Hilang Terseret Arus, Pemuda Desa Bantar Ditemukan Meninggal di Pesisir Rangsang Barat
Seorang pemuda bernama Syahdani Ikram (21), warga Jalan H. Abdullah Desa Bantar, Rangsang Barat, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus air laut sekitar pukul 10.00 WIB di pesisir Dusun Ayun, Desa Permai, Rabu (24/9/2024), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dibawa ke rumah duka. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Seorang pemuda bernama Syahdani Ikram (21), warga Jalan H. Abdullah Desa Bantar, Rangsang Barat, dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus air laut sekitar pukul 10.00 WIB di pesisir Dusun Ayun, Desa Permai, Rabu (24/9/2024).
Kabar hilangnya Syahdani menyebar cepat, mengguncang hati warga di dua desa. Mereka bergegas meninggalkan aktivitasnya, lalu berduyun-duyun menuju bibir pantai. Sebagian ikut menyusuri pesisir, sebagian lain menghubungi pihak Basarnas untuk memperluas pencarian. Waktu seolah berjalan lambat, setiap menit yang terlewati dipenuhi kecemasan dan doa.
Hingga akhirnya, sekitar pukul 15.00 WIB, ketika air laut mulai surut, penantian itu berujung duka. Jasad Syahdani ditemukan tergeletak di pantai. Tangis pecah, suasana haru menyelimuti warga yang ikut serta dalam pencarian. Pemuda yang dikenal ramah oleh tetangganya di Desa Bantar itu ditemukan meninggal dunia 5 jam kemudian setelah air laut surut.
Bersama-sama mereka mengevakuasi jasad almarhum untuk dibawa ke rumah duka, sebelum dimakamkan dengan doa dan air mata keluarga serta tetangga.
Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Rangsang Barat, Ipda Ahmad Fauzi Menara, membenarkan peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan, meskipun kondisinya sudah meninggal dunia. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ucapnya dengan nada penuh empati.
Kapolsek Rangsang Barat Ipda Ahmad Fauzi Menara menceritakan kronologi kejadian, dimana diketahui pada Hari Rabu tanggal 24 September 2025 Pukul 07.00 WIB. Korban bersama teman nya bernama Ramli (30) pergi memancing di dekat batu geronjong (batu pemecah gelombang) di Pantai Tanjung Motong yang berjarak 100 Meter dari bibir Pantai saat air Surut, Sekitar pukul 10.00 WIB air sudah mulai pasang. Selanjutnya korban mengajak Saksi untuk kembali ke bibir pantai, Namun saat berenang menuju bibir pantai, Korban terbawa arus dan tenggelam. Kemudian saksi mencoba untuk menyelamatkan korban dengan styrofoam untuk dijadikan pelampung.
Namun saat Ramli mencoba untuk menyelamatkan Korban. Korban tenggelam dan sudah tidak ditemukan. Kemudian ia memanggil masyarakat sekitar Pantai Tanjung Motong Desa Permai untuk diminta pertolongan.
Dari analisa sementara, Hilangnya Warga Akibat Hanyut terbawa arus dikarenakan Air Pasang Laut diduga Korban kelelahan saat mencoba berenang ketepian Pantai. Selanjutnya korban tidak dapat ditolong oleh saksi dikarenakan arus laut yang kuat akibat air pasang, kemudian korban tenggelam terbawa arus. (R-01)

