Gawat! Dana Bagi Hasil Migas Riau 2026 Dipangkas Lebih Separuh Tinggal Rp 1,1 Triliun, Ini Rinciannya Tiap Kabupaten/Kota
Provinsi Riau mengalami pemangkasan signifikan penerimaan DBH Migas tahun 2026. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Keuangan pemerintahan daerah di Riau tahun 2026 mendatang dipastikan akan berdarah-darah. Hal ini dipicu oleh pemangkasan dana transfer umum (DTU) oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu komponen DTU yang mengalami pemangkasan dalam jumlah yang signifikan terjadi pada Dana Bagi Hasil (DBH) minyak bumi dan gas (Migas). Bahkan, pengurangan DBH Migas mencapai lebih dari separuh, dibandingkan dengan penerimaan DBH Migas Riau tahun 2025.
Pada tahun 2025, jajaran pemerintahan daerah di Riau (Pemprov Riau dan 12 kabupaten/ kota) mendapat kucuran DBH Migas sebesar Rp 2,63 triliun. Namun, pada tahun 2026 mendatang, Riau hanya mendapat DBH Migas sebesar Rp 1,17 triliun.
Berdasarkan data yang diperoleh SabangMerauke News, Provinsi Riau tahun 2026 mendatang hanya mendapat DBH Migas sebesar Rp 157,5 miliar. Tahun 2025, Provinsi Riau diguyur DBH Migas sebesar Rp 342,4 miliar.
Adalah Kabupaten Bengkalis yang menerima DBH Migas terbesar tahun ini, yakni sebanyak Rp 261,1 miliar. Namun, jumlah tersebut mengalami penyusutan bila dibandingkan dengan DBH Migas tahun 2025 sebesar Rp 637,2 miliar.
Sementara itu, daerah yang paling kecil mendapatkan DBH Migas pada tahun 2026, yakni Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hanya sebesar Rp 22,2 miliar. Tahun 2025, Inhu memperoleh DBH Migas sebesar Rp 52,7 miliar.
Seluruh kabupaten/kota di Riau untuk tahun 2026 mengalami pemangkasan perolehan DBH Migas lebih dari separuh.
Berikut rincian alokasi DBH Migas yang diperoleh jajaran Pemda di Riau pada tahun 2026:
Provinsi Riau: Rp 157.572.639.000,-
Kabupaten Bengkalis: Rp 261.155.814.000,-
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 37.523.230.000,-
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 22.288.453.000,-
Kabupaten Kampar: Rp 105.033.384.000,-
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 27.369.638.000,-
Kabupaten Pelalawan: Rp 48.823.392.000,-
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 161.236.525.000,-
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 69.583.210.000,-
Kabupaten Siak: Rp 132.048.316.000,-
Kota Dumai: Rp 90.088.804.000,-
Kota Pekanbaru: Rp 35.236.567.000,-
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 28.388.909.000,-
Total: Rp 1.176.348.881.000,-
Sebagai perbandingan, berikut rincian alokasi DBH Migas yang diperoleh jajaran Pemda di Riau pada tahun 2025:
Provinsi Riau: Rp 342.454.005.000,-
Kabupaten Bengkalis: Rp 637.257.591.000,-
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 99.263.558.000,-
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 52.783.504.000,-
Kabupaten Kampar: Rp 263.724.610.000,-
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 62.762.090.000,-
Kabupaten Pelalawan: Rp 111.631.577.000,-
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 302.766.850.000,-
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 149.181.728.000,-
Kabupaten Siak: Rp 260.287.589.000,-
Kota Dumai: Rp 198.407.046.000,-
Kota Pekanbaru: Rp 74.301.422.000,-
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 77.013.635.000,-
Total: Rp 2.631.835.205.000,-
Berikut data penerimaan DBH Migas jajaran Pemda di Riau tahun 2024:
Provinsi Riau: Rp 309.418.476.000,-
Kabupaten Bengkalis: Rp 457.653.175.000,-
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 66.414.794.000,-
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 45.208.249.000,-
Kabupaten Kampar: Rp 233.380.656.000,-
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 54.913.677.000,-
Kabupaten Pelalawan: Rp 110.647.374.000,-
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 305.386.546.000,-
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 132.179.369.000,-
Kabupaten Siak: Rp 269.668.736.000,-
Kota Dumai: Rp 246.224.800.000,-
Kota Pekanbaru: Rp 67.533.452.000,-
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 59.212.181.000,-
Total: Rp 2.35 triliun
Berikut data penerimaan DBH Migas jajaran Pemda di Riau tahun 2023:
Provinsi Riau: Rp 348 miliar lebih
Kabupaten Bengkalis: Rp 716.671.692.000,-
Kabupaten Rokan Hilir: Rp 419.068.508.000,-
Kabupaten Siak: Rp 377.390.831.000,-
Kota Dumai: Rp 369.424.443.000,-
Kabupaten Kampar: Rp 334.758.099.000,-
Kabupaten Rokan Hulu: Rp 192.870.827.000,-
Kabupaten Pelalawan: Rp 153.047.785.000,-
Kabupaten Kepulauan Meranti: Rp 115.076.872.000,-
Kota Pekanbaru: Rp 97.942.893.000,-
Kabupaten Indragiri Hilir: Rp 82.342.739.000,-
Kabupaten Kuantan Singingi: Rp 76.944.046.000,-
Kabupaten Indragiri Hulu: Rp 65.538.968.000,-
Total: Rp 3,234 triliun. (R-03)

