Menapak Jalan Tanah, Menyalakan Harapan: Bunda PAUD Meranti Bawa Cahaya Pendidikan ke Dusun Nerlang
Ismiatun menyambangi TK Al Hidayah Jarak Jauh di Dusun Nerlang, Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Langkah kaki Bunda PAUD Kepulauan Meranti, H. Ismiatun Asmar, S.E, tak gentar menapaki jalan tanah yang becek dan dikelilingi semak belukar. Lima kilometer jarak yang harus ia lalui, bukan dengan kendaraan, melainkan berjalan kaki menyusuri jalur sunyi di pedalaman. Sesekali ia mengangkat tangan, mengusap peluh yang mengalir deras, namun senyumnya tetap terjaga. Ada semangat yang jauh lebih besar daripada rasa lelah di tubuhnya—semangat untuk bertemu anak-anak di pelosok negeri.
Hari itu, Rabu (27/08/2025), Ismiatun menyambangi TK Al Hidayah Jarak Jauh di Dusun Nerlang, Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Tempat ini bukan sekadar sekolah, melainkan jendela kecil yang membuka harapan bagi anak-anak dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) agar tidak tertinggal dalam pendidikan usia dini.
Ismiatun menuturkan, inisiatif ini lahir dari kerjasama Bunda PAUD Kepulauan Meranti dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Meranti. Tujuannya sederhana namun bermakna besar: menghadirkan layanan PAUD bagi anak-anak suku KAT yang selama ini belum merasakan indahnya duduk di bangku sekolah.
“Anak-anak dari komunitas adat terpencil berhak mendapat pendidikan sejak dini, karena dari sanalah pondasi masa depan mereka dibentuk,” ucapnya penuh keyakinan.
Bagi Ismiatun, setiap tetes keringat yang jatuh sepanjang perjalanan adalah saksi bahwa pendidikan tidak boleh memandang jarak, medan, atau keterbatasan. Ia percaya, hadir langsung ke tengah masyarakat adalah cara terbaik untuk menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir bagi warganya, meski di pelosok terdalam.
Langkah-langkah kecil menuju masa depan anak-anak di Dusun Nerlang, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, hari itu terasa begitu berarti.
Di tengah keterbatasan jalan tanah dan minimnya sarana prasarana, Bunda PAUD Kepulauan Meranti, H. Ismiatun Asmar, S.E, hadir dengan semangat yang tak pernah surut. Ia menegaskan bahwa pendidikan bagi anak usia dini bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi emas yang akan menentukan arah hidup mereka.
“Pendidikan usia dini itu sangat penting. Masa ini adalah masa golden age anak-anak. Kalau dibiarkan hanya bermain tanpa belajar, itu kerugian besar,” ucap Ismiatun di hadapan orang tua murid TK Al Hidayah Jarak Jauh, Rabu (27/08/2025).
Di hadapan para orangtua, ia mengajak agar tetap bersemangat membawa anak-anak ke sekolah. Jarak jauh dan jalan yang sulit tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan mereka kehilangan kesempatan emas.
“Nanti bersama dinas pendidikan akan kami usahakan membantu sarana yang kurang. Jangan patah semangat,” tambahnya penuh keyakinan.
Bunda PAUD Kepulauan Meranti itu juga menyampaikan rasa hormatnya kepada para pendidik PAUD yang dengan dedikasi tinggi tetap setia mengajar meski proses belajar hanya bisa dilakukan tiga kali seminggu karena kendala akses jalan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada bunda pendidik. Semoga tetap sehat, tetap semangat, dan terus menyalakan semangat anak-anak agar mau sekolah PAUD,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Suprapti, yang turut hadir, menekankan bahwa PAUD adalah dasar yang sangat penting bagi keberhasilan pendidikan di jenjang selanjutnya. Menurutnya, rencana pemberlakuan wajib belajar sejak TK atau PAUD harus benar-benar didukung semua pihak.
“Kalau ini kita jalankan dengan serius, upaya membangun SDM Nasional yang lebih baik akan tercapai,” jelasnya.
Suprapti juga mengingatkan pentingnya orangtua segera mendaftarkan anak mereka ke PAUD sebelum batas akhir 31 Agustus mendatang.
“Data anak harus masuk ke Dapodik, sehingga nanti ada bantuan seragam sekolah dan fasilitas lainnya yang bisa kita salurkan,” ungkapnya.
Turut mendampingi kunjungan itu, Camat Tebing Tinggi Timur Mazlin Jamal, Bunda PAUD Kecamatan Tebing Tinggi Timur Ns. Wirani Karno, serta Kepala Sekolah TK Al Hidayah, Ika Pradiska.
Bagi anak-anak di Dusun Nerlang, kedatangan Bunda PAUD bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi juga cahaya harapan bahwa langkah mereka menuju masa depan tak akan lagi sesulit jalan tanah yang mereka tapaki setiap hari. (R-01)

