Viral! Guru SD di Kampar Banting Makanan Siang Gratis ke Lantai, Ini Pemicunya
Menu makan siang gratis dibanting oleh seorang guru. Foto: Facebook
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Media sosial dihebohkan oleh tindakan seorang guru yang mencampakkan menu makan siang gratis (MBG). Kejadian tersebut berlangsung di hadapan sejumlah siswa dan guru-guru lainnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi diduga di sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Kampar, Riau pada Senin (10/11/2025) lalu.
Dalam video yang diunggah di akun media sosial Facebook tersebut, terlihat seorang pria diduga guru sedang berada di pintu ruangan. Sejumlah siswa terlihat sedang menunggu pembagian MBG. Ada juga beberapa orang guru perempuan lainnya yang terlibat mendampingi murid.
Sempat terjadi cekcok antara seorang guru perempuan dengan guru laki-laki yang sedang membagikan MBG. Guru perempuan tersebut meminta agar pembagian MBG dilakukan di dalam kelas saja, agar lebih tertib.
Namun, sang guru pria tersebut tampaknya justru emosi. Ia langsung membanting sejumlah paket MBG yang sedang dipegangnya ke lantai selasar luar ruang kelas.
Kejadian tersebut membuat sejumlah guru dan siswa terkejut. Bahkan ada yang berteriak agar peristiwa itu didokumentasikan.
"Foto, foto, video saja," ujar seorang perempuan yang tampaknya kesal dengan kejadian tersebut dilihat dari video pada Rabu (12/11/2025).
Usai peristiwa tak elok itu, guru pria yang membanting makanan menyatakan khawatir paket MBG jika dibagikan di dalam kelas, tidak cukup jumlahnya. Namun, oleh seorang guru perempuan ditimpali lagi.
"Ada 637 jumlahnya," balas guru perempuan tersebut.
Akibat keributan itu, sang guru pria lantas makin emosi. Ia pun menyerahkan semua menu MBG dalam bungkusan plastik ke para guru.
"Ambil, ambil ambilah," kata guru pria tersebut dengan nada marah.
Seorang guru perempuan meresponnya dengan bahasa sejuk, mengingatkan tindakan guru laki-laki tersebut.
"Janganlah begitu, Pak. Kita bagi ke siswa baik-baik, Pak," ujar seorang guru perempuan berkacamata.
Belum ada klarifikasi dari pihak sekolah dan Pemkab Kampar atas kejadian tersebut.
Namun, di kolom komentar akun Facebook @Wixxxx, sejumlah netizen mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian tersebut.
"Guru...tapi kata kata nya tidak mendidik...,tidak sabar...,jangan lah melempar nasi pak Guru...,atau kamu sudah bosan ya...jadi guru," tulis seorang netizen.
"Itu pakai uang negara pak .. yg di beri makan anak2 indonesia ..di lihat masyarakat .jgn sampai di pecat pula," timpal netizen lainnya.
Seorang netizen lain berpendapat masalah tersebut terjadi karena komunikasi yang kurang baik. Ia juga menyalahkan guru perempuan yang dinilainya tidak sabar menunggu pembagian MBG.
"Sepertinya cuma masalah komunikasi yg kurang baik. Salahnya ibu2 gak sabar, ditambah dg omongan yg bikin emosi si bapak (Ndak kan dimakan dek walas nasi ko do). Kesalahan terbesar lagi adalah ketika masalah intern di vidiokan oleh salah seorang guru lalu diviralkan.
Padahal bukan satu guru yg akan kena tapi keluarga besar sekolah tsb akan kena. Ibarat mamacak ayu didulang. Mungkin guru capek dg kondisi ini," komentar netizen lainnya. (R-03)

