Usai Viral di Medsos karena Menu MBG Tak Layak dan 'Membagongkan', Pengurus SPPG di Bangko Pusako Rohil Minta Maaf ke Wali Murid
Koordinator Kecamatan (Korcam) BGN Bangko Pusako dan pihak Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) setempat meminta maaf kepada para wali murid. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang viral di media sosial akhirnya direspon oleh dapur penyedia makanan. Koordinator Kecamatan (Korcam) BGN Bangko Pusako dan pihak Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) setempat meminta maaf kepada para wali murid.
Menu MBG untuk sekolah di Bangko Pusako menjadi sorotan. Di media sosial, netizen mencak-mencak dan menyebut menu yang disiapkan untuk siswa tak layak dan 'membagongkan'.
Koordinator Kecamatan (Korcam) BGN Bangko Pusako, Dimas Malik Suryanda menyatakan, pihaknya telah bertemu dengan wali murid yang memprotes menu MBG tersebut
“Alhamdulillah kami sudah diskusi dengan wali murid bernama Dwi Ayu Lestari. Diskusi hangat seperti keluarga dan pembahasannya mengenai MBG agar tetap berjalan dengan baik," kata Dimas melalui pesan WhatsApp pada Kamis (11/12/2025).
Dimas menjelaskan, pihaknya telah menerima saran dan masukan yang baik dari wali murid untuk perbaikan ke depan.
"Kami dari pihak SPPG menerimanya sebagai bentuk perbaikan dan pembenahan di dapur. Ujungnya semua ini masalah komunikasi saja, Pak,” ujar Dimas.
Pemilik akun Facebook Dwi Ayu Lestari, menyampaikan bahwa pihak SPPG telah meminta maaf dan berkomitmen untuk melakukan pembenahan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Alhamdulillah mereka akan berbenah pak, dan meminta maaf kepada wali murid, supaya hal ini pun tidak akan terulang lagi di buat mereka bg, supaya tidak asal2 saja mereka menjalankan amanah MBG ini," kata Dwi saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, unggahan di media sosial yang menjadi viral menilai bahwa menu MBG yang disajikan tidak layak konsumsi, sehingga memicu kritik luas dari masyarakat. Peristiwa ini sempat menjadi sorotan netizen hingga mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dianggap tidak sesuai dengan tujuan MBG itu sendiri, yaitu memberikan makanan bergizi bagi peserta didik.
Satgas MBG Dinas Pendidikan Rokan Hilir yang juga Kabid TK/Paud, Jumri Mahrum, awalnya menduga menu yang dibahas di media sosial bukan merupakan menu MBG, karena tidak menggunakan ompreng.
“Kalau ini kayaknya bukan menu MBG karena tidak pakai ompreng,” kata Jumri saat dimintai tanggapan melalui WhatsApp, Kamis (11/12/2025).
Wartawan kemudian mengirimkan unggahan dari akun Instagram resmi SPPG Bangko Permata, @sppg_bangko_permata, yang menampilkan bahwa menu MBG untuk hari Rabu adalah bakso dan satu potong semangka, dan memang tidak menggunakan ompreng. Melihat hal itu, Jumri menyatakan akan melakukan pengecekan kepada pihak terkait.
“Yang meresep menu itu ahli gizi. Nanti saya hubungi dulu kepala SPPG-nya ya, Bang. Kita cari tahu dulu ya makanan berkuah itu apakah jadi tambahan,” ujar Jumri.
Setelah mendapatkan klarifikasi dari SPPG, Jumri memastikan bahwa menu tersebut memang bagian dari program MBG dan alasan tidak menggunakan ompreng adalah karena jenis makanannya berkuah.
“Karena makanan berkuah jadi tidak pakai ompreng,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa SPPG juga telah menyampaikan klarifikasi langsung kepada wali murid dan persoalan dinyatakan selesai.
Program MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Pemuda Kuning Berjaya terus menjadi sorotan publik seiring upaya pemerintah daerah memastikan bahwa kualitas dan standar gizi yang diberikan kepada peserta didik berjalan sesuai ketentuan. Berdasarkan penelusuran melalui situs Companyhouse.id yang diakses Kamis (11/12/2025), yayasan tersebut berkantor di Jalan Lobak Gang Damai, Perumahan Widya Lestari, Pekanbaru.
Menu Membagongkan
Sebelumnya diwartakan, sejumlah unggahan warga Rokan Hilir (Rohil) di media sosial Facebook memicu diskusi publik terkait kualitas menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa sekolah. Unggahan tersebut pertama kali diposting oleh akun Dwi Ayu Lestari, yang menampilkan foto menu MBG berisi mie bihun kuah dengan dua butir bakso, beberapa potong cabai, serta sepotong semangka. Dalam unggahan lainnya, tampak menu MBG berupa jajanan kemasan, salak, dan kue sederhana.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (10/12/2025), akun Dwi Ayu Lestari menyebut menu tersebut "membagongkan". Ia lantas meminta pendapat para orang tua terkait kelayakan sajian MBG yang diterima siswa. Unggahan itu kemudian menjadi viral dan mendapat ratusan komentar dari warganet.
Dalam kolom komentar, warganet mempertanyakan standar gizi dan kecukupan porsi. Sejumlah warga menilai sajian tersebut terlalu minim dan jauh dari konsep makan bergizi yang dicanangkan pemerintah. Sebagian lainnya bahkan menyoroti adanya indikasi pelaksanaan program yang tidak sesuai pedoman.
Komentar bermunculan, mulai dari nada kecewa hingga sindiran.
“Harusnya Rp 15 ribu bisa beli nasi Padang, kan?” tulis seorang warganet.
“Apa begini menu yang disebut bergizi?” tulis akun lainnya.
“Kalau cuma jajanan, anak-anak bisa beli sendiri,” tambah warga lain.
Ada pula komentar yang menuding program MBG dijadikan ladang mengeruk keuntungan.
“Selagi MBG berjalan, cuan mengalir bagi oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar warganet bernama Joko Trisno.
Di sisi lain, sebagian warganet merespons dengan lebih moderat, meminta agar orang tua mengarahkan anak untuk menilai kelayakan makanan sebelum dikonsumsi. Namun mayoritas tetap menyayangkan kualitas menu yang beredar.
Dalam komentar, Dwi Ayu Lestari menyebutkan bahwa MBG tersebut berada di wilayah Balam, Kecamatan Bangko Pusako, Rohil. Ia juga menyampaikan bahwa menu serupa ditemukan di beberapa sekolah lain di kawasan tersebut.
“Rata-rata di sekolah sini sama saja menunya,” tulisnya dalam balasan komentar.
Isu ini berkembang menjadi sorotan karena MBG seharusnya memenuhi unsur gizi seimbang, sesuai petunjuk teknis program pangan bergizi untuk siswa. Warganet kini meminta pihak terkait untuk menjelaskan standar penyusunan menu serta memastikan tidak ada penyimpangan dalam penyediaan makanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah, penyedia katering SPPG, maupun dinas terkait di Kabupaten Rokan Hilir.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar program yang dirancang untuk mendukung kesehatan anak didik tidak justru menimbulkan polemik. (R-02/Ilong)

