Inilah 4 Penyebab yang Bikin Otak Anak Tumpul
Masa kanak-kanak adalah momen penting untuk perkembangan otak bagi setiap manusia. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Masa kanak-kanak adalah momen penting untuk perkembangan otak bagi setiap manusia. Oleh karena itu, penting bagi setiap orangtua melakukan stimulasi untuk perkembangan otak anaknya.
Dikutip dari laman resmi WHO Selasa (21/10/2025), pengasuhan dan pengalaman pada masa kanak-kanak awal adalah fondasi penting bagi seluruh perjalanan hidup.
Beberapa tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan periode dengan risiko terbesar sekaligus peluang terbesar untuk membuat perbedaan bagi anak-anak.
Sementara kegagalan untuk menyadari pentingnya memberikan dukungan yang diperlukan selama periode krusial ini dapat berdampak buruk pada perkembangan manusia maupun pembangunan nasional.
Kebiasaan yang dibangun orangtua pada anak juga ternyata bisa berpengaruh terhadap perkembangan otak anak.
Berikut beberapa kebiasaan yang bisa membuat perkembangan otak anak tidak maksimal atau bahkan bisa menjadi tumpul berdasarkan penjelasan WHO:
Kebiasaan yang bisa buat perkembangan otak anak tumpul
1. Stres
Menurut WHO, anak kecil yang mengalami kesulitan tertentu dan mengalami stres arsitekstur otaknya berpotensi terganggu bahkan bisa memengaruhi organ lainnya.
Hal ini menyebabkan sistem manajemen stres yang ditetapkan ambang batasnya relatif lebih rendah untuk respons imun yang bertahan sepanjang hidup. Sehingga meningkatkan risiko penyakit terkait stres dan gangguan kognitif hingga dewasa.
2. Faktor buruk kurang gizi
WHO menyebutkan, lebih dari 70 juta anak di bawah usia 5 tahun di Kawasan Asia Tenggara tidak dapat mencapai potensi penuh mereka karena beberapa faktor buruk terkait kesehatan, gizi, dan determinan sosial.
3. Tidak memperhatikan nutrisi
Kerangka Kerja Pengasuhan Global yang diluncurkan pada tahun 2018 merekomendasikan tindakan dalam lima domain yakni kesehatan dan nutrisi untuk perkembangan otak anak.
4. Kurang stimulasi
WHO juga menyatakan, perawatan responsif, pembelajaran dini, dan keselamatan dan keamanan juga bagus untuk perkembangan otak anak.
Demikian beberapa kebiasaan yang bisa membuat otak anak menjadi tumpul.
WHO juga mengingatkan, berinvestasi pada tahun-tahun formatif paling awal sangat penting bagi pembangunan nasional.
Oleh karena itu, WHO bekerja sama dengan negara-negara anggota untuk memperkuat program multisektoral bagi perkembangan anak usia dini.(R-04)

