SPPG Polres Kepulauan Meranti Diresmikan Kapolda Riau, Perkuat Implementasi Program Nasional
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Kepulauan Meranti, Selasa (18/11/2025) pagi. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Kepulauan Meranti, Selasa (18/11/2025) pagi. Fasilitas ini menjadi SPPG ke-10 yang dibangun di jajaran Polda Riau untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman, sehat, dan berkualitas.
Peresmian turut dihadiri Irwasda Polda Riau Kombes Prabowo Santoso, Karo SDM Polda Riau Kombes Annisula Ridha, Dirnarkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira, PKKM Tingkat III Polda Riau Kombes Bahtiar Alfonsi, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Ketua DPRD Kepulauan Meranti H. Khalid Ali, Koordinator Wilayah Program MBG Kepulauan Meranti, Suryani, S.Kom., M.Han serta unsur Forkopimda lainnya seperti Dandim 0303 Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno, Pabung 0303 Bengkalis (Untuk Kepulauan Meranti), Kajari Kepulauan Meranti diwakili Kasi PA PBB Yuridho Fadlin, Danramil 02 Tebing Tinggi Kapten Inf Tarman Sugiarto, Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis (Wilayah kerja termasuk Meranti) Lenny Lasminar, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Polda Riau, katanya, berkomitmen penuh memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar kesehatan nasional.
“Program ini adalah momentum kepedulian sosial. Polda Riau konsisten mendukung pemerintah dalam pemenuhan gizi yang aman dan berkualitas. Aman di sini sama halnya dengan melindungi tuah, menjaga marwah,” ujar Irjen Herry Heryawan di Selatpanjang.
Selanjutnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan bahwa untuk memperkuat pelaksanaan program MBG, Polda Riau juga tengah menyiapkan pengembangan Tabung Harmoni Hijau. Konsep ini merupakan area terpadu yang akan difungsikan sebagai pusat persemaian pohon, peternakan, serta budidaya tanaman pangan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga menegaskan bahwa pengembangan Tabung Harmoni Hijau merupakan bagian dari program tuah menjaga marwah, sebuah konsep yang memastikan setiap proses pemenuhan gizi berjalan aman hingga sampai kepada penerima manfaat.
“Tabung Harmoni Hijau ini adalah bagian dari program tuah menjaga marwah yang kita lihat mulai dari proses awal hingga penerima manfaat. Semua harus berjalan dengan aman dan menghasilkan makanan berkualitas. Artinya, penyiapan bahan pangan menggunakan standar mutu yang baik, sehingga makanan yang dihasilkan bukan hanya bergizi, tetapi juga layak dikonsumsi serta menjamin kesehatan penerima manfaat,” ujar Kapolda.
Di kawasan tersebut nantinya akan tersedia peternakan ayam petelur, aneka buah-buahan, hingga sayur-mayur yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan dapur SPPG.
“Ini adalah salah satu potret bagaimana kita menyiapkan makan bergizi gratis dengan membangun ekosistem pangan mandiri. Bahan makanan seperti telur, sayur, dan lainnya akan kita produksi dari tempat kita sendiri,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan bahwa Tabung Harmoni Hijau juga dirancang menjadi prototype pengembangan pangan berkelanjutan yang terintegrasi dengan koperasi pengelola.
“Kita ingin dapur-dapur SPPG mengambil bahan langsung dari ekosistem ini, yang dikelola koperasi. Ini juga menjadi perhatian Bapak Presiden, bahwa kita harus mampu membangun ekosistem di masyarakat—menciptakan lapangan pekerjaan baru, menggerakkan ekonomi, serta melatih jiwa kewirausahaan di tingkat bawah,” tegas Irjen Herry Heryawan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menambahkan bahwa Tabung Harmoni Hijau juga akan difungsikan sebagai pusat pelatihan bagi personel yang memasuki masa purna tugas. Selain itu, lokasi tersebut akan menjadi tempat menjalani hukuman sosial bagi anggota yang melakukan pelanggaran disiplin.
“Nantinya di situ juga kita latih personel kita yang akan purna atau pensiun. Kemudian, di situ juga kita buatkan sebagai hukuman sosial kepada personel-personel yang melakukan pelanggaran selama satu bulan. Setelah selesai, minimal ada perubahan. Dampaknya bagi kita juga sangat besar dalam konteks menyediakan pangan yang aman dan berkualitas,” tuturnya.
Lebih jauh, Kapolda Riau menegaskan bahwa kehadiran dapur SPPG merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjamin masa depan generasi bangsa, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
“Ini bukan sekadar memberikan makan, tapi investasi bagi generasi bangsa. Memberikan makanan bergizi adalah benih harapan bagi anak-anak di Kepulauan Meranti untuk tumbuh menjadi pemimpin bangsa seperti Pak Bupati. Dulu SPPG belum ada, Pak Bupati sudah bisa luar biasa dengan capaiannya. Apalagi sekarang ada makan gratis—mungkin generasi emas kita sudah bisa memimpin bangsa ini, Republik ini,” tukasnya.
Kapolda juga menjelaskan bahwa SPPG Polres Kepulauan Meranti yang berada di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari merupakan dapur ke-10 dari 15 SPPG yang disiapkan dalam kurun waktu tiga bulan. Seluruhnya merupakan tindak lanjut dari peresmian SPPG tingkat Polda oleh Kapolri di Riau beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kolaborasi antar-instansi perlu terus diperkuat. “Energi ini perlu untuk membangun bangsa, membangun Provinsi Riau dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Kita perlu penguatan sinergitas; tidak bisa bekerja secara parsial. Tujuannya agar generasi emas 2045 dapat kita capai bersama-sama,” ujarnya.
Kapolda menyebutkan, sedikitnya 1.469 penerima manfaat akan mendapatkan layanan makan bergizi dari SPPG Polres Meranti. Ia memastikan akan turun langsung mengecek proses pelaksanaan layanan mulai dari hulu hingga hilir.
“Mulai dari masuknya bahan pangan, proses memasak, packaging, hingga distribusi, semuanya harus sesuai standar. Anak-anak kita harus menerima makanan dengan baik, dan mereka harus merasakan perhatian pemerintah pusat—Presiden Prabowo dalam upaya melahirkan generasi emas 2045,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menegaskan bahwa peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Meranti bukan sekadar peresmian fasilitas baru. Ia menyebut keberadaan SPPG sebagai bentuk komitmen moral Polres Meranti untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto terkait pemenuhan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis.
“Anak-anak yang bergizi baik hari ini adalah penentu keamanan dan kemakmuran bangsa di masa depan. Karena itu, SPPG hadir sebagai wujud nyata pelayanan Polri yang humanis, memastikan tidak ada satu pun anak di wilayah hukum kami yang kehilangan potensi hanya karena kekurangan gizi,” ujar AKBP Aldi.
Ia memaparkan bahwa pembangunan SPPG dimulai dari prosesi groundbreaking pada 13 Juli dan seluruh fasilitas berhasil diselesaikan pada 27 September 2025.
Adapun jumlah penerima manfaat mencapai 1.049 anak, berasal dari 13 lembaga pendidikan, mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).
Menurut Kapolres, capaian ini merupakan hasil dari sinergi banyak pihak.
“Kegiatan ini tidak akan pernah tercapai tanpa sinergi yang kuat antara Polri, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, para guru, kepala sekolah, orang tua murid, serta dukungan tokoh masyarakat. Harapan kami, program ini dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” tuturnya.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kapolda Riau dalam kunjungan silaturahmi ke daerah tersebut. Ia menyebut kehadiran Kapolda Riau menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Kami Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti senantiasa mendukung program Kepolisian Daerah dalam mengayomi dan memberikan perlindungan keamanan kepada masyarakat. Harapan kami, apa yang sudah dilakukan selama ini dapat terus dilanjutkan dan hubungan yang baik dengan Pemerintah Daerah semakin terjaga,” ujar Asmar.
Dalam kesempatan itu, Asmar juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia menyatakan MBG dapat berjalan lancar berkat sinergi semua pihak, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Tanpa komitmen dan dukungan bersama, tentu program penting ini tidak akan terlaksana dengan baik,” tegasnya.
Asmar menyebut MBG bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda. Ketersediaan makanan sehat dan bergizi, katanya, menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
“Dengan adanya program ini, kita ingin memastikan tidak ada lagi anak yang belajar dalam kondisi lapar atau kurang gizi. Sebaliknya, mereka harus tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan,” ungkapnya.
Asmar juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mengawasi pelaksanaan MBG agar makanan yang disajikan benar-benar berkualitas, higienis, dan sesuai kebutuhan gizi anak-anak.
“Saya berharap program ini dapat membantu generasi bangsa mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga mereka tumbuh menjadi generasi emas Indonesia. Semoga program MBG berjalan baik dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat,” tutupnya. (R-01)

