Porprov 2026 Jadi Panggung, KONI Meranti Angkat Asa Lewat 22 Cabang Olahraga
KONI Kepulauan Meranti kedatangan tamu lima orang pengurus KONI Kota Dumai, tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau 2026, Jumat (26/9/2025) siang, suasana tampak hangat. Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - KONI Kepulauan Meranti kedatangan tamu lima orang pengurus KONI Kota Dumai, tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau 2026, Jumat (26/9/2025) siang, suasana tampak hangat. Tawa kecil dan jabat tangan erat menyambut pengurus olahraga dari kota minyak itu.
Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, tapi juga bagian dari roadshow untuk memastikan kesiapan daerah-daerah peserta.
Ketua KONI Kepulauan Meranti, Sudarto, bersama Sekretaris Almandra, Bendahara John Pandia, serta jajaran pengurus lainnya menyambut penuh semangat. Kehadiran Kepala Disporapar Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri, menambah khidmat acara yang kental dengan semangat olahraga.
Dalam forum itu, KONI Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa mereka telah mempersiapkan 22 cabang olahraga (cabor) untuk berlaga di Porprov 2026. Bukan jumlah yang sedikit untuk sebuah kabupaten kepulauan muda, namun justru di situlah terletak optimisme. Ada asa besar yang mereka titipkan pada putra-putri daerah yang akan mengharumkan nama Meranti di kancah provinsi.
Di balik semangat olahraga, ada kisah getir yang pernah dirasakan para pengurus KONI Kepulauan Meranti. Ketua KONI, Sudarto, masih mengingat betul bagaimana pada Porprov sebelumnya di Kuansing, para atlet Kepulauan Meranti harus berangkat dengan segala keterbatasan. Anggaran dari pemerintah daerah nyaris tak ada, sehingga langkah mereka lebih banyak ditopang oleh cinta dan loyalitas terhadap dunia olahraga.
Kini, menjelang Porprov 2026 di Dumai–Siak, harapan baru pun menyala. Kedatangan jajaran KONI Kota Dumai ke “kota sagu” seakan memberi suntikan energi segar.
“Dari 37 cabor yang terverifikasi, ada 22 yang insya Allah akan kita ikutsertakan,” kata Sudarto dengan nada optimis.
Namun optimisme itu tak lepas dari satu kata kunci yakni pendanaan. Tanpa dukungan anggaran, cerita pahit di Kuansing bisa saja terulang. Karena itu, KONI Meranti mulai aktif menjalin komunikasi dengan Bupati Asmar dan Wakil Bupati Muzamil Baharudin, juga dengan DPRD, khususnya Komisi III.
“Mudah-mudahan perjuangan kita bisa membuka jalan, agar atlet-atlet Meranti tidak hanya hadir, tapi juga berprestasi di Porprov mendatang,” harap pria yang akrab disapa Mas Darto itu.
Roadshow KONI Kota Dumai tiba di Kepulauan Meranti, Jumat (26/9/2025) itu membawa misi besar yakni mensosialisasikan kesiapan mereka sebagai tuan rumah Porprov Riau 2026. Di ruang pertemuan yang hangat penuh semangat olahraga, Sekretaris Umum KONI Dumai, Ali Akbar, membuka cerita tentang apa yang sudah dipersiapkan.
“Kami ingin menyampaikan kesiapan sebagai tuan rumah, mulai dari venue, hotel, hingga fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya mantap.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Dumai membuat mereka percaya diri untuk menyongsong pesta olahraga dua tahunan itu. Dari 47 cabang olahraga yang bergabung di Dumai, sebanyak 21 cabor dipastikan dipertandingkan pada Porprov mendatang.
Bagi Ali Akbar, roadshow ini bukan sekadar formalitas. Kepulauan Meranti menjadi kabupaten ketiga yang mereka kunjungi setelah Kuansing dan Rohil. Agenda berikutnya, masih panjang: Inhu, Pelalawan, dan terakhir Siak, sang tuan rumah bersama.
“Kami ingin memastikan semua kabupaten siap, termasuk Meranti yang terlihat cukup antusias. Tinggal bagaimana dukungan anggarannya nanti,” tambahnya.
Harapan itu disambut dengan senyum dan apresiasi dari Kepala Disporapar Kepulauan Meranti, Syaiful Bakhri.
“Mewakili Pemerintah Kabupaten, kami menyambut baik kunjungan ini. Semoga silaturahmi ini memperkuat hubungan dan membawa semangat baru bagi olahraga Meranti,” katanya.
Ia menegaskan, Pemkab Meranti siap mendukung dan memperjuangkan agar cabang olahraga di “tanah jantan” bisa ikut meramaikan Porprov 2026 di Dumai dan Siak.
Dengan semangat yang sama, benang merah dari kunjungan itu semakin jelas, dimana Porprov bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga panggung kolaborasi antar daerah untuk mengangkat martabat olahraga Riau. (R-01)

