Ini Daftar Komisaris dan Direksi PT Transportasi Gas Indonesia, Jadi Sorotan Gara-gara Pipa Gas Meledak Bikin Produksi Minyak Blok Rokan Melorot
Jajaran Dewan Direksi PT Transportasi Gas Indonesia (Transgasindo) anak perusahaan PT PGN Tbk (PGAS). Foto: Websiite TGI
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo kini menjadi sorotan. Kasus terbakar dan meledaknya pipa distribusi gas yang dikelola perusahaan di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat (2/1/2026) lalu, bikin banyak pihak kelimpungan.
Terbakarnya instalasi vital negara itu, menyebabkan produksi minyak di Wilayah Kerja Rokan yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) anjlok. Lifting minyak nasional pun terusik gara-gara kejadian di awal tahun baru 2026 tersebut.
Selain itu, insiden yang hingga kini belum diungkap penyebabnya, membuat distribusi gas di wilayah Sumatera khususnya Riau terganggu secara sistemik.
Kerugian lainnya yakni rusaknya sebanyak 10 kendaraan (truk dan sepeda motor) milik masyarakat. Ada 3 unit bangunan yang ikut terbakar, termasuk 10 orang warga mengalami luka.
Corporate Secretary PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) Emil Ismail menyebut perbaikan dampak terbakarnya pipa gas memakan waktu setidaknya selama 5 hari. Itu artinya, besok Rabu (7/1/2026) diharapkan proses perbaikan pipa bisa tuntas.
Daftar Bos PT Transportasi Gas Indonesia
Dikutip dari laman perusahaan, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo didirikan pada tahun 2002 sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Medco LNG Indonesia dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (YKPP PGN).
Adapun YKPP PGN memiliki porsi kepemilikan terkecil hanya sekitar 0,13 persen atau sebanyak 1.718 lembar saham. Kemudian PT Medco LNG Indonesia memiliki komposisi saham sebesar 40 persen atau sebanyak 542.749 lembar saham.
Sementara, BUMN sub holding gas Pertamina yakni PT PGN Tbk (PGAS) memiliki saham terbesar sebanyak 59,87 persen atau 812.400 lembar saham.
Karena kepemilikan saham patungan, jajaran direksi dan komisaris PT TPI pun diisi oleh sejumlah pejabat dari internal PT PGN dan PT Medco.
Berikut Dewan Direksi PT Transportasi Gas Indonesia:
Direktur Utama: Anak Agung Putu Bagus Putra
Diangkat sebagai Direktur Utama berdasarkan Circular Resolution dari Pemegang Saham No. 172.CR-SH/CS-PD/03.2022. Sebelumnya Anak Agung menjabat Direktur Engineering PT Transportasi Gas Indonesia (2021-2022).
Direktur Keuangan dan Administrasi: Sahat Parlindungan Simarmata
Diangkat sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi berdasarkan Circular Resolution dari Pemegang Saham No. 436.C-SH/CS-PD/05.2021. Sebelumya Sahat merupakan Direktur Keuangan dan Administrasi PT PGN LNG (2017-2021).
Direktur Engineering: Ibnu Asturrachman
Diangkat sebagai Direktur Utama berdasarkan Circular Resolution dari Pemegang Saham No. 448.CR-SH/CS-PD/06.2023. Ia pernah menjadi Kepala Divisi Project Control & Cost Management, PT PGN (2021-2023)
Direktur Operasi: Muhammad Zulkifli
Diangkat sebagai Direktur Operasi berdasarkan Sirkuler No. 672.EXT/CS-PD/11.2024 efektif sejak 29 November 2024. Sebelumnya ia duduk sebagai Vice President-Operations Offshore PT Medco Energi Indonesia Tbk pada Juni 2023-November 2024
Direktur Pengembangan: Kemal Rachmaputra
Diangkat sebagai Direktur Pengembangan Usaha berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) tertanggal 5 Juli 2023, efektif sejak 1 Agustus 2023. Sebelumnya Kemal merupakan Sr. Manager Commercial Medco E&P Indonesia (2017-2023).
Berikut daftar Dewan Komisaris PT Transportasi Gas Indonesia:
Komisaris Utama: Redy Ferryanto
Diangkat sebagai Komisaris Utama berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sirkuler, efektif mulai 1 November 2019. Ia pernah bergabung sebagai Tim Tenaga Ahli Menteri ESDM sejak tahun 2021. Tedy juga sempat menjadi Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (2019-2021)
Wakil Komisaris Utama: Ronald Gunawan
Diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama berdasarkan Sirkuler No. 615. CR-SH/CS-PD/08.2023 tertanggal 4 September 2023. Sebelumnya ia merupakan Komisaris PT Transportasi Gas Indonesia (2022-2023).
Ronald juga pernah menjabat sebagai Director & COO PT Medco Energy Internasiona Tbk, Jakarta Indonesia sejak 2015.
Komisaris: Arudji Wahyono
Diangkat sebagai Komisaris sejak 7 September 2020 berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Sirkuler. Ia pernah menjadi Komisaris PT Patra Jasa (Februari 2020-November 2020). Sebelumnya Arudji berkarir di PT Caltex Pacific Indonesia/ PT Chevron Pacific Indonesia (1989- 2016).
Komisaris: Amri Siahaan
Diangkat sebagai Komisaris berdasarkan Sirkuler No. 504.CR-SH/CS-PD/08.2025 tanggal 26 Agustus 2025, efektif per 16 September 2025. Ia merupakan Director, Chief Administrative Officer, PT Medco Energi Internasional Tbk sejak 2015. Sebelumnya, Amri Siahaan merupakan VP Government Affairs and Business Support, Premier Oil (2011-2015)
Komisaris: Yudi Yudhawan
Diangkat sebagai Komisaris berdasarkan Sirkuler No. 224. CR-SH/CS-PD/04.2024 tertanggal 17 April 2024. Sebelumnya ia menjabat sebagai Komisaris PT Nusantara Regas (2022-2024). Ia berlatar belakang birokrat, terakhir bertugas sebagai Penata Kelola Perusahaan Negara Madya sebagai Koordinator pada Keasdepan Manajemen SDM BUMN, Kementerian BUMN (2020).
Produksi Minyak Blok Rokan Terganggu
Bocor dan meledaknya pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo pada ruas Gressik-Duri di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat (2/1/2026) lalu, tak hanya menimbulkan kerugian materil pada kerusakan properti masyarakat dan korban luka. Namun, insiden pada objek vital nasional tersebut juga berdampak sistemik pada produksi minyak nasional.
Diketahui, pasokan gas diperlukan untuk operasional produksi minyak di Blok Rokan, ladang minyak andalan republik ini. Produksi minyak wilayah kerja migas yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut pun anjlok.
"PHR sebagai produsen dan pengguna energi bergantung pada infrastruktur gas seperti pipa PT TGI (Transgasindo) yang terbakar. Sehingga jika ada gangguan pasokan gas, berarti terjadi potensi gangguan pada operasional. Efeknya lifting minyak nasional akan terganggu," kata sumber SabangMerauke News di Kementerian ESDM, Senin (5/1/2026).
Sebelumnya, Corporate Secretary PT Transgasindo Emil Ismail menyebut, pasca ledakan pipa, distribusi gas khususnya wilayah Riau pun dibatasi. Mengingat suplai gas hanya dari EMP Bentu. Namun Emil tidak merinci pihak-pihak yang mendapat imbas signifikan akibat pipa gas yang meledak.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pasca insiden pipa gas PT Transgasindo meledak, terjadi potensi penurunan signifikan produksi minyak Blok Rokan. Bahkan, penurunan produksi pada wilayah kerja Rokan disebut mencapai 30 ribu barel per hari (bph).
Corporate Secretary PT PHR, Eviyanti Rofraida tidak menjelaskan detil dampak penurunan produksi minyak Blok Rokan akibat terbakarnya piga gas PT Transgasindo. Namun, Eviyanti mengakui PT PHR mendapat pasokan gas dari PT Transgasindo untuk mendukung operasi perusahaan.
"Pasokan gas tersebut digunakan untuk mendukung operasi PHR, khususnya pembangkit listrik untuk sumur-sumur minyak serta fasilitas operasi lain dan pembangkit uap untuk operasi Lapangan Duri," kata Eviyanti dalam keterangan tertulis diterima SabangMerauke News, Senin kemarin.
Eviyanti menyatakan PT PHR terus berkoordinasi dengan PT TGI untuk memantau perkembangan perbaikan pipa gas yang bocor dan mitigasi guna meminimalkan dampak terhadap kegiatan produksi migas.
"Pertanyaan lebih jauh mengenai penyebab kebocoran pipa maupun perkembangan proses perbaikan pipa tersebut dan juga penanganan terkait kerugian yang timbul, dipersilakan untuk menghubungi langsung pihak TGI sebagai pengelola jaringan pipa gas tersebut," terang Eviyanti.
Profil dan Kepemilikan Saham PT Transgasindo
Dikutip dari laman perusahaan, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo didirikan pada tahun 2002 sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Medco LNG Indonesia dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (YKPP PGN).
PT Transgasindo memiliki dan mengelola jaringan pipa gas bumi di Indonesia dengan total jaringan pipa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Perusahaan ini menjalankan bisnis dengan fokus pada transportasi gas bumi untuk pasar domestik yaitu Sumatra dan Batam serta pasar internasional seperti Singapura.
Alur pipanisasi gas yang dikelola PT Transgasindo terdiri atas 2 ruas, yakni ruas Grissik-Duri dan Grissik-Singapura.
Adapun titik kebakaran dan ledakan pipa yang terjadi ruas Grissik-Duri. Objek vital nasional pada ruas Grissik-Duri mencakup pipa sepanjang 536 kilometer dengan ukuran diameter pipa 28 inchi. Adapun kapasitas pipa pada kondisi free flow yakni 310 MMSCFD dan dalam posisi maksimum mencapai 427 MMSCFD.
Keberadaan ruas Grissik-Duri didukung oleh 2 stasiun kompresor yang berada Sekernan dan Belilas, Indragiri Hulu, Riau. Serta terdapat 22 sectional valve (SV).
Ruas Grissik-Duri mencakup 6 stasiun meter ultrasonic meliputi Tempino, Duri I, Duri II, EHK Perawang, PLN Duri, dan PLTGU Koto Gasib. Serta terdapat 6 stasiun meter orifis yakni uel Gas Sekernan, Fuel Gas Belilas, Fuel Gas Jabung, Seberida, Pertagas Koto Gasib, Minas Lama. Selain itu, perusahaan ini juga menyuplai 8 shippers yakni ertamina Hulu Rokan, Energasindo Heksa Karya, PLN (Persero), PLN EPI, Pertamina Gas Negara, Kilang Pertamina Internasional, Pertamina Gas, Pertamina (Persero).
Sementara itu, ruas Grissik-Singapura memiliki pipa gas sepanjang 468 kilometer dengan diameter 28 inchi. Kapasitas pipa pada kondisi free flow sebesar 401 MMSCFD dan kondisi maksimum sebesar 465 MMSCFD.
Operasi ruas Grissik-Singapura didukung oleh stasiun kompresor Jabung dan 6 sectional valve (SV). Terdapat juga 4 stasiun meter ultrasonic berada di Simpang Abadi, PGN Panaran, Pemping, PLNB Pemping.
Distribusi pipa menyuplai ke 5 shippers, terdiri dari Medco EP Grissik, Petrochina International Jabung, PLN Batam, Pertamina Gas Negara, Energasindo Heksa Karya. Ruas Grissik-Singapura terhubung dengan pipa gas bawah laut. Dimana radar pengawas jalur pipa bawah laut berada di stasiun Panaran, Batam.
Kerugian dan Korban Pipa Gas Meledak
Pipa gas yang dikelola PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo terbakar dan meledak di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat (2/1/2026) lalu. Akibat insiden tersebut, suplai gas ke wilayah Sumatera mengalami gangguan sistemik.
Selain itu, ledakan dan kebakaran pipa gas juga menyebabkan sejumlah orang terluka dan kerusakan sejumlah properti milik masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Dilaporkan, ada sebanyak 10 orang yang mengalami luka. Rinciannya 6 orang menderita luka bakar dan 4 orang lainnya menderita luka ringan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api yang membumbung tinggi.
Selain itu, kebakaran hebat ini menyebabkan 5 unit truk dan lima sepeda motor terbakar. Kendaraan tersebut sedang terparkir di kios pinggir jalan lintas Sumatera hangus terbakar karena jaraknya yang sangat dekat dengan pusat ledakan.
Kobaran api juga menghanguskan 3 unit bangunan usaha milik warga, yang terdiri dari sebuah bengkel ban, tempat pencucian motor, dan bangunan penampungan buah sawit. Tanaman kelapa sawit milik masyarakat juga rusak karena api.
Ketinggian Api Capai 15 Meter
Diwartakan sebelumnya, ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengakibatkan sedikitnya sepuluh orang warga mengalami luka-luka. Kejadian yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) sore tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di sekitar lokasi kejadian.
Arus lalu lintas yang menghubungkan Provinsi Riau dan Jambi sempat ditutup total demi keamanan saat api masih menyembur ke udara.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menjelaskan bahwa insiden bermula pada Jumat sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga mendengar suara dentuman keras. Tak lama setelahnya, api menyembur hingga ketinggian 15 meter akibat adanya kebocoran pada pipa gas bawah tanah tersebut.
"Sebagai langkah antisipasi, petugas dari Polsek Kemuning dan Polres Inhil segera melakukan pengamanan di lokasi dan meminta masyarakat agar tidak mendekat," ujar Anom.
Pihak berwenang bersama teknisi terkait juga langsung melakukan penyekatan aliran gas untuk menghentikan semburan api.
Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Budi Winarko mengatakan saat ini tim kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti kebocoran pipa milik PT TGI.
"Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lain di balik musibah ini," kata Budi. (R-05)

