Demi Kendalikan Inflasi, Pemprov Riau Bawa Pangan Murah dengan Suntikan Subsidi dari APBD ke Kepulauan Meranti
Ketua DPRD Kepulauan Meranti didampingi Bupati dan Kapolres tampak menyerahkan secara simbolik Sembako dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Di tengah tekanan ekonomi dan lonjakan inflasi yang kian dirasakan masyarakat, Pemerintah Provinsi Riau berupaya memberikan solusi nyata. Melalui program Gerakan Pangan Murah, subsidi dari APBD digelontorkan demi menjaga stabilitas harga bahan pokok dan meringankan beban warga.
Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Desa Alah Air Timur, Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa (9/9/2025). PT Riau Pangan Bertuah selaku BUMD dipercaya sebagai pelaksana, bekerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau dan TPID Kepulauan Meranti.
Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Ketua DPRD H. Khalid Ali, Kajari Ricky Makado SH MH, Kapolres baru AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH., S.I.K., MH, Perwira Penghubung Kodim 0303 Bengkalis, Danposal Selatpanjang, sejumlah kepala OPD, hingga masyarakat setempat yang antusias memanfaatkan kesempatan ini.
Aneka kebutuhan pokok disediakan dengan harga lebih terjangkau. Stok melimpah terdiri dari 6 ton beras (5 ton beras SPHP, 500 kilogram beras Anak Daro, dan 500 kilogram beras PKJ Inhil), 1.200 liter minyak goreng merek Kita, 400 kilogram gula, masing-masing 120 kilogram bawang merah dan 100 kilogram bawang putih, 120 kilogram cabai merah, serta 300 papan telur ayam.
Harga yang ditawarkan lebih ringan dibandingkan pasaran. Beras SPHP yang biasanya dijual Rp65.000 per karung, kini hanya Rp60.000. Gula pasir turun dari Rp18.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Minyak goreng kemasan 2 liter yang biasa Rp34.000, kini Rp30.000. Sementara telur ayam per papan dijual Rp37.000—lebih murah Rp5.000 dari harga pasar. Untuk bawang merah, bawang putih, dan cabai, masyarakat bisa menikmatinya dengan harga langsung dari petani.
Antusiasme warga tampak jelas sejak pagi. Mereka berbondong-bondong datang, berharap bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga ramah di kantong. Program ini pun menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang kian berat.
Desa Alah Air Timur disulap menjadi tuan rumah yang penuh warna. Jalan-jalan dibersihkan lewat gotong royong, umbul-umbul dipasang berderet menghiasi tepian, dan suasana desa dipoles sedemikian rupa. Semua dilakukan demi menyambut kedatangan Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Kapolda dan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.
Namun, persiapan matang itu seakan lenyap begitu saja. Sehari sebelum acara dimulai, kabar mengejutkan datang yakni sang gubernur batal hadir. Alasannya simpang siur—Bupati menyebutkan Abdul Wahid memiliki agenda yang tak bisa ditinggalkan, sementara di sejumlah media disebutkan ia tengah dirawat di RSUD karena kelelahan.
Di tengah kekecewaan itu, Kepala Desa Alah Air Timur, Waluyo, tetap menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung bukan hanya untuk desanya, melainkan untuk masyarakat luas.
“Kami berharap setelah warga pulang dari sini, bisa menyampaikan kabar ini kepada masyarakat desa tetangga. Karena kegiatan ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, bukan hanya Desa Alah Air Timur,” ujarnya.
Waluyo tak menampik bahwa sejak awal kegiatan ini dijanjikan akan dihadiri langsung oleh Gubernur, Kapolda, hingga Kajati Riau. Namun, realitas berkata lain.
“Sedari awal kegiatan ini diinformasikan dihadiri Gubernur Riau, Kejati, dan Kapolda. Namun jelang acara berlangsung, kehadiran mereka batal. Ada masyarakat yang kecewa karena ingin bertemu langsung dengan Gubernur, tapi ternyata ada kendala,” ungkapnya.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, berdiri di hadapan masyarakat yang berbondong-bondong datang ke halaman Desa Alah Air Timur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas terlaksananya Gerakan Pangan Murah yang digagas Gubernur Riau bersama jajaran.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten, kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau yang telah menginisiasi Gerakan Pangan Murah pada hari ini demi menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi saat ini,” ujar Asmar.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pasar murah, tetapi wujud kepedulian untuk meringankan beban masyarakat. “Semoga dengan diadakannya pangan murah ini akan tercipta stabilisasi harga, sehingga harga tetap terjangkau di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti,” tuturnya.
Bupati Asmar menyadari betul bahwa inflasi telah memberi pukulan berat pada perekonomian, membuat harga bahan pokok meroket dan daya beli masyarakat kian menurun. Karena itu, langkah cepat pemerintah dengan menghadirkan pangan murah dianggap sebagai jawaban konkret bagi keresahan warga.
“Dengan adanya gerakan pangan murah, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas. Ini sangat berarti bagi dapur-dapur rumah tangga di Meranti,” jelasnya.
Di hadapan masyarakat, Asmar juga menyampaikan imbauan agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin. “Saya mengajak masyarakat untuk berbelanja kebutuhan dapur dengan harga murah dan terjangkau. Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berkontribusi,” tambahnya.
Namun Asmar tidak ingin kegiatan ini berhenti di sini. Ia berharap gerakan serupa terus berlanjut di masa mendatang, sekaligus mengajak masyarakat membangun potensi pertanian lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah.
“Harapan saya, setelah Gerakan Pangan Murah ini akan ada gerakan-gerakan berikutnya. Mari bersama-sama membangun potensi pertanian yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. InshaAllah, pemerintah daerah akan tetap berkomitmen untuk menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Daulai, menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah ini bukan kali pertama digelar di Kepulauan Meranti. Sebelumnya, program serupa juga pernah dilaksanakan pada bulan Ramadhan lalu.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan. “Apakah gerakan ini akan berlanjut? Tentu akan kami laporkan dulu kepada Gubernur Riau. Antusiasme masyarakat sangat ramai, dan sepertinya ke depan perlu ditambah kuotanya,” ujar Ade dengan nada optimistis.
Ia menekankan, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan, pemerintah memang harus hadir memberikan solusi nyata. “Dengan operasi pasar murah seperti ini, kita bisa menekan inflasi sekaligus meringankan beban masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa subsidi pangan murah ini sepenuhnya ditopang oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui APBD. Selisih harga antara pasar dan harga jual di lokasi kegiatan ditutup dengan suntikan dana tersebut.
“Pemerintah daerah harus hadir. Inilah bentuk nyata kepedulian pemerintah agar masyarakat bisa tetap membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya. (R-01)

