RS Awal Bros Bagan Batu Klarifikasi Video Viral Usai Dicibir Netizen Lambat Tangani Pasien Kritis
Capture video pasien yang dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Baru. Foto: Facebook
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Pihak Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu memberikan klarifikasi terkait video viral yang menuding pihak rumah sakit lamban menangani seorang pasien yang datang dalam kondisi kritis menggunakan mobil pick-up. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut tidak menggambarkan kejadian sebenarnya.
Manajer Marketing dan Humas RS Awal Bros Bagan Batu, dr. Dwi Okta Lestari kepada Sabangmerauke News, Kamis (20/11/2025), menjelaskan bahwa pasien tiba di depan IGD pada pukul 14.40 WIB dalam keadaan tidak sadar. Petugas keamanan yang melihat kedatangan pasien langsung memanggil tim medis.
“Satu menit setelah pasien tiba, perawat IGD keluar untuk melakukan pemeriksaan awal. Pasien tampak tidak menunjukkan tanda kehidupan, namun tim tetap memobilisasi stretcher untuk membawa pasien ke IGD,” jelas dr. Dwi.
Menurutnya, saat itu ruang IGD dalam kondisi penuh dan sedang dikondisikan agar pasien bisa segera dipindahkan. Namun, pendamping pasien tidak sabar menunggu sehingga merekam situasi tersebut. Menurut Dwi, rekaman yang beredar di media sosial disebut hanya bagian kecil dari total kejadian yang berlangsung sekitar empat menit setelah kedatangan pasien.
“Meski situasi kurang kondusif, dalam kurang dari lima menit petugas berhasil mengevakuasi pasien dari mobil ke dalam IGD. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, pasien dinyatakan sudah meninggal dunia ketika tiba,” ujarnya.
Dwi mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video atau informasi yang tidak lengkap sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
“RS Awal Bros Bagan Batu selalu mengutamakan keselamatan dan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup dr. Dwi.
Dicibir Netizen
Sebelumnya diwartakan, sebuah video yang memperlihatkan seorang warga dalam kondisi kritis, viral di media sosial Facebook. Rekaman video yang diunggah akun Sahabat Bukit Kodok di Facebook itu cepat meluas dan menuai ribuan komentar dari masyarakat sejak Rabu (19/11/2025) kemarin.
Dalam video tersebut, terlihat seorang laki-laki dibawa masuk ke area rumah sakit menggunakan mobil pick up. Namun, warga yang mendampingi merasa pihak medis lamban memberikan penanganan awal.
Sempat terjadi cekcok mulut antara pria yang mengantar pasien dengan petugas rumah sakit. Sang pria mendesak agar pasien langsung ditangani karena kondisinya sangat kritis. Petugas rumah sakit sempat melarang peristiwa itu divideokan.
"Hilangnya jiwa kemanusiaan RS Awal Bros Riau Bagan Batu, tunggu diramaikan masyarakat dulu baru bergerak," tulis akun Sahabat Bukit Kodok tersebut.
Video itu telah ditonton lebih 1,9 juta tayangan. Ribuan netizen ikut berkomentar negatif dan sinis. Warganet mengeritik layanan rumah sakit. Banyak netizen menilai pihak rumah sakit kurang responsif terhadap keadaan darurat.
Beberapa komentar warganet antara lain:
“Rumah sakit harusnya menangani dulu. Urusan surat belakangan. Itu nyawa manusia.”
“Birokrasi berbelit.”
“Ini nyawa manusia, kok dibiarkan aja.”
“Kasihan sekali, nyawa sudah mau habis tapi tak ditangani.”
“Tutup saja kalau begitu.”
Salah satu komentar menyebutkan bahwa korban berasal dari Pirdam. Korban sudah meninggal dunia dan jenazah sudah dibawa pulang serta disemayamkan di jalur 2 Pirdam, Bagan Manunggal, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir.
Sejumlah komentar meminta Bupati atau pihak berwenang melakukan evaluasi terhadap pelayanan RS Awal Bros.
"Tolong diproses petugas yang lalai, bila perlu diganti dengan yang punya hati nurani.”
Kasus ini menjadi pembelajaran penting tentang transparansi serta kualitas layanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat yang berhubungan langsung dengan keselamatan pasien. (R-02/Ilong)

