Wartawan Rohil Gelar Lomba Menulis Surat 2025: Gen Z Suarakan Gagasan untuk Pemimpin Negeri
Melalui wadah Forum Jurnalis Literasi, mereka menggelar Lomba Menulis Surat 2025 bertema “Menulis Surat kepada Pemimpin Negeriku: Menangkap Suara-Suara Jernih dari Generasi Muda.” Foto : SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Rokan Hilir - Di tengah derasnya arus digital dan gempuran media sosial, sekelompok wartawan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memilih langkah berbeda untuk menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar. Melalui wadah Forum Jurnalis Literasi, mereka menggelar Lomba Menulis Surat 2025 bertema “Menulis Surat kepada Pemimpin Negeriku: Menangkap Suara-Suara Jernih dari Generasi Muda.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Rokan Hilir ke-26 tahun 2025, sebagai bentuk sumbangsih insan pers terhadap dunia pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda.
Ketua panitia, Zulfadhli, S.Sos, menjelaskan bahwa lomba ini sudah bergulir sejak dua pekan lalu.
"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Saat ini kami masih dalam tahap penerimaan karya peserta. Respon sekolah cukup antusias,” ujarnya, Senin (27/10/2025).
Sedikitnya 12 sekolah tingkat SMA/sederajat di Rokan Hilir ikut ambil bagian, mulai dari sekolah negeri, swasta, madrasah, hingga pondok pesantren. Para peserta diwajibkan menulis surat secara tulis tangan, lengkap dengan pernyataan keaslian karya.
Wartawan Jadi Juri, Literasi Jadi Misi
Menariknya, jajaran dewan juri berasal dari kalangan jurnalis senior yang telah lama berkecimpung di dunia literasi dan media. Mereka adalah Jaka Abdillah, S.Ag., M.IP, yang kini juga menjabat Komisioner Bawaslu Rohil; Syafarul Amri alias Iloeng Sitorus dari SabangMeraukeNews.com sekaligus pengurus PWI Rohil; serta Indra Junawan, Korlip Harian Pos Metro Rohil dan peraih Juara I Lomba Artikel Polres Rohil.
Jaka Abdillah menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata membangun minat baca dan menulis di kalangan pelajar.
"Ini langkah bagus. Lomba seperti ini mendorong siswa untuk menyalurkan ide dan gagasan mereka lewat tulisan. Sudah saatnya suara generasi muda, terutama Gen Z, didengar," ungkapnya.
Menurutnya, suara jernih dari generasi muda harus mendapat ruang dalam pembangunan daerah.
"Mereka bukan sekadar objek kebijakan, tapi juga subjek masa depan yang perlu diberikan ruang untuk berpendapat,” tambahnya.
Sementara itu, Indra Junawan berharap sekolah turut aktif mendampingi siswanya agar menghasilkan karya terbaik.
"Kami ingin tumbuh generasi yang berani menulis, berpikir kritis, dan berprestasi. Semoga karya mereka tak hanya jadi kompetisi, tapi juga inspirasi,” ujarnya.
Indra juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi suara anak muda dalam pembangunan daerah.
"Sudah saatnya kalangan muda mendapat tempat, tidak hanya sebagai sasaran kebijakan. Lewat tulisan, mereka bisa menyampaikan perspektif dan harapan terhadap masa depan daerahnya,” tuturnya.
Lomba menulis surat ini tidak sekadar mencari pemenang. Lebih dari itu, menjadi wadah ekspresi bagi generasi muda untuk menyuarakan isi hati dan gagasannya kepada para pemimpin daerah.
Lewat selembar surat yang ditulis dengan tangan sendiri, mereka belajar bahwa kata-kata punya kekuatan, bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk didengar dan menginspirasi perubahan. (R-03)

