Profil dan Pemilik Saham PT Transgasindo Anak Perusahaan PGN Tbk yang Pipa Gasnya Meledak di Riau, Penyuplai Gas Sampai ke Singapura
Pipa gas yang dikelola PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo terbakar dan meledak di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat (2/1/2026) lalu. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Pipa gas yang dikelola PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo terbakar dan meledak di Desa Batu Ampar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat (2/1/2026) lalu. Akibat insiden tersebut, suplai gas ke wilayah Sumatera mengalami gangguan sistemik.
Selain itu, ledakan dan kebakaran pipa gas juga menyebabkan sejumlah orang terluka dan kerusakan sejumlah properti milik masyarakat di sekitar lokasi kejadian. Dilaporkan, ada sebanyak 10 orang yang mengalami luka. Rinciannya 6 orang menderita luka bakar dan 4 orang lainnya menderita luka ringan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api yang membumbung tinggi.
Selain itu, kebakaran hebat ini menyebabkan 5 unit truk dan lima sepeda motor terbakar. Kendaraan tersebut sedang terparkir di kios pinggir jalan lintas Sumatera hangus terbakar karena jaraknya yang sangat dekat dengan pusat ledakan.
Kobaran api juga menghanguskan 3 unit bangunan usaha milik warga, yang terdiri dari sebuah bengkel ban, tempat pencucian motor, dan bangunan penampungan buah sawit. Tanaman kelapa sawit milik masyarakat juga rusak karena api.
Profil PT Transgasindo dan Kepemilikan Saham
Dikutip dari laman perusahaan, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) atau Transgasindo didirikan pada tahun 2002 sebagai perusahaan patungan antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Medco LNG Indonesia dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai dan Pensiunan PGN (YKPP PGN).
Adapun YKPP PGN memiliki porsi kepemilikan terkecil hanya sekitar 0,13 persen atau sebanyak 1.718 lembar saham. Kemudian PT Medco LNG Indonesia memiliki komposisi saham sebesar 40 persen atau sebanyak 542.749 lembar saham. Sementara, BUMN sub holding gas Pertamina yakni PT PGN Tbk (PGAS) memiliki saham terbesar sebanyak 59,87 persen atau 812.400 lembar saham.
PT Transgasindo memiliki dan mengelola jaringan pipa gas bumi di Indonesia dengan total jaringan pipa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Perusahaan ini menjalankan bisnis dengan fokus pada transportasi gas bumi untuk pasar domestik yaitu Sumatra dan Batam serta pasar internasional seperti Singapura.
Alur pipanisasi gas yang dikelola PT Transgasindo terdiri atas 2 ruas, yakni ruas Grissik-Duri dan Grissik-Singapura.
Adapun titik kebakaran dan ledakan pipa yang terjadi ruas Grissik-Duri. Objek vital nasional pada ruas Grissik-Duri mencakup pipa sepanjang 536 kilometer dengan ukuran diameter pipa 28 inchi. Adapun kapasitas pipa pada kondisi free flow yakni 310 MMSCFD dan dalam posisi maksimum mencapai 427 MMSCFD.
Keberadaan ruas Grissik-Duri didukung oleh 2 stasiun kompresor yang berada Sekernan dan Belilas, Indragiri Hulu, Riau. Serta terdapat 22 sectional valve (SV).
Ruas Grissik-Duri mencakup 6 stasiun meter ultrasonic meliputi Tempino, Duri I, Duri II, EHK Perawang, PLN Duri, dan PLTGU Koto Gasib. Serta terdapat 6 stasiun meter orifis yakni uel Gas Sekernan, Fuel Gas Belilas, Fuel Gas Jabung, Seberida, Pertagas Koto Gasib, Minas Lama. Selain itu, perusahaan ini juga menyuplai 8 shippers yakni ertamina Hulu Rokan, Energasindo Heksa Karya, PLN (Persero), PLN EPI, Pertamina Gas Negara, Kilang Pertamina Internasional, Pertamina Gas, Pertamina (Persero).
Sementara itu, ruas Grissik-Singapura memiliki pipa gas sepanjang 468 kilometer dengan diameter 28 inchi. Kapasitas pipa pada kondisi free flow sebesar 401 MMSCFD dan kondisi maksimum sebesar 465 MMSCFD.
Operasi ruas Grissik-Singapura didukung oleh stasiun kompresor Jabung dan 6 sectional valve (SV). Terdapat juga 4 stasiun meter ultrasonic berada di Simpang Abadi, PGN Panaran, Pemping, PLNB Pemping.
Distribusi pipa menyuplai ke 5 shippers, terdiri dari Medco EP Grissik, Petrochina International Jabung, PLN Batam, Pertamina Gas Negara, Energasindo Heksa Karya. Ruas Grissik-Singapura terhubung dengan pipa gas bawah laut. Dimana radar pengawas jalur pipa bawah laut berada di stasiun Panaran, Batam.
Ketinggian Api Capai 15 Meter
Diwartakan sebelumnya, ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengakibatkan sedikitnya sepuluh orang warga mengalami luka-luka. Kejadian yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) sore tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di sekitar lokasi kejadian.
Arus lalu lintas yang menghubungkan Provinsi Riau dan Jambi sempat ditutup total demi keamanan saat api masih menyembur ke udara.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menjelaskan bahwa insiden bermula pada Jumat sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga mendengar suara dentuman keras. Tak lama setelahnya, api menyembur hingga ketinggian 15 meter akibat adanya kebocoran pada pipa gas bawah tanah tersebut.
"Sebagai langkah antisipasi, petugas dari Polsek Kemuning dan Polres Inhil segera melakukan pengamanan di lokasi dan meminta masyarakat agar tidak mendekat," ujar Anom.
Pihak berwenang bersama teknisi terkait juga langsung melakukan penyekatan aliran gas untuk menghentikan semburan api.
Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Budi Winarko mengatakan saat ini tim kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti kebocoran pipa milik PT TGI.
"Penyelidikan mendalam terus dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau faktor teknis lain di balik musibah ini," kata Budi. (R-05)

