Klub Dayung Pekanbaru Sepakat Sosok Baru Putra Daerah, Jadi Nahkoda PODSI 2025–2029
Tim Karateker PODSI dalam rapat konsolidasi organisasi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Pekanbaru, di Gedung Sudirman, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Jum'at, 31 Oktober 2025. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Tim Karateker Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Pekanbaru melaksanakan konsolidasi organisasi. Konsolidasi digelar di Gedung Sudirman, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Jum'at, 31 Oktober 2025.
"Ini akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga dayung di Kota Pekanbaru. Bagaimana seruan hati dan aspirasi dari para penggerak dayung yang telah lama berjuang menjaga marwah olahraga air ini di tengah keterbatasan," Ujar Randi Syaputra, kepada SabangMerauke News, Jum'at (31/10/2025) malam.
Dalam forum tersebut, Randi, Ketua Klub Tirtonadi menegaskan bahwa saat ini sudah waktunya seluruh elemen dayung bersatu dalam satu visi perubahan yang nyata. Harapan yang sama juga disampaikan para perwakilan klub terhadap masa depan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Pekanbaru.
“Perlu kita gaungkan, deklarasikan, dan sadari bersama, bahwa calon Ketua PODSI Kota Pekanbaru untuk masa bakti 2025–2029 haruslah Putra daerah yang berdomisili di Pekanbaru," tegas Randi.
Randi mempertegas, untuk membesarkan PODSI di Pekanbaru, dibutuhkan pemimpin yang betul-betul peduli terhadap atlet, bukan hanya di atas kertas, tetapi hadir di tengah perjuangan mereka.
"Pemimpin yang mau turun langsung, mengerti keringat dan semangat para atlet, bukan sekadar hadir dalam rapat atau seremoni semata," tukasnya.
Pandangan senada juga disampaikan oleh Fredy dari Klub Tirta Siak, yang menekankan pentingnya langkah konkret dalam pembinaan olahraga dayung, bukan hanya wacana.
“Kita perlu adanya kalender event tahunan agar kegiatan dayung di Pekanbaru terus hidup dan berkembang," ujar Fredy.
Fredy mengatakan PODSI harus mampu memfasilitasi kebutuhan dasar klub, memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang, serta memberikan penghargaan yang layak bagi para atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Pekanbaru. Menurutnya, setiap klub harus saling bersinergi ketika mengadakan kegiatan, saling mendukung agar olahraga ini makin dikenal masyarakat.
Sementara itu, Eka dari Klub Danau Buatan menyoroti pentingnya memperluas partisipasi dalam pembinaan, terutama dengan membuka peluang lebih besar bagi atlet perempuan.
“Kami berharap event yang akan dilaksanakan oleh PODSI maupun dari klub, nantinya juga menambah kategori khusus putri. Nomor putri ini merupakan peluang besar untuk prestasi yang bisa menjadi aset berharga bagi PODSI Kota Pekanbaru. Potensi atlet putri kita luar biasa, dan mereka layak mendapatkan ruang yang sama untuk berkembang,” ujar Eka.
Konsolidasi organisasi ini dihadiri oleh 11 klub dayung yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) definitif. 11 klub tersebut telah menyampaikan suara bulat, bahwa Kota Pekanbaru membutuhkan sosok baru untuk menahkodai PODSI. (R-03)

