Mengapa 135 Siswa SMAN Plus Provinsi Riau Mendadak Jatuh Sakit secara Massal?
Sebanyak 135 orang siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau jatuh sakit secara massal. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sebanyak 135 orang siswa SMA Negeri Plus Provinsi Riau jatuh sakit secara massal. Kondisi ini terungkap dalam kunjungan Dewan Pendidikan Provinsi Riau ke sekolah tersebut pada akhir pekan lalu.
Para siswa mengalami sakit dengan diagnosis terserang batuk, pilek dan demam tinggi. Kondisi ini menyebabkan orangtua para siswa cemas.
Anggota Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Syafrudin menyatakan, pihaknya langsung turun ke sekolah unggulan Pemprov Riau tersebut untuk mendapatkan infomasi yang akurat tentang peristiwa yang terjadi. Total siswa di SMAN Plus Provinsi Riau mencapai 567 siswa dan sebanyak 135 orang mengalami sakit.
"Kami mempertanyakan sejak kapan dan apa penyebab begitu banyak siswa uang jatuh sakit. Kami juga telah mendapatkan informasi yang sama dari beberapa orangtua siswa yang khawatir kesehatan anak mereka,’’ kata Syafrudin dikutip Selasa (28/10/2025).
Lantas apa penyebab ratusan siswa SMAN Plus Provinsi Riau jatuh sakit secara massal?
Dalam pertemuan Dewan Pendidikan Riau dengan jajaran pimpinan SMAN Plus Provinsi Riau, terungkap para siswa mulai terjangkit sakit sejak adanya Lomba Ketangkasan Baris Berbaris Komando (LKBB Komando). Kegiatan ini berlangsung 3-5 Oktober lalu.
Pada saat berbarengan, di sekolah tersebut sedang dilakukan kegiatan rehabilitasi Asrama Putra 1 dan Asrama Putra 2. Selain itu, beberapa ruang kelas juga ada dalam proses rehabilitasi yakni ruangkan Kelas X-1 hingga Jelas X-5.
Dugaan penyebab lainnya juga karena adanya pembangunan baru Asrama 4 Putri Anggaran 2025 ini yang menggunakan dana APBD Riau dan APBN. Ditambah lagi, cuaca yang cukup ekstrem dan datangnya musim hujan. Sementara tempat tidur siswa mengalami perubahan.
‘’Diperkirakan sejak 5 Oktober, siswa sudah mulai ada yang sakit. Puncaknya hingga 24 Oktober, sudah ada 135 siswa yang sakit,’’ kata Wakepsek Bidang Humas SMAN Plus Provinsi Riau, Afridayeni MPd.
Dewan Pendidikan Provinsi Riau mendapatkan informasi bahwa siswa yang diungsikan akibat pembangunan gedung sekitar 300 orang dan semuanya siswa laki-laki.
Syafrudin mengaku khawatir dengan banyaknya siswa SMAN Plus Provinsi Riau yang mengalami sakit.
‘’Anehnya yang sakit silih berganti dan dipulangkan atau dijemput oleh orangtua masing-masing, untuk dapat diobat rawan jalan. Bahkan ada yang masuk rumah sakit dan menjalani perawatan intensif,’’ lanjutnya.
Para siswa mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39,5 hingga 40 derajat Celcius. Dari total 18 rombongan belajar (rombel), setiap kelasnya ada sekitar 4 hingga 14 orang siswa yang sakit.
Tak hanya siswa, sejumlah guru di SMAN Plus Provinsi Riau juga mengalami sakit.
‘’Ini sudah tergolong kondisi luar biasa (KLB) dan sangat mengkuatirkan. Sebanyak 23,8 persen yang sakit dari jumlah siswa keseluruhan. Harusnya tidak dibiarkan," kata Syafrudin.
Menurutnya, Dinas Pendidikan Riau harus sudah memiliki langkah antisipasi. Misalnya dengan mengecek atau memeriksa ke laboratorium untuk mengetahui secara pasti penyebab siswa dan guru mengalami sakit secara massal. (R-03)

