Launching Perdana SPPG Rintis Sukses: Semangat dari Meranti Membangun Gizi Generasi Bangsa
Peluncuran perdana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tebingtinggi, di bawah naungan Yayasan Bumi Lancang Bergizi di SDN 07 Tebingtinggi, Jalan Rintis Kelurahan Selatpanjang Timur berlangsung meriah namun hangat, Senin (6/10/2025). Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Di tengah hiruk pikuk kota Selatpanjang, aroma masakan hangat dari dapur yang berada di Jalan Rintis, Kelurahan Selatpanjang Timur, menjadi pertanda hadirnya harapan baru bagi anak-anak sekolah di Kepulauan Meranti.
Dapur itu bukan sekadar tempat memasak, melainkan simbol dari kepedulian dan cinta — tempat di mana ratusan porsi makanan bergizi disiapkan setiap hari untuk generasi penerus bangsa.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini kembali berdenyut di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kali ini, pelaksanaannya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tebingtinggi, di bawah naungan Yayasan Bumi Lancang Bergizi.
Peluncuran perdananya di SDN 07 Tebingtinggi, Jalan Rintis Kelurahan Selatpanjang Timur berlangsung meriah namun hangat, Senin (6/10/2025).
Sebanyak 1.037 porsi makanan bergizi disiapkan dan dibagikan untuk anak-anak sekolah di sekitarnya. Dimana nasi hangat, lauk bernutrisi, dan senyum yang mengiringinya.
Yang menarik, dapur baru ini digagas oleh Rudi Kurniawan, Ketua HIPMI Kepulauan Meranti sekaligus pengurus yayasan dan teman-teman lainnya. Kehadirannya menandai perluasan jangkauan MBG ke pelosok Tebingtinggi, agar semakin banyak anak-anak yang dapat merasakan manfaat program ini.
Ada yang berbeda dengan dapur lainnya yang sudah berproduksi. Dimana peluncuran MBG oleh SPPG ini dihadiri langsung Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, yang menyaksikan peluncuran dapur bergizi tersebut, bersama Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi SIk MH, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Tunjiarto, Camat Tebingtinggi Husni Mubarak, serta jajaran OPD lainnya dan tampak juga Koordinator Wilayah Program MBG Kepulauan Meranti, Suryani, S.Kom., M.Han.
Mereka tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi ikut melihat bagaimana tangan-tangan pekerja dapur dengan penuh cinta menyiapkan makanan untuk para siswa.
Bagi anak-anak itu, nasi yang mereka terima bukan sekadar makanan. Ia adalah bentuk perhatian, bukti bahwa negara hadir dalam wujud paling sederhana yakni memastikan perut mereka tidak kosong, agar mereka bisa belajar dengan semangat yang penuh.
Senyum anak-anak yang berjejer rapi menyambut kedatangan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, memancarkan semangat baru. Di tangan kecil mereka, tersaji paket makanan bergizi gratis bukan sekadar hidangan, tapi wujud nyata perhatian pemerintah bagi generasi penerus bangsa.
Acara peluncuran dapur baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu dimulai dengan pembagian langsung makanan bergizi oleh Bupati Asmar bersama Kapolres AKBP Aldi Alfa Faroqi. Selepas itu, keduanya meninjau dapur MBG yang menjadi jantung produksi ratusan porsi makanan setiap harinya, memastikan setiap peralatan, bahan, dan proses berjalan sesuai standar kebersihan.
Dalam sambutannya, Bupati Asmar berbicara dengan nada tegas namun penuh kepedulian.
“Saya minta agar fasilitas dapur yang sudah dibuat benar-benar dijaga kebersihannya. Kita harus memastikan makanan yang diberikan kepada siswa aman dan layak konsumsi,” pesannya.
Ia menegaskan, kasus makanan basi yang pernah mencuat di beberapa daerah lain tak boleh terjadi di Kepulauan Meranti.
“Jika sampai ada temuan seperti itu, kerja sama dengan dapur tersebut akan langsung kami putus. Saat ini Meranti sudah memiliki empat dapur aktif dengan total pelayanan mencapai 500 ribu orang, dan semuanya harus memenuhi standar,” tegasnya.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif nasional dari Pemerintah Pusat, sebuah upaya strategis untuk memperkuat gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak usia PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui. Lebih dari sekadar program makan gratis, MBG adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Melalui pelaksanaan di Meranti, program ini tidak hanya memberi manfaat bagi para pelajar, tetapi juga menghidupkan UMKM lokal sebagai penyedia bahan dan jasa dapur bergizi. Di sinilah sinergi sosial, ekonomi, dan kemanusiaan bertemu menghadirkan harapan bahwa setiap anak di pelosok negeri bisa tumbuh dengan tubuh kuat dan hati gembira.
Di hadapan para siswa yang duduk rapi dengan seragam sekolahnya, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar tampak berbicara penuh semangat namun lembut. Hari itu bukan sekadar tentang peluncuran dapur bergizi baru, melainkan tentang masa depan anak-anak Meranti yang lebih sehat dan berdaya.
Dengan senyum yang tenang, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Kepulauan Meranti. Menurutnya, program ini bukan hanya soal memberi makan, tapi tentang membangun fondasi bangsa melalui perbaikan gizi dan kualitas hidup generasi muda.
“Kami sangat mendukung terlaksananya program nasional ini sebagai upaya strategis peningkatan gizi masyarakat,” ujar Bupati Asmar.
Ia memahami bahwa keberhasilan program sebesar ini tidak lahir dari kerja satu pihak saja. Di balik setiap porsi makanan yang tersaji, ada kerja sama dan komitmen dari dapur kecil di pelosok desa hingga meja kebijakan di tingkat kabupaten.
“Tanpa komitmen dan dukungan bersama, tentu program penting ini tidak akan berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Bagi Asmar, MBG bukan sekadar rutinitas seremonial. Ia melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
“Program MBG adalah ikhtiar bersama untuk memastikan tidak ada lagi anak yang belajar dalam kondisi lapar atau kekurangan gizi. Ini bukan hanya pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bagian dari upaya mencetak generasi unggul,” ujarnya penuh keyakinan.
Menutup sambutannya, Bupati Asmar berpesan agar seluruh pihak menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan. Ia menekankan pentingnya standar kebersihan, keamanan pangan, serta pengawasan ketat agar setiap porsi yang diterima anak-anak benar-benar layak konsumsi.
“Jagalah kualitas makanan dan pastikan penyajiannya sesuai standar, termasuk mencegah keracunan makanan dan berpedoman pada ketentuan Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Di balik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bekerja dengan telaten menyiapkan makanan bergizi bagi ribuan anak sekolah di Kepulauan Meranti itu ada sosok perempuan yang terus memantau dengan penuh dedikasi, dia adalah Suryani, S.Kom., M.Han, Koordinator Wilayah Program MBG Kepulauan Meranti.
Bagi Suryani, hadirnya dapur baru di Jalan Rintis bukan sekadar perluasan fasilitas, tetapi tanda bahwa perhatian terhadap gizi anak-anak Meranti semakin nyata. Dengan berdirinya SPPG ini, jumlah penerima manfaat juga meningkat pesat. Ia merinci, kini ada 6.981 penerima manfaat MBG yang tersebar di berbagai titik pelayanan. Yakni mulai dari SPPG Jalan Karya Utama Kelurahan Selatpanjang Timur (2.953 penerima), SPPG Bagan Melibur Kecamatan Merbau (1.007 penerima), SPPG Jalan Rintis (1.037 penerima), SPPG Jalan Dorak Kelurahan Selatpanjang Timur (1.017 penerima), hingga SPPG Lemang Kecamatan Rangsang Barat (967 penerima).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kepulauan Meranti yang telah berkenan hadir pada launching pertama SPPG Rintis,” ujar Suryani penuh rasa hormat.
Di balik angka-angka itu, ada kerja keras yang tidak terlihat mulai dari proses perencanaan menu, distribusi, hingga memastikan kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami berkomitmen untuk terus menambah jangkauan penerima manfaat MBG di Kepulauan Meranti dan tetap mengedepankan kualitas makanan yang disajikan,” tambahnya.
Suryani juga menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan secara bertahap, agar setiap Kepala SPPG dapat belajar dan menyesuaikan diri dengan standar pelayanan dan keamanan pangan yang telah ditetapkan.
“Distribusi bertahap ini penting agar Kepala SPPG bisa belajar di setiap prosesnya. Kami ingin kualitas terjaga, bukan sekadar banyaknya porsi yang tersalurkan,” tuturnya.
Dari dapur-dapur inilah, aroma pengabdian dan harapan itu tumbuh. Di setiap kotak makan yang dikirim ke sekolah-sekolah, terselip cinta dan kepedulian bahwa di Kepulauan Meranti, anak-anak adalah prioritas dan masa depan yang terus diperjuangkan bersama.
Rudi Kurniawan, Ketua HIPMI Kepulauan Meranti yang juga menggawangi dapur ini, tampak tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Di bawah naungan Yayasan Bumi Lancang Bergizi, dapur ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha muda, dan masyarakat untuk mendukung Program MBG.
“Kami mengucapkan syukur atas terlaksananya launching perdana SPPG Rintis ini. Terima kasih kepada Bupati Kepulauan Meranti, Kapolres, para kepala OPD, dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional yang hadir mendukung kegiatan ini,” ujar Rudi dengan mata berbinar, mengenang momen penuh makna di SDN 07 Tebingtinggi, tempat pertama pembagian makanan bergizi berlangsung.
Suasana penuh keceriaan mewarnai hari itu. Anak-anak tampak tersenyum lebar saat menerima paket makan siang berisi nasi, lauk bergizi, dan buah segar. Di balik senyum polos mereka, tersimpan harapan besar agar program ini terus berjalan dan menjangkau lebih banyak sekolah.
Rudi menjelaskan, pada tahap awal, dapur SPPG Rintis menyalurkan makanan kepada enam lembaga pendidikan: SDN 07, PAUD Muhammadiyah, TK Muhammadiyah, SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, dan MI Mualimin, dengan total 1.037 penerima manfaat.
“Bagi kami, ini bukan sekadar program makan gratis. Ini adalah gerakan kemanusiaan yang menumbuhkan kepedulian sosial dan memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas gizi yang layak,” tutur Rudi.
Dapur Rintis kini menjadi simbol dari sebuah perjalanan panjang membangun generasi sehat dari pulau-pulau kecil di perbatasan negeri. Dari tangan-tangan tulus yang memasak setiap pagi, lahir harapan besar bahwa masa depan anak-anak Meranti akan tumbuh dengan tubuh yang kuat dan pikiran yang cemerlang.
Dari Jalan Rintis, semangat itu kini menular dan menjalar ke hati siapa pun yang percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan niat yang tulus. (R-01)

