Layanan Eazy Paspor, Imigrasi Selatpanjang Jemput Bola di Ujung Negeri
Terlihat beberapa pemohon yang sedang mengurus paspor pada program jemput bola dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Udara pagi di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, terasa berbeda pada Senin (3/11/2025). Di tengah kesibukan warga yang biasanya diwarnai aktivitas kebun dan pelayaran kecil antar pulau, suasana tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah petugas berseragam berwarna Abu-abu tiba membawa perlengkapan elektronik dan spanduk bertuliskan “Ketupat — kedatangan petugas di tempat.”
Program jemput bola dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang itu benar-benar menjadi angin segar bagi masyarakat kepulauan yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang dan biaya besar hanya untuk mengurus paspor. Kali ini, cukup dengan mendaftar melalui tautan Google Form, warga bisa langsung dilayani di desa mereka sendiri.
Sebanyak 30 warga telah mendaftar secara daring, ditambah 10 orang pemohon walk-in yang datang langsung ke lokasi. Proses berjalan tertib dan cepat, dengan petugas yang sigap membantu mulai dari pengambilan foto, sidik jari, hingga verifikasi data.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, Putu Sonny Kharmawi Guna. G, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata akselerasi pelayanan publik yang berkeadilan.
“Program Eazy Passport adalah komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tidak semua warga punya kesempatan datang ke kantor imigrasi karena jarak dan akses transportasi yang terbatas. Karena itu, pelayanan seperti ini justru kami datangkan langsung ke masyarakat,” ujar Sonny.
Tak hanya melayani pembuatan paspor, petugas juga memberikan edukasi tentang penggunaan aplikasi M-Paspor, aplikasi resmi yang mempermudah masyarakat dalam proses pengajuan permohonan paspor—mulai dari pendaftaran akun, unggah dokumen, hingga pemilihan jadwal wawancara dan metode pembayaran.
Sonny menegaskan, program Eazy Passport bukan sekadar layanan sesaat, melainkan strategi berkelanjutan untuk memastikan bahwa masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan tidak tertinggal dalam hal pelayanan publik.
“Kami akan terus memperluas cakupan layanan ke desa-desa lainnya di Kepulauan Meranti. Tujuannya jelas — mendekatkan negara kepada rakyat, bahkan sampai ke pulau-pulau terluar,” tegasnya.
Selain melayani penerbitan paspor, petugas imigrasi juga memberikan informasi terkait tata cara penggunaan aplikasi M-Paspor, aplikasi resmi yang wajib digunakan oleh masyarakat dalam pengajuan permohonan paspor meliputi proses pendaftaran akun, unggah dokumen persyaratan, verifikasi data, pemilihan jadwal, hingga metode pembayaran.
Sonny menegaskan bahwa Kantor Imigrasi Selatpanjang akan terus memperluas cakupan layanan serupa di berbagai desa dan kecamatan lainnya di Kepulauan Meranti.
“Program Eazy Passport adalah komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tidak semua warga memiliki kesempatan datang ke kantor imigrasi karena jarak yang jauh. Dengan kegiatan seperti ini, pelayanan justru datang langsung ke masyarakat,” ujar Putu Sonny.
Di ujung kegiatan, wajah-wajah warga tampak sumringah memegang bukti pendaftaran paspor. Bagi mereka, layanan yang datang langsung ke desa ini bukan sekadar kemudahan administrasi, tapi simbol nyata kehadiran negara di perbatasan—menembus batas laut, jarak, dan waktu. (R-01)

