Warga Selatpanjang Berduka, Sosok Peracik Masakan Lezat Ditemukan Meninggal Tragis di Rumahnya
Seorang pria paruh baya berinisial W (52), ditemukan tak bernyawa di rumahnya. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Di Selatpanjang, pagi itu langit cerah. Matahari perlahan naik, menyinari rumah-rumah warga yang mulai beraktivitas. Namun, di balik cuaca yang ramah, kabar duka menyelimuti kota kecil di pesisir itu. Seorang pria paruh baya berinisial W (52), yang namanya begitu akrab di lidah banyak orang, ditemukan tak bernyawa di rumahnya.
W bukan pejabat, namun ia dikenal karena masakannya yang membuat orang selalu ingin kembali. Dari dapurnya, aroma sedap kerap mengundang pelanggan yang datang silih berganti. Tangan W begitu terampil, mampu mengolah bahan sederhana menjadi sajian penuh cita rasa. Bagi banyak orang, ia adalah 'ahli rasa' yang membuat Selatpanjang punya cerita kuliner tersendiri.
Namun, kabar yang datang belakangan sungguh mengejutkan. W mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, pria yang tampak tegar dan penuh semangat itu rupanya menyimpan luka yang tak tersampaikan. Kepergiannya seolah memutus rasa yang selama ini ia tebarkan melalui masakan.
Jenazah W pertama kali ditemukan oleh istrinya, Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 06.00 pagi di kamar mandi rumah mereka, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi. Saat ditemukan, ia sudah tidak bernyawa, diduga telah meninggal sekitar tiga jam sebelumnya. Seutas tali yang menjerat lehernya menjadi saksi bisu pilihan jalan sunyi yang ditempuhnya.
Kabar ini cepat menyebar. Warga yang mengenalnya terdiam. Ada yang tak percaya, ada pula yang hanya bisa menundukkan kepala. Bagi pelanggan setianya, sulit menerima kenyataan bahwa orang yang selalu menghadirkan senyum saat menyajikan masakan, ternyata menyimpan duka yang begitu dalam.
Di warung-warung kopi, nama W disebut dengan nada lirih. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang dipikul W hingga ia memilih jalan tersebut. Kehilangan ini menyisakan banyak tanya.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebingtinggi Iptu Daniel Bakara menjelaskan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan penyebab korban mengambil keputusan mengakhiri hidup.
“Dari keterangan saksi, korban semalaman keluar dari rumah. Pagi harinya, istri korban yang masuk ke kamar mandi menemukan suaminya sudah tergantung dan langsung berteriak histeris,” ungkap Kapolsek.
Teriakan itu memecah keheningan, membuat tetangga depan rumah bergegas datang. Saat mereka melihat, benar saja, W sudah tak bernyawa dengan seutas tali nilon berwarna putih berukuran sekitar 130 sentimeter yang melilit lehernya dan dalam posisi bertekuk lutut. Pagi yang seharusnya diisi rutinitas sederhana, seketika berubah menjadi kepanikan dan kesedihan.
Sekitar pukul 06.30 WIB, anggota Polsek Tebingtinggi bersama personel identifikasi Polres Meranti tiba di lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara sebelum mengevakuasi jenazah. Tubuh W kemudian dibawa ke RSUD Kepulauan Meranti untuk dilakukan pemeriksaan luar (Visum Et Repertum).
Kabar ini menyisakan luka mendalam. Tetangga dan pelanggan setianya masih sulit mempercayai kenyataan pahit ini. Bagi mereka, W adalah sosok yang selalu membawa rasa melalui masakan dan sapaan hangat. Kini, senyumnya hanya tinggal kenangan.
Kepergian W bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Selatpanjang yang selama ini akrab dengan aroma masakannya. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi pengingat, bahwa setiap orang mungkin sedang memikul beban yang tak terlihat. Dan terkadang, senyum yang kita lihat tak selalu mencerminkan hati yang baik-baik saja. (R-01)

