SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
    • Jeritan Histeris Pedagang Subuh-Subuh, Pasar Ampalu Ludes Terbakar Sampai Jadi Arang!

      Jeritan Histeris Pedagang Subuh-Subuh, Pasar Ampalu Ludes Terbakar Sampai Jadi Arang!

      02/06/2026  ❘  12:11 WIB
  • Nasional
    • Silmy Karim Datangi KPK, Rumah Digeledah dan Mobil Mewah Disegel

      Silmy Karim Datangi KPK, Rumah Digeledah dan Mobil Mewah Disegel

      04/06/2026  ❘  06:53 WIB
    • Penrad Siagian Tegaskan UU ASN Diskriminatif: Sistem Merit Hanya Omong Kosong!

      Penrad Siagian Tegaskan UU ASN Diskriminatif: Sistem Merit Hanya Omong Kosong!

      03/06/2026  ❘  23:50 WIB
    • OTT Kepala Kantor Imigrasi, KPK Serukan Wakil Menteri Silmy Serahkan Diri

      OTT Kepala Kantor Imigrasi, KPK Serukan Wakil Menteri Silmy Serahkan Diri

      03/06/2026  ❘  21:32 WIB
    • Yayasan Riau Madani Desak Kemenhut Kembalikan Dana Reboisasi untuk Pemulihan HPT Kaiti Kubu Pauh: Ke Mana Uang Dana Reboisasi yang Dipungut? 

      Yayasan Riau Madani Desak Kemenhut Kembalikan Dana Reboisasi untuk Pemulihan HPT Kaiti Kubu Pauh: Ke Mana Uang Dana Reboisasi yang Dipungut? 

      03/06/2026  ❘  12:22 WIB
  • Ekonomi
    • Perluas Pasar Komoditas Unggulan, Pemkab Kepulauan Meranti Jajaki Kerja Sama Ekspor-Impor dan Gandeng Investor Malaysia

      Perluas Pasar Komoditas Unggulan, Pemkab Kepulauan Meranti Jajaki Kerja Sama Ekspor-Impor dan Gandeng Investor Malaysia

      03/06/2026  ❘  21:39 WIB
    • Alarm Bahaya Ekonomi! Rupiah Dekati Rp18.000 Saat Minyak Dunia Meledak

      Alarm Bahaya Ekonomi! Rupiah Dekati Rp18.000 Saat Minyak Dunia Meledak

      03/06/2026  ❘  18:54 WIB
    • Darurat! IHSG Hancur Lebur, Rp5.862 Triliun Lenyap Sehari

      Darurat! IHSG Hancur Lebur, Rp5.862 Triliun Lenyap Sehari

      03/06/2026  ❘  18:45 WIB
    • Gandeng BRK Syariah dan Cegah Kebocoran PAD, Pemkab Kepulauan Meranti Digitalisasi Pembayaran Retribusi Melalui QRIS

      Gandeng BRK Syariah dan Cegah Kebocoran PAD, Pemkab Kepulauan Meranti Digitalisasi Pembayaran Retribusi Melalui QRIS

      03/06/2026  ❘  16:14 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau: "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau: "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Dua Kali Lolos, Aksi Ketiga Jadi Petaka! Pembobol Alfamart Diciduk Saat Beraksi

      Dua Kali Lolos, Aksi Ketiga Jadi Petaka! Pembobol Alfamart Diciduk Saat Beraksi

      04/06/2026  ❘  07:10 WIB
    • Modus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Dkk: Kondisikan Yayasan Tertentu Dapat Dapur MBG, Terima Insentif Miliaran Rupiah Tiap Hari

      Modus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Dkk: Kondisikan Yayasan Tertentu Dapat Dapur MBG, Terima Insentif Miliaran Rupiah Tiap Hari

      03/06/2026  ❘  22:14 WIB
    • Bendahara PAN Pelalawan Jadi Tersangka Narkoba, Kejari Pekanbaru Mulai Bergerak

      Bendahara PAN Pelalawan Jadi Tersangka Narkoba, Kejari Pekanbaru Mulai Bergerak

      03/06/2026  ❘  19:30 WIB
    • Geger! KPK Buru Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Buntut OTT Imigrasi Jakarta Barat

      Geger! KPK Buru Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Buntut OTT Imigrasi Jakarta Barat

      03/06/2026  ❘  19:15 WIB
  • Umum
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
    • Jangan Keliru! Nyeri Sendi Belum Tentu Asam Urat, Bisa Jadi Rematik yang Lebih Berbahaya

      Jangan Keliru! Nyeri Sendi Belum Tentu Asam Urat, Bisa Jadi Rematik yang Lebih Berbahaya

      30/05/2026  ❘  20:01 WIB
  • Riau
    • Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      03/06/2026  ❘  23:16 WIB
    • Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

      Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

      03/06/2026  ❘  20:23 WIB
    • Duiker Alahair Diprotes Warga karena Tanjakan Curam dan Rawan Kecelakaan, Dinas PUPR Jelaskan Alasan Desain dan Rencana Perbaikan

      Duiker Alahair Diprotes Warga karena Tanjakan Curam dan Rawan Kecelakaan, Dinas PUPR Jelaskan Alasan Desain dan Rencana Perbaikan

      03/06/2026  ❘  19:43 WIB
    • Menanti Sentuhan Pembangunan di Beranda Negeri, Warga Sungai Gayung Kiri Harapkan Swakelola Kembali Hadir

      Menanti Sentuhan Pembangunan di Beranda Negeri, Warga Sungai Gayung Kiri Harapkan Swakelola Kembali Hadir

      03/06/2026  ❘  19:26 WIB
  • Sport
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
    • Belanda Dipermalukan di Kandang! Gol Menit 86 Anis Hadj Moussa Bikin Oranje Terkapar

      Belanda Dipermalukan di Kandang! Gol Menit 86 Anis Hadj Moussa Bikin Oranje Terkapar

      04/06/2026  ❘  06:34 WIB
    • Gila! Wonder Kid MU Dicoret Dari Timnas Paraguay di Detik-Detik Akhir

      Gila! Wonder Kid MU Dicoret Dari Timnas Paraguay di Detik-Detik Akhir

      03/06/2026  ❘  09:00 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
    • Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      30/05/2026  ❘  09:32 WIB
    • Generasi Muda Eropa Terancam? Boomers Kuasai Kekayaan, Anak Muda Sulit Punya Rumah dan Masa Depan

      Generasi Muda Eropa Terancam? Boomers Kuasai Kekayaan, Anak Muda Sulit Punya Rumah dan Masa Depan

      29/05/2026  ❘  19:48 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Graduasi Mandiri PKH, Ada 237 Keluarga di Kepulauan Meranti Memilih Mandiri: Bukti Kemiskinan Bisa Diakhiri, Bukan Diwariskan

19/01/2026  ❘  18:30 WIB • Riau
Bagikan :
Graduasi Mandiri PKH, Ada 237 Keluarga di Kepulauan Meranti Memilih Mandiri: Bukti Kemiskinan Bisa Diakhiri, Bukan Diwariskan

Syahroma, warga Dusun I, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi yang menyatakan graduasi mandiri karena ekonomi keluarga yang sudah mampu. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menampakkan hasil yang menggembirakan. Perlahan namun pasti, sejumlah keluarga yang sebelumnya bergantung pada bantuan sosial kini mampu berdiri di atas kaki sendiri. Sebuah capaian yang menjadi penanda bahwa program pemberdayaan tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga menumbuhkan kemandirian.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 237 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kepulauan Meranti secara resmi melakukan graduasi mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka memilih keluar dari kepesertaan bantuan sosial bukan karena dicoret, melainkan karena telah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Data tersebut dicatat oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari total 18.949 KPM penerima bantuan sosial PKH saat ini, ratusan keluarga dinyatakan telah mengalami peningkatan kesejahteraan yang signifikan.

Ratusan KPM yang melakukan graduasi mandiri itu tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebelumnya, mereka merupakan penerima bantuan sosial pemerintah melalui PKH, sebuah program nasional yang bertujuan membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.

Keputusan para KPM untuk keluar dari kepesertaan PKH menjadi cerminan perubahan kondisi sosial ekonomi di tingkat keluarga. Dengan penghasilan yang mulai stabil dan kebutuhan dasar yang dapat dipenuhi secara mandiri, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.

Bagi pemerintah daerah, graduasi mandiri ini menjadi indikator positif keberhasilan program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan secara berkelanjutan. Bantuan sosial tidak berhenti sebagai santunan, tetapi menjadi jembatan bagi masyarakat untuk bangkit dan mandiri.

Ke depan, pemerintah daerah berharap capaian ini terus meningkat, sehingga bantuan sosial dapat semakin tepat sasaran dan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Sementara bagi para KPM yang telah graduasi mandiri, langkah keluar dari bantuan sosial menjadi awal baru menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan berdaya.

Di balik angka ratusan KPM yang berhasil graduasi mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH), ada kerja panjang para pendamping sosial yang tak hanya menjalankan administrasi, tetapi juga menanamkan harapan dan kesadaran.

Salah satunya adalah Sasli Afandi, pendamping sosial PKH di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk wilayah Kecamatan Tebing Tinggi. Ia menuturkan, tugas pendamping PKH tidak sebatas memastikan bantuan tersalurkan, melainkan juga memotivasi para KPM agar suatu hari bisa “mentas” dari ketergantungan bantuan sosial.

Sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Sosial, setiap pendamping PKH ditargetkan mampu mendorong minimal 10 KPM untuk graduasi setiap tahun. Graduasi ini menjadi indikator keberhasilan program, sekaligus upaya pengurangan kepesertaan secara bertahap.

“PKH memang ditarget Kemensos minimal 10 KPM graduasi per pendamping setiap tahun. Karena bantuan ini ada batas waktunya, maksimal enam tahun. Di sela-sela masa itu, KPM didorong agar bisa keluar secara mandiri,” ujar Sasli.

Di Kepulauan Meranti sendiri, terdapat 63 pendamping PKH. Jika merujuk target ideal, seharusnya terdapat sekitar 630 KPM yang mampu graduasi. Namun di lapangan, target tersebut tidak sepenuhnya tercapai karena berbagai kendala sosial dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

Dalam setiap pertemuan rutin bersama KPM, para pendamping menyampaikan lima modul utama, yakni kesehatan, gizi dan pencegahan stunting, ekonomi, perlindungan serta pengasuhan anak dan pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Modul-modul ini menjadi bekal untuk mengubah pola pikir dan perilaku hidup keluarga penerima bantuan.

“Saat pertemuan, kami banyak memberikan motivasi. Mulai dari pola hidup sehat, pengelolaan ekonomi keluarga, sampai dorongan agar punya usaha kecil sebagai bagian dari program pemberdayaan sosial ekonomi,” tutur Sasli.

Pendamping juga menganjurkan KPM yang dinilai sudah mampu untuk mundur secara sukarela dari program PKH. Meski demikian, para pendamping tidak memiliki kewenangan untuk mencoret kepesertaan secara sepihak.

“Mungkin dari motivasi itu, ada yang merasa sudah cukup dan akhirnya sadar untuk keluar. Tapi tidak sedikit juga yang masih enggan, meskipun kondisi ekonominya sebenarnya sudah membaik,” tambahnya.

Meski capaian graduasi belum sepenuhnya sesuai target, Sasli menegaskan bahwa 237 KPM yang graduasi mandiri pada tahun 2025 merupakan tonggak penting bagi Kepulauan Meranti.

“Ini berarti 237 keluarga telah naik kelas, menjadi lebih mandiri, dan berhasil keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Graduasi mandiri adalah bukti bahwa kemiskinan bisa diakhiri, bukan diwariskan,” tegasnya.

Sasli juga membagikan kisah unik dari lapangan. Salah satunya datang dari Maryani, seorang KPM asal Kecamatan Tebingtinggi. Dengan kesadaran tinggi, Maryani justru meminta agar dirinya dikeluarkan dari kepesertaan PKH.

“Ada KPM yang kesadarannya luar biasa. Setelah diberikan motivasi, ia meminta sendiri untuk keluar dari PKH. Tapi kami belum mengakomodir karena menurut penilaian, kondisinya masih rentan. Masih punya anak kecil, rumah belum layak, bahkan dapur pun belum ada,” ungkap Sasli.

Permintaan Maryani akhirnya ditahan oleh pendamping demi menjaga objektivitas dan keberlanjutan perlindungan sosial. Menurut Sasli, memaksakan graduasi pada keluarga yang masih rentan justru berisiko menimbulkan masalah baru.

“Kalau kemiskinannya masih bertahan dan kita keluarkan, itu justru kesalahan kami. Tapi sikap seperti Maryani ini jauh lebih baik dibanding ada keluarga yang rumahnya besar, ekonominya sudah mapan, tapi belum juga punya kesadaran untuk keluar,” ujarnya.

Kisah-kisah seperti ini menunjukkan bahwa graduasi mandiri bukan sekadar angka statistik. Ia adalah proses panjang membangun kesadaran, kejujuran, dan keberanian untuk melepaskan ketergantungan, demi masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.

Kesadaran untuk keluar dari jerat ketergantungan bantuan sosial perlahan tumbuh di Kabupaten Kepulauan Meranti. Salah satunya datang dari Syahroma, warga Dusun I, Desa Banglas, yang sehari-hari mengais rezeki dengan berjualan makohe saus, makanan khas yang mulai diminati masyarakat sekitar.

Syahroma menjadi salah satu KPM yang dengan sukarela menyatakan graduasi mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH). Keputusan itu diambil bukan karena paksaan, melainkan lahir dari kesadaran dan perubahan kondisi ekonomi keluarganya.

Pendamping PKH, Firdaus, menuturkan bahwa Syahroma sebenarnya baru sekitar satu tahun terdaftar sebagai penerima PKH dan bahkan baru sekali menerima bantuan dari pemerintah. Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang digelutinya menunjukkan perkembangan positif hingga mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

“Motivasi keluarga Syahroma untuk keluar dari PKH karena ia merasa masih banyak keluarga lain yang lebih membutuhkan. Selain itu, selama kepesertaan PKH, ia baru sekali menerima bantuan dan saat ini kondisi ekonominya sudah cukup baik,” ujar Firdaus.

Keputusan Syahroma dinilai sebagai contoh nyata keberhasilan pendampingan sosial yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada penumbuhan kesadaran dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kepulauan Meranti, Rokhaizal, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada para pendamping PKH yang telah bekerja maksimal mendampingi dan meyakinkan keluarga penerima manfaat untuk berani melangkah menuju kemandirian.

“Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 237 KPM telah melakukan graduasi mandiri. Mereka secara sadar menyatakan keluar dari program PKH karena merasa sudah tidak membutuhkan bantuan lagi,” ungkap Rokhaizal.

Ia menambahkan, graduasi mandiri menjadi hal penting untuk menjaga keadilan sosial, mengingat kuota bantuan PKH tidak bertambah setiap tahunnya.

“Kami berharap kesadaran seperti ini terus tumbuh. Keluarga yang sudah mampu bisa digilir dan digantikan oleh keluarga lain yang benar-benar membutuhkan, sehingga tidak terjadi kesenjangan,” pungkasnya.

Kisah Syahroma menjadi bukti bahwa bantuan sosial sejatinya bukan tujuan akhir, melainkan jembatan menuju kemandirian, tempat di mana kemiskinan perlahan ditinggalkan, bukan diwariskan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Graduasi Mandiri PKHKepulauan MerantiKemiskinanSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • 300 Ribu Warga Kota Pekanbaru Bisa Berobat Cukup dengan KTP

    300 Ribu Warga Kota Pekanbaru Bisa Berobat Cukup dengan KTP

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 17:47 WIB
  • Plt Gubri SF Hariyanto: Izin Pertambangan Rakyat Hanya untuk Koperasi, Bukan Perusahaan!

    Plt Gubri SF Hariyanto: Izin Pertambangan Rakyat Hanya untuk Koperasi, Bukan Perusahaan!

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 16:35 WIB
  • Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Riau Perkuat Koordinasi Kendalikan Harga Tiket Pesawat

    Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Riau Perkuat Koordinasi Kendalikan Harga Tiket Pesawat

    Ekonomi •
    19/01/2026 ❘ 15:23 WIB
  • Pemprov Riau Siapkan Regulasi Pengelolaan Pertambangan Rakyat di Kuantan Singingi

    Pemprov Riau Siapkan Regulasi Pengelolaan Pertambangan Rakyat di Kuantan Singingi

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 14:41 WIB
  • Sekdaprov Syahrial Abdi Beberkan 3 Sektor Unggulan Provinsi Riau Jadi Fokus 2026

    Sekdaprov Syahrial Abdi Beberkan 3 Sektor Unggulan Provinsi Riau Jadi Fokus 2026

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 13:44 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan