SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
    • Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      21/07/2026  ❘  14:12 WIB
    • Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      21/07/2026  ❘  10:31 WIB
    • Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      21/07/2026  ❘  10:28 WIB
  • Nasional
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
  • Ekonomi
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
    • Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      21/07/2026  ❘  10:10 WIB
    • Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      21/07/2026  ❘  09:31 WIB
    • Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      21/07/2026  ❘  09:18 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Audiensi Pemprov Riau dan BPS, Matangkan Persiapan Data KIP Kuliah

      Audiensi Pemprov Riau dan BPS, Matangkan Persiapan Data KIP Kuliah

      21/07/2026  ❘  13:53 WIB
    • Harimau Sumatera Tiba-Tiba Lompat ke Atas Motor Pekerja Sawit di Mengkapan Siak

      Harimau Sumatera Tiba-Tiba Lompat ke Atas Motor Pekerja Sawit di Mengkapan Siak

      21/07/2026  ❘  13:08 WIB
    • Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      21/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      21/07/2026  ❘  11:42 WIB
  • Sport
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Jalan Pramuka Selatpanjang Gelap dan Misteri Kabel Terpotong Rapi: Dugaan Sabotase atau Kelalaian Sistemik?

27/07/2025  ❘  15:01 WIB • Riau
Bagikan :
Jalan Pramuka Selatpanjang Gelap dan Misteri Kabel Terpotong Rapi: Dugaan Sabotase atau Kelalaian Sistemik?

Box panel listrik di Jalan Pramuka yang terlihat ada segel dari ULP PLN Selatpanjang karena menunggak pembayaran. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sudah empat malam berlalu sejak Jalan Pramuka, Selatpanjang, tenggelam dalam gelap. Jalur sepanjang 1.390 meter yang biasanya terang di bawah cahaya lampu jalan, kini berubah muram, menyisakan bayang-bayang dan kekhawatiran.

Warga mulai gelisah. Namun yang lebih menyesakkan bukan hanya soal gelapnya malam, tapi desas-desus yang berkembang di balik padamnya penerangan tersebut.

Kejadian ini bermula pada Rabu malam, 23 Juli 2025, ketika warga menyadari bahwa lampu penerangan jalan umum (LPJU) benar-benar padam total. Setelah ditelusuri, kabel utama yang mengalirkan listrik dari PLN menuju panel distribusi ditemukan telah terpotong. Tidak rusak, tidak tercerabut sembarangan, tapi dipotong rapi — seolah oleh tangan profesional.

Awalnya, kabar beredar bahwa ini adalah ulah pencuri. Namun belakangan, dugaan itu mulai dipertanyakan. Kabel yang hilang hanya sepanjang tidak sampai setengah meter, dan itu pun dari jalur inti. Terlalu kecil jika untuk dikomersilkan, namun cukup penting untuk melumpuhkan seluruh jaringan lampu jalan.

Dua hari sebelum kabel “raib”, tepatnya pada 21 Juli, lampu-lampu di sepanjang Jalan Pramuka sudah lebih dulu padam. Penyebabnya? Disegel oleh pihak PLN karena tunggakan pembayaran yang mencapai ratusan juta rupiah. Maka, muncul dugaan lain — bahwa kabel itu bukan dicuri, tapi diputus dengan sengaja. Oleh siapa, dan untuk tujuan apa?

Desas-desus di kalangan warga makin kencang. Ada yang menduga, pemotongan kabel dilakukan agar kerusakan ini tampak sebagai akibat pencurian, bukan karena pemerintah daerah lalai membayar tagihan. Narasi “lampu padam karena maling” akan jauh lebih mudah diterima publik daripada mengakui adanya kelalaian anggaran. Selain itu juga dimaksudkan agar pemerintah daerah tidak terkesan terlihat bersalah dengan adanya insiden ini.

Namun siapa pun pelakunya, satu hal yang pasti dan warga kini menjadi korban dari ketidakjelasan ini. Jalan Pramuka berubah jadi lorong gelap yang mengancam keamanan dan kenyamanan pengguna jalan setiap malam. Pengendara harus ekstra waspada, pejalan kaki merasa tak aman.

Di tengah semua ini, masyarakat menanti jawaban. Bukan sekadar siapa yang memotong kabel, tapi siapa yang akan bertanggung jawab menyalakan kembali cahaya di Jalan Pramuka.

Dibalik padamnya cahaya di Jalan Pramuka, ternyata tersimpan kisah tentang tunggakan, birokrasi, dan keterbatasan anggaran yang belum terurai.

 

Gilang Wana Wijaya Cendekia, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya angkat bicara. Saat dikonfirmasi Minggu 27 Juli 2025, Gilang membenarkan bahwa sebelum kabar pencurian kabel mencuat, lampu-lampu jalan itu memang telah lebih dulu padam  karena disegel oleh pihak PLN.

Penyebabnya? Ada tunggakan tagihan listrik sebesar Rp 650 juta untuk seluruh jaringan lampu jalan se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Khusus untuk Jalan Pramuka, tagihannya mencapai Rp 40 juta.

“Terkait tagihan itu, begitu kami menerima surat pemberitahuan dari PLN, kami langsung mengajukan SPD ke BPKAD untuk diproses pembayarannya,” jelas Gilang. Namun, ia mengakui bahwa hingga kini pembayaran tersebut belum terealisasi.

Menurutnya, tertundanya pembayaran ini bukan karena kelalaian Dinas Perhubungan. “Kami sudah ajukan sejak sebulan lalu. Kalau belum dibayar, biasanya karena ketersediaan anggaran. Itu di luar ranah kami,” imbuhnya.

Gilang juga menambahkan bahwa jika saja Dishub memiliki status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), proses keuangan bisa lebih fleksibel. Namun sayangnya, saat ini Dishub Kepulauan Meranti belum memiliki keleluasaan tersebut.

Maka, polemik padamnya lampu jalan dan dugaan pencurian kabel ini menjadi gambaran kompleksnya urusan pelayanan publik, dimana terang atau gelapnya sebuah jalan, kadang ditentukan bukan oleh ketersediaan listrik, tetapi oleh benang kusut penganggaran yang belum terurai.

Padamnya lampu di Jalan Pramuka, Selatpanjang, seolah menjadi simbol dari rumitnya benang birokrasi di balik terang yang seharusnya menjadi hak warga. Bukan hanya soal kabel yang terpotong atau tunggakan tagihan, tetapi juga soal pengelolaan anggaran yang tak kunjung sinkron dengan kebutuhan.

Gilang Wana Wijaya Cendekia, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, mencoba merinci akar persoalan. Ia menjelaskan, ada dua jenis tagihan dari PLN yang diterima pihaknya yakni ada tagihan rutin dan tagihan susulan.

 

“Tagihan rutin itu yang terukur, pakai meteran. Sedangkan tagihan susulan sifatnya flat, tidak terukur, dan hanya berdasarkan survei lapangan,” ujarnya.

Masalah muncul pada tagihan susulan ini. Karena tidak menggunakan sistem metering, nilainya bisa membengkak dan kerap kali merugikan daerah. Namun, untuk memasang sistem metering pun, dibutuhkan anggaran yang tak sedikit—lagi-lagi, kembali pada keterbatasan fiskal.

Yang menjadi ironi, kata Gilang, sebenarnya daerah memiliki potensi pembiayaan dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) — pajak yang dibayarkan oleh pelanggan listrik PLN dan disetor ke kas daerah. Nilainya cukup signifikan, bisa mencapai Rp 500 juta lebih setiap bulannya.

“PBJT itu pada dasarnya dibayar untuk mendanai lampu jalan. Jadi secara logika, seharusnya tagihan listrik kita bisa tertutupi,” ucapnya.

Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Dana PBJT yang seharusnya digunakan untuk penerangan jalan malah sering ‘terpakai’ untuk keperluan lain. Ketika tagihan jatuh tempo, dana pun tak tersedia. Akibatnya, tunggakan terus membesar dan pemadaman pun tak terelakkan.

"Dengan adanya PBJT yang dibayarkan rutin ke kas daerah, sebenarnya itu dibayarkan untuk tagihan listrik lampu jalan dan seharusnya itu balance, namun yang terjadi anggarannya dipakai untuk kebutuhan yang lain. Kedepannya diharapkan jangan sampai pendapatan kita ini lebih kecil dari pengeluaran karena adanya tagihan susulan. Kalau pola ini terus dibiarkan, kita akan terus defisit. Di daerah lain malah PBJT-nya surplus, bisa untuk keperluan lain. Di tempat kita malah menyusut,” imbuh Gilang dengan nada prihatin.

Kisah ini bukan sekadar tentang kabel atau panel distribusi. Ia adalah cermin dari bagaimana satu alur sistem pengelolaan keuangan daerah bisa mempengaruhi terang atau gelapnya sebuah jalan. Dan mungkin, juga nasib ribuan orang yang melaluinya setiap malam.

Di tengah spekulasi yang beredar—mulai dari pencurian kabel hingga dugaan sabotase—Gilang Wana Wijaya Cendekia, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, mencoba menenangkan arus asumsi publik. Ia tidak menampik bahwa kabar-kabar miring itu sampai ke telinganya.

 

“Kalau ada yang berpikir begitu, kami tak bisa menutup mulut orang-orang. Namun yang jelas, kami bisa pastikan ini bukan ada unsur disengaja," ujarnya.

Gilang tidak membantah bahwa peristiwa padamnya lampu jalan berawal dari penyegelan oleh pihak PLN akibat tunggakan. Namun ia menolak jika dikatakan bahwa hilangnya kabel adalah bagian dari skenario. Ia menyebut, kejadian itu hanyalah kebetulan yang tidak bisa mereka kendalikan.

“Kalau sudah terjadi insiden, ya memang tak bisa kita hindari. Tapi ini bukan sesuatu yang dirancang atau ada unsur kesengajaan,” tukasnya.

Sementara itu, perbaikan tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Gilang memperkirakan dibutuhkan waktu paling cepat dua minggu, mulai dari proses pengadaan kabel baru, pengiriman, hingga pemasangan kembali di lapangan. Selama waktu itu, warga harus bersabar hidup dalam bayang-bayang malam.

Tak hanya gelap, tapi juga tanda tanya yang belum kunjung padam.

Di satu sisi, Pemerintah Daerah masih berpacu dengan keterbatasan anggaran dan sistem birokrasi yang rumit. Di sisi lain, masyarakat hanya ingin kepastian—mengapa pajak yang dibayar setiap bulan lewat tagihan listrik, nyatanya tak mampu menjaga lampu tetap menyala?

Pada akhirnya, Jalan Pramuka kini bukan sekadar ruas jalan yang tertutup cahaya. Ia menjadi ruang penuh tafsir, di mana kepercayaan publik diuji dan tanggung jawab pemerintah dipertaruhkan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :LPJUPadamSelatpanjangKepulauan MerantiSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Bakar Lahan Seluas 5 Hektare di Kecamatan Gaung Inhil, Polisi Amankan Seorang Tersangka

    Bakar Lahan Seluas 5 Hektare di Kecamatan Gaung Inhil, Polisi Amankan Seorang Tersangka

    Hukrim •
    27/07/2025 ❘ 14:29 WIB
  • Domang dan Tari Jadi Pusat Perhatian: Peserta Lari Kalah Populer Sama Maskot Gajah

    Domang dan Tari Jadi Pusat Perhatian: Peserta Lari Kalah Populer Sama Maskot Gajah

    Riau •
    27/07/2025 ❘ 13:44 WIB
  • 160 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya

    160 Guru Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri, Ternyata Ini Alasannya

    Nasional •
    27/07/2025 ❘ 12:15 WIB
  • Inilah 11 Manfaat Kacang Hijau yang Baik Untuk Ibu Hamil dan Janin

    Inilah 11 Manfaat Kacang Hijau yang Baik Untuk Ibu Hamil dan Janin

    Umum •
    27/07/2025 ❘ 11:42 WIB
  • Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Riau •
    27/07/2025 ❘ 10:08 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan