Tim FEB Unri Berkunjung ke Dinas Parekraf Provinsi Riau, RICEBA & RICS 2025 Jadi Ajang Promosi Pariwisata dan Budaya Riau ke Panggung Internasional
Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Rabu (23/7/2025). Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Rabu (23/7/2025). Kunjungan dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan International Conference on Economics, Business, and Accounting (RICEBA) serta Riau International Community Service (RICS) 2025 yang dihelat pada 23-24 September 2025 mendatang. Selain itu, juga untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Riau ke panggung internasional.
Kedatangan Tim FEB Universitas Riau dipimpin oleh Ketua Panitia RICEBA & RICS 2025, Dr. Any Widayatsari SE, M.Ec didampingi Koordinator Bidang Acara Rahmita B. Ningsih SE, M.Hum dan Dr. Yanti Mayasari Ginting S.Sos, M.Sc serta seorang mahasiswa Ammara Aprilia Putri. Tim disambut hangat oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Ade Yudistira SH, M.Si, dan Adyatama Pariwisata Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Alfiandri, S.ST,
Dalam pertemuan itu, Dr. Any Widayatsari menyampaikan, RICEBA & RICS 2025 akan mengulas beragam perspektif baru, pendekatan inovatif, serta praktik unggul yang dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia dan dunia. Adapun tema besar yang diusung yakni “Elevating Excellence: Innovative Approaches and Best Practices in Economics, Business, and Accounting”.
"Melalui RICEBA & RICS 2025, kami tidak hanya ingin menyelenggarakan forum akademik internasional, tetapi juga menghadirkan wajah Provinsi Riau yang kaya akan potensi pariwisata dan budaya kepada dunia. Karenanya, kolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sangat strategis dalam memperkenalkan destinasi wisata unggulan di 12 kabupaten/kota di Riau kepada para peserta konferensi," ungkap Dr. Any.
FEB Universitas Riau telah mencatatkan prestasi gemilang melalui raihan akreditasi internasional FIBAA untuk tiga Program Studi Sarjana (S1), yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi. Kegiatan RICEBA & RICS 2025 pun diharapkan menjadi wujud konkret menuju internasionalisasi kampus sekaligus wadah promosi potensi daerah kepada audiens global.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Ade Yudistira menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan RICEBA & RICS 2025. Menurutnya, konferensi internasional ini adalah momentum strategis bagi Provinsi Riau untuk memperkenalkan pesona pariwisata lokal secara global.
"Kami menyambut baik ajakan kolaborasi ini. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau siap menyediakan konten promosi digital mengenai destinasi wisata unggulan Riau yang nantinya akan disiarkan secara virtual kepada para peserta dari berbagai negara. Ini adalah kesempatan strategis untuk memperkenalkan budaya, tradisi, serta keindahan alam Riau ke mata dunia," ujar Ade.
Adapun konten promosi yang akan ditampilkan mencakup berbagai destinasi dan atraksi budaya ikonik Riau, seperti:
1. Pacu Jalur di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, tradisi mendayung perahu panjang yang telah menjadi simbol budaya masyarakat Kuansing.
2. Festival Bakar Tongkang di Rokan Hilir, perayaan unik yang memadukan tradisi etnis Tionghoa dan Melayu dalam sebuah ritual kebudayaan.
3. Kenduri Riau di Pekanbaru, festival budaya dan kuliner yang menampilkan ragam kekayaan lokal.
4. Festival Bekudo Bono di Sungai Kampar, Pelalawan, atraksi wisata ombak Bono yang unik dan mendunia.
5. Istana Siak Sri Indrapura, bangunan megah berarsitektur Eropa, Arab, India, dan Melayu yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Siak.
6. Pantai Rupat Utara di Kabupaten Bengkalis, destinasi bahari dengan pasir putih sejauh 17 kilometer yang menghadap Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia.
"Disparekraf juga akan mengirimkan Buku Buletin Pariwisata Riau kepada para keynote speakers dari mancanegara sebagai simbol kehormatan dan upaya memperkuat citra Provinsi Riau di mata dunia," kata Ade.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Yanti Mayasari Ginting juga menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sektor pariwisata dalam mendorong pembangunan daerah berbasis budaya.
"Manajemen pariwisata budaya bukan hanya soal mempromosikan destinasi, tetapi juga melibatkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian tradisi, dan penciptaan nilai ekonomi kreatif," ujar Yanti, dosen FEB Universitas Riau yang concern pada keilmuan pengembangan pariwisata budaya.
Sementara itu, mahasiswa FEB UNRI yang turut hadir, Ammara Aprilia Putri, menilai bahwa kolaborasi ini akan memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi para mahasiswa dan membuka perspektif baru dalam memahami keterkaitan antara akademik dan praktik nyata di lapangan.
"Kami mahasiswa sangat bangga dilibatkan dalam kegiatan yang sangat penting ini," kata Ammara.
RICEBA & RICS 2025 menghadirkan sejumlah pembicara kunci dan plenary speakers ternama di antaranya: Prof. Dr. Yusliza Mohd Yusoff (Universiti Malaysia Terengganu, Malaysia), Prof. Dr. Razana Juhaida Johari (Universiti Teknologi MARA, Malaysia), rof. Dr. Stefan Veith (Universität Bremen, Jerman), Dr. Khairul Anuar Kamarudin (University of Wollongong, Dubai-UEA), Dr. Effiezal Aswadi Abdul Wahab (Curtin University, Australia) dan Prof. Dr. H. B. Isyandi, M.Si. (Universitas Riau, Indonesia).
Kegiatan RICEBA & RICS 2025 menjadi langkah strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau dalam mewujudkan visi internasionalisasi kampus sekaligus memperkuat peran aktif akademisi dalam pembangunan daerah. Dengan dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, diharapkan sinergi ini akan memberikan kontribusi nyata tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam peningkatan daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bumi Lancang Kuning.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi foto bersama di depan Kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau sebagai simbol dimulainya sinergi positif ini. (R-03)

