PT Riau Petroleum Dukung Penuh Satgas Hulu Migas Riau, Berharap Produksi Minyak Tembus 300 Ribu Barel Per Hari
PT Riau Petroleum. Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - PT Riau Petroleum menegaskan komitmennya dalam mendukung peran Satuan Tugas (Satgas) Hulu Migas yang baru dibentuk oleh Gubernur Riau.
Direktur PT Riau Petroleum, Prof. Husnul Kausarian, menyebut bahwa implementasi 10 persen Participating Interest (PI) di blok migas menjadi peluang besar bagi daerah untuk memperkuat posisi dalam pengelolaan energi.
"Dengan adanya Satgas, kita berharap koordinasi semakin kuat sehingga produksi bisa meningkat hingga 300 ribu barel per hari. Selain itu, efek berganda bagi daerah, khususnya ring satu penghasil migas, juga akan semakin besar," ujar Husnul, Selasa (30/9/2025).
Husnul memaparkan, sejak tahun 2016 Riau telah menempati peringkat ketiga nasional dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor migas.
Namun capaian itu diperbarui dengan peningkatan ke peringkat pertama nasional pada 2025, seiring dengan implementasi PI 10 persen.
Saat ini, Riau Petroleum tercatat sebagai BUMD yang berhasil memperoleh hak PI tersebut, dan ke depan ditargetkan ada tambahan hingga enam perusahaan daerah yang terlibat.
Menurut Husnul, pemanfaatan PI 10 persen tidak hanya berhenti pada aspek kepemilikan, tetapi juga menjadi dasar membangun kerja sama strategis dalam memperlancar kegiatan operasional hulu migas di Provinsi Riau.
"Kadang-kadang di lapangan kita menemukan kondisi non teknis yang dapat menghambat produksi. Nah, di sinilah peran Riau Petroleum dan Satgas untuk membantu menyelesaikan kendala tersebut, sehingga operasional tetap lancar," jelasnya.
Ia juga menegaskan apresiasinya terhadap langkah Gubernur Riau yang menerbitkan SK Satgas Hulu Migas. Menurutnya, kebijakan itu menjadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran operasional migas sekaligus meningkatkan keterlibatan berbagai pihak.
Dengan semakin luasnya partisipasi, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, khususnya di daerah ring satu penghasil migas, akan semakin besar.
Husnul juga menyoroti pentingnya penertiban Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan migas yang beroperasi di Riau.
Menurutnya, hal ini sejalan dengan program Gubernur agar pajak dari kegiatan hulu migas dapat tercatat dan masuk kembali ke kas daerah.
“Kami sangat mendukung program Pak Gubernur terkait NPWP. Pajak dari kegiatan migas harus tercatat dan masuk ke Riau, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Inilah salah satu alasan mengapa Satgas ini penting, karena dapat mendorong tertib administrasi sekaligus meningkatkan kontribusi untuk daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Husnul menyebutkan bahwa Satgas Hulu Migas yang saat ini mulai berjalan diawali dengan kegiatan sosialisasi ke beberapa daerah ring satu.
Harapannya, Satgas tidak hanya menyelesaikan masalah teknis dan administrasi, tetapi juga bermuara pada peningkatan produksi hingga 300 ribu barel per hari.
"Insya Allah dengan adanya Satgas ini, muara atau hilirnya adalah peningkatan produksi. Notabene-nya, ini akan memberikan pendapatan yang lebih besar lagi untuk daerah. Manfaatnya akan kita setorkan melalui dividen ke Pemerintah Provinsi Riau," pungkasnya. (R-03)

