Parah! PT PHR Kehilangan 2 Juta Barel Minyak Imbas Bocornya Pipa PT Transportasi Gas Indonesia di Riau
Produksi minyak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) benar-benar kena imbas dampak bocornya pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Riau pada awal Januari 2026 ini. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Produksi minyak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) benar-benar kena imbas dampak bocornya pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Riau pada awal Januari 2026 ini. PHR sebagai operator wilayah kerja Rokan berpotensi kehilangan (potential loss) minyak mencapai 2 juta barel.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyatakan, kebocoran pipa gas tersebut berdampak langsung pada produksi minyak.
"Bahwa kita di awal tahun ini mengalami musibah di Sumatera. Pipa kita bocor, kita kehilangan potensial loss sekitar 2 juta barel di awal tahun," kata Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI pada Kamis (22/1/2026).
Bahlil menyebut, akibat bocornya pipa tersebut, dirinya telah memberikan sanksi kepada pejabat di ESDM, termasuk BUMN (PT TGI).
"Saya langsung memberi sanksi kepada pejabat di ESDM dan BUMN terkait. Karena saya anggap ini sebuah ketidak-ikhtiaran, apapun itu ceritanya adalah kesalahan kami," kata Bahlil.
Hilangnya produksi minyak PHR mencapai 2 juta barel tersebut cukup memiliki dampak yang signifikan. Mengacu harga minyak sebesar 60 barel, maka PHR dan negara kehilangan potensi pendapatan mencapai 120 juta Dollar AS, akibat bocor dan meledaknya pipa gas PT TGI tersebut.
PT TGI merupakan anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk (PGAS). Pada awal 2026, pipa gas TGI mengalami dua kali kebocoran.
Insiden kebocoran pipa gas pertama terjadi pada ruas Gressik-Duri di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (2/1/2026) lalu. Kasus ini menyebabkan pasokan gas ke PHR terhenti, sehingga berdampak pada produksi minyak. Selain menyebabkan distribusi gas terganggu selama lebih dari 7 hari, ledakan hebat akibat bocornya pipa gas menyebabkan tiga rumah dan 10 kendaraan rusak. Korban luka akibat insiden ini mencapai 10 orang.
Hanya berselang sepekan setelah kasus pertama, tepatnya Jumat (9/1/2026), pipa gas TGI juga bocor di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu. Hanya saja kebocoran pipa tidak menyebabkan ledakan dan kebakaran. Hingga kini, belum diketahui apakah distribusi gas telah normal.
Produksi Minyak PHR Belum Pulih
Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman sebelumnya mengatakan kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang terjadi beberapa waktu lalu sudah ditangani. Kini aliran gas ke produksi minyak blok Rokan kembali berjalan dengan kapasitas maksimal.
Laode mengatakan pemulihan aliran gas sebenarnya sudah sejak beberapa hari lalu, namun belum dibuka penuh demi mengutamakan keselamatan. Pasalnya, insiden kebakaran di pipa gas tersebut sudah terjadi dua kali.
"Flow-nya sudah dibuka semua maksimal dan tekanannya sudah berada pada tekanan yang layak untuk bisa mendapatkan gas ke tempat-tempat dimana gas tersebut terkirim, termasuk di Rokan," terang Laode di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Laode mengatakan produksi minyak di Blok Rokan belum sepenuhnya pulih. Ia mengatakan berdasarkan komunikasi dengan pihak PT Pertamina Hulu Rokan bahwa pemulihan produksi akan terjadi dalam waktu dua hari lagi.
"Kemarin saya komunikasi, informasinya dalam 2 hari ke depan," katanya.
PT PHR memproduksi minyak rata-rata 162 barel per hari (bph). Cucu perusahaan Pertamina ini ditunjuk sebagai operator wilayah kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021 silam, usai masa konsesi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berakhir.
Daftar Bos PT Transportasi Gas Indonesia
Dikutip dari laman perusahaan, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo didirikan pada tahun 2002 sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Medco LNG Indonesia dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (YKPP PGN).
Adapun YKPP PGN memiliki porsi kepemilikan terkecil hanya sekitar 0,13 persen atau sebanyak 1.718 lembar saham. Kemudian PT Medco LNG Indonesia memiliki komposisi saham sebesar 40 persen atau sebanyak 542.749 lembar saham.
Sementara, BUMN sub holding gas Pertamina yakni PT PGN Tbk (PGAS) memiliki saham terbesar sebanyak 59,87 persen atau 812.400 lembar saham.
Karena kepemilikan saham patungan, jajaran direksi dan komisaris PT TPI pun diisi oleh sejumlah pejabat dari internal PT PGN dan PT Medco.
Berikut Dewan Direksi PT Transportasi Gas Indonesia:
Direktur Utama: Anak Agung Putu Bagus Putra
Diangkat sebagai Direktur Utama berdasarkan Circular Resolution dari Pemegang Saham No. 172.CR-SH/CS-PD/03.2022. Sebelumnya Anak Agung menjabat Direktur Engineering PT Transportasi Gas Indonesia (2021-2022).
Direktur Keuangan dan Administrasi: Sahat Parlindungan Simarmata
Diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi berdasarkan Circular Resolution dari Pemegang Saham No. 436.C-SH/CS-PD/05.2021. Sebelumya Sahat merupakan Direktur Keuangan dan Administrasi PT PGN LNG (2017-2021).
Direktur Engineering: Ibnu Asturrachman
Diangkat sebagai Direktur Utama berdasarkan Circular Resolution dari Pemegang Saham No. 448.CR-SH/CS-PD/06.2023. Ia pernah menjadi Kepala Divisi Project Control & Cost Management, PT PGN (2021-2023)
Direktur Operasi: Muhammad Zulkifli
Diangkat sebagai Direktur Operasi berdasarkan Sirkuler No. 672.EXT/CS-PD/11.2024 efektif sejak 29 November 2024. Sebelumnya ia duduk sebagai Vice President-Operations Offshore PT Medco Energi Indonesia Tbk pada Juni 2023-November 2024
Direktur Pengembangan: Kemal Rachmaputra
Diangkat sebagai Direktur Pengembangan Usaha berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) tertanggal 5 Juli 2023, efektif sejak 1 Agustus 2023. Sebelumnya Kemal merupakan Sr. Manager Commercial Medco E&P Indonesia (2017-2023).
Berikut daftar Dewan Komisaris PT Transportasi Gas Indonesia:
Komisaris Utama: Redy Ferryanto
Diangkat sebagai Komisaris Utama berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sirkuler, efektif mulai 1 November 2019. Ia pernah bergabung sebagai Tim Tenaga Ahli Menteri ESDM sejak tahun 2021. Tedy juga sempat menjadi Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (2019-2021)
Wakil Komisaris Utama: Ronald Gunawan
Diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama berdasarkan Sirkuler No. 615. CR-SH/CS-PD/08.2023 tertanggal 4 September 2023. Sebelumnya ia merupakan Komisaris PT Transportasi Gas Indonesia (2022-2023).
Ronald juga pernah menjabat sebagai Director & COO PT Medco Energy Internasiona Tbk, Jakarta Indonesia sejak 2015.
Komisaris: Arudji Wahyono
Diangkat sebagai Komisaris sejak 7 September 2020 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sirkuler. Ia pernah menjadi Komisaris PT Patra Jasa (Februari 2020-November 2020). Sebelumnya Arudji berkarir di PT Caltex Pacific Indonesia/ PT Chevron Pacific Indonesia (1989- 2016).
Komisaris: Amri Siahaan
Diangkat sebagai Komisaris berdasarkan Sirkuler No. 504.CR-SH/CS-PD/08.2025 tanggal 26 Agustus 2025, efektif per 16 September 2025. Ia merupakan Director, Chief Administrative Officer, PT Medco Energi Internasional Tbk sejak 2015. Sebelumnya, Amri Siahaan merupakan VP Government Affairs and Business Support, Premier Oil (2011-2015)
Komisaris: Yudi Yudhawan
Diangkat sebagai Komisaris berdasarkan Sirkuler No. 224. CR-SH/CS-PD/04.2024 tertanggal 17 April 2024. Sebelumnya ia menjabat sebagai Komisaris PT Nusantara Regas (2022-2024). Ia berlatar belakang birokrat, terakhir bertugas sebagai Penata Kelola Perusahaan Negara Madya sebagai Koordinator pada Keasdepan Manajemen SDM BUMN, Kementerian BUMN (2020). (R-03)

