengan semangat yang sama yakni meringankan beban masyarakat dan mempererat kebersamaan lintas etnis di Bumi Sagu.
Kamis (12/2/2026), bazar murah itu kembali digelar dengan melibatkan berbagai elemen. Pemuda Pancasila Kabupaten Meranti, Persatuan Melayu Tionghoa Batak dan Jawa (Melati Baja), serta anggota DPRD Jonny Katan turut ambil bagian, memperkuat pesan bahwa solidaritas sosial melampaui sekat suku dan organisasi.
Sebanyak 1.500 paket sembako habis terjual melalui sistem kupon. Setiap paket berisi 10 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng, ditebus dengan harga Rp75.000. Harga yang jauh lebih ringan dibandingkan nilai pasar, dan cukup berarti bagi banyak keluarga.
Kegiatan ini tidak dipusatkan di satu titik saja. Penyaluran dibagi ke dua lokasi berbeda agar manfaatnya menjangkau lebih luas.
Di Posko AMT, Jalan Pembangunan II, Selatpanjang, kegiatan dipusatkan di bawah koordinasi Pendiri AMT, Hermanto alias Akiong. Sebanyak 15 ton beras tersalurkan di lokasi ini. Warga datang silih berganti, sebagian membawa anak, sebagian lagi datang bersama pasangan, semua dengan tujuan yang sama memanfaatkan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Sementara itu, di Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putri Puyu, sebanyak 600 paket atau sekitar 6 ton disalurkan. Penyaluran di wilayah ini dipimpin Ketua Pemuda Pancasila, Sugianto alias Mas Tato. Di desa pesisir tersebut, bazar murah menjadi momen yang dinanti, terutama bagi warga yang akses ekonominya lebih terbatas.
Bagi AMT, bazar murah bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Ia adalah simbol kolaborasi dan kepedulian. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi, kebersamaan yang terjalin antara Melayu, Tionghoa, Batak, Jawa, dan berbagai elemen lainnya menjadi pesan kuat bahwa gotong royong tetap hidup di Kepulauan Meranti.
Menjelang Ramadan dan Imlek—dua momentum besar yang sarat makna spiritual dan kebersamaan, bazar murah ini menjadi jembatan empati. Di balik setiap karung beras yang berpindah tangan, ada semangat berbagi. Di balik setiap liter minyak goreng yang dibawa pulang, ada harapan agar dapur tetap mengepul dan perayaan dapat dijalani dengan lebih tenang.
Kegiatan ini menunjukkan solidaritas tak hanya diucapkan. Ia diwujudkan melalui aksi nyata, kupon sederhana, dan senyum warga yang pulang membawa kebutuhan pokok untuk keluarganya.
Di tengah riuh antrean dan karung-karung beras yang berpindah tangan, terselip satu hal yang tak kalah penting dari sekadar angka dan tonase yakni semangat kebersamaan yang terus dijaga dari tahun ke tahun.
Pendiri Aliansi Melayu Tionghoa (AMT), Hermanto alias Akiong, berdiri di antara panitia dan warga dengan wajah penuh syukur. Ia menyebut, kegiatan bazar murah itu dapat terlaksana berkat kerja sama banyak pihak dan dukungan para sponsor, sehingga mampu menjadi agenda rutin setiap menyambut Ramadan dan Imlek di Selatpanjang.
“Memang hanya 1.500 paket dan jumlahnya terbatas. Setidaknya ini dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Mudah-mudahan dengan doa dan dukungan dari orang tua kami H. Katan, kegiatan ini berjalan sesuai harapan bersama,” ujarnya.
Bagi Akiong, bazar murah bukan soal besar kecilnya jumlah paket yang dibagikan. Ia adalah simbol kepedulian yang terus dirawat. Dalam suasana menjelang dua momentum besar keagamaan, kegiatan ini menjadi jembatan yang menyatukan semangat berbagi lintas etnis dan lintas organisasi.
Hal senada disampaikan Joni Katan, anggota DPRD Kepulauan Meranti yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pasar murah ini telah dilaksanakan selama tujuh tahun berturut-turut sebagai bentuk komitmen sosial menyambut hari besar keagamaan.
“Semoga agenda ini tetap berjalan setiap tahunnya dan masyarakat yang menerima manfaat merasa terbantu. Ke depan akan terus kami tingkatkan untuk masyarakat, khususnya masyarakat Meranti,” katanya.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini tidak boleh berhenti pada satu momentum saja. Selain pasar murah, pihaknya juga rutin melaksanakan pengobatan gratis serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang menyasar masyarakat yang membutuhkan.
“Kami juga melaksanakan berbagai agenda sosial yang membantu masyarakat. Dengan sinergi yang terjalin, silaturahmi semakin kuat dan semoga ke depan kami dapat terus berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” tambahnya.
Di lokasi penyaluran lain, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Meranti, Sugianto alias Mas Tato, turut menyampaikan harapan serupa. Ia menilai bazar murah ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat menjelang Imlek dan bulan suci Ramadan, ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat.
“Harapannya, mengingat dalam waktu dekat kita akan melaksanakan Imlek dan bulan puasa, kiranya kegiatan seperti ini dapat membantu saudara kita. Kegiatan ini sudah dilakukan hampir di semua kecamatan dan mudah-mudahan akan terus berkelanjutan,” tukasnya.
Di balik setiap paket sembako yang terjual, tersimpan niat baik yang tak ingin berhenti pada seremoni tahunan. Bazar murah AMT menjadi bukti bahwa solidaritas sosial tetap hidup di Kepulauan Meranti dan dirawat dengan kolaborasi, diperkuat dengan silaturahmi, dan diwujudkan dalam aksi nyata untuk sesama. (R-01)

