SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      21/07/2026  ❘  10:31 WIB
    • Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      21/07/2026  ❘  10:28 WIB
    • Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      21/07/2026  ❘  09:04 WIB
    • Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      21/07/2026  ❘  07:29 WIB
  • Nasional
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
  • Ekonomi
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
    • Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      21/07/2026  ❘  10:10 WIB
    • Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      21/07/2026  ❘  09:31 WIB
    • Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      21/07/2026  ❘  09:18 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      21/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      21/07/2026  ❘  11:42 WIB
    • Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Perbaiki Jalan Mahato–Simpang Manggala

      Pemprov Riau Gandeng Perusahaan Perbaiki Jalan Mahato–Simpang Manggala

      21/07/2026  ❘  11:35 WIB
    • BMKG: Hampir Seluruh Riau akan Diguyur Hujan Hari Ini!

      BMKG: Hampir Seluruh Riau akan Diguyur Hujan Hari Ini!

      21/07/2026  ❘  09:53 WIB
  • Sport
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Menyulam Masa Depan dari Rongsokan: Kisah Keluarga Pemulung di Selatpanjang, Sekolahkan Tiga Anak hingga Kuliah

23/06/2025  ❘  19:08 WIB • Riau
Bagikan :
Menyulam Masa Depan dari Rongsokan: Kisah Keluarga Pemulung di Selatpanjang, Sekolahkan Tiga Anak hingga Kuliah

Kisah Keluarga Pemulung di Selatpanjang. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Di sudut sepi Jalan Utama Ujung, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti, di sebuah lorong kecil dan di balik rerimbun semak yang jarang tersentuh, berdiri sebuah rumah reyot yang nyaris roboh. Tak ada pagar, tak ada cat, hanya papan-papan lapuk yang menyangga atap yang mulai merunduk. Di halaman, barang-barang bekas dan rongsokan berserakan—terlihat seperti tak berpenghuni.

Namun siapa sangka, di dalam gubuk itu hidup sebuah keluarga yang penuh kasih dan kehangatan. Mereka adalah Hasim Kan (57) dan Afrida Yanti (50), pasangan suami istri yang setiap harinya berjibaku dengan kerasnya hidup sebagai pemulung. Bersama lima anak perempuannya yakni Sri Indra Pertiwi (27), Gustina Hidayat Idhofi (21), Zaenul Juminah (18), Zuhiyusriyah (16), dan Zuriyati Barirah (8). Hasim dan Afrida menenun cerita kehidupan yang sederhana, namun kaya akan ketabahan dan syukur.

Ketika media datang berkunjung, Hasim dan Afrida menyambut hangat, menyalami dengan ramah, senyuman mereka seolah menyembunyikan beratnya kehidupan.

"Pekerjaan saya dari dulu memang begini, ngumpul barang bekas. Pendapatan per hari sangat kurang, kadang dapat, kadang tidak,"
ujar Hasim sambil tersenyum.

"Tapi ya mau tak mau, dicukup-cukupkan saja. Yang penting tiap hari bisa makan," lanjutnya dengan nada pasrah namun ikhlas.

Gubuk mereka, meski tak layak disebut rumah, menjadi tempat bernaung yang penuh canda dan tawa lima putrinya. Mereka tumbuh dalam keterbatasan dan saat tidur harus berdesak-desakan, namun tetap punya mimpi. Di sela timbunan plastik, besi tua, dan kardus, Hasim menyimpan harapan—agar anak-anaknya kelak bisa hidup lebih baik, mengenyam pendidikan, dan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Afrida, sang istri, menambahkan bahwa apa yang mereka jalani bukanlah sesuatu yang mudah. Bertahun-tahun dengan kondisi rumah yang hampir roboh di tanah milik orang dengan status sewa. Mereka belum punya lahan sendiri dan saat ini hanya bisa nyicil.

"Kadang hujan deras, atap bocor, kami basah semua. Tapi tetap bersyukur, karena masih ada tempat berteduh," ucapnya, sambil menatap lembut anak-anaknya yang duduk berdesakan di ruang sempit.

 

Setiap pagi, Hasim dan Afrida memulai hari lebih awal dari kebanyakan orang. Mereka menyusuri lorong-lorong kota, memungut apa saja yang bisa dijual. Hasil dari memulung itulah Hasim memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

"Kami tidak minta banyak, cuma ingin anak-anak bisa terus sekolah dan melanjutkan pendidikan," kata Hasim.

Kisah keluarga ini bukan sekadar potret kemiskinan, tapi juga tentang daya tahan, kerja keras, dan cinta yang tumbuh di tempat yang tak banyak orang sudi memandang. Di tengah tumpukan rongsokan, mereka membangun harapan, menanam semangat, dan menjaga kebersamaan.

Mereka tidak minta dikasihani. Mereka hanya ingin dilihat, didengar, dan diberi kesempatan untuk tetap hidup layak. Karena di balik rumah yang nyaris roboh itu, ada keluarga kecil yang tak pernah menyerah—mengajarkan bahwa bahagia tak harus selalu tinggal di istana.

Meskipun hidup dalam keterbatasan. Berprofesi sebagai pemulung, dimana mereka hanya mengandalkan sisa-sisa dari kehidupan kota untuk menyambung hidup. Namun dari tangan yang terbiasa memungut rongsokan, lahir anak-anak yang memungut harapan, mengumpulkan ilmu, dan membangun masa depan dari lembar demi lembar buku pelajaran.

Dari lima anak perempuan yang mereka miliki, tiga di antaranya kini tengah mengejar gelar sarjana. Anak pertama mereka, Sri Indra Pertiwi, menempuh pendidikan di Universitas Terbuka dengan jurusan Ilmu Pemerintahan dan tak lama lagi akan diwisuda. Anak kedua, Gustina Hidayat Idhofi, kini duduk di semester lima pada jurusan Administrasi Bisnis. Keduanya mendapatkan nilai bagus. Sedangkan anak ketiga, Zaenul Juminah, baru saja lulus seleksi masuk Universitas Riau dan mengambil jurusan Manajemen Keuangan.

Di tengah segala keterbatasan, mereka tak menyerah. Ketiganya menjalani kuliah sembari bekerja di minimarket demi menanggung sebagian biaya hidup mereka sendiri.

“Meskipun dalam ekonomi terbilang kurang mampu, saya harus berusaha bisa menguliahkan anak itu meskipun harus gali lubang tutup lubang. Semangat anak-anak juga kuat, kita hanya memberikan dorongan dan motivasi saja,” ujar Hasim dengan mata yang berbinar haru.

 

Hasim sendiri pernah merasakan pahitnya impian yang pupus. Ia mengisahkan masa mudanya di Lombok, ketika semangat untuk kuliah harus kandas karena tak punya biaya.

“Saya terus terang gagal kuliah, duit tak ada sehingga tidak dimasukkan oleh orang tua saya. Waktu itu saya sangat kecewa, makanya saya merantau dari Lombok,” tuturnya pelan.

Namun dari kegagalan itu, Hasim memahat tekad. Ia tidak ingin sejarah pahitnya terulang pada generasi berikutnya.

“Saya tak ingin ini terjadi pada anak saya. Makanya saya tekankan anak harus sekolah tinggi. Karena cari kerja sekarang susah, dan kalau bisa harus lebih. Jangan kayak saya, cukup saya saja yang kecewa,” ungkapnya, penuh tekad.

Di tengah fenomena lulusan perguruan tinggi yang masih banyak menganggur, Hasim justru punya pandangan yang berbeda.

“Kalau sekarang kuliah banyak tak dapat kerja, itu tidak jadi masalah. Sekurang-kurangnya wawasannya lebih tinggi dari yang tidak sekolah dan kuliah. Pengetahuan itu paling penting, terlepas dia dapat kerja apa nantinya,” katanya dengan yakin.

Untuk anaknya yang kini akan menempuh pendidikan di luar daerah, Hasim hanya bisa berserah kepada yang Maha Kuasa. Ia sadar, tidak semua bisa ditanggung oleh negara. Namun baginya, harapan tidak boleh pupus hanya karena tak punya uang.

“Kalau biaya kuliah sudah ditanggung pemerintah. Namun untuk biaya hidup, kita tawakal saja kepada Allah. Barang siapa yang bersungguh pasti ada jalan. Anak-anak juga sudah terbiasa dan bisa untuk memenuhi keperluannya sendiri. Saya hanya memberikan dorongan positif kepada mereka. Soal kondisi ekonomi ini kita ketepikan dulu dan tidak jadi penghalang. Yang penting kita semangat, dan itu pasti ada jalan,” tuturnya, menutup percakapan dengan penuh keyakinan.

 

Di rumah yang hampir roboh itu, Hasim dan Afrida tidak hanya membesarkan anak, tapi juga membesarkan harapan. Mereka membuktikan, bahwa pendidikan bukan hanya milik mereka yang berkecukupan. Selama masih ada kemauan dan tekad, bahkan dari tumpukan rongsokan pun bisa tumbuh mimpi yang menjulang.

Zaenul Juminah: Dari Gubuk Rongsokan, Menjadi Pemimpi Besar yang Tak Kenal Menyerah

Di tengah keterbatasan dan kondisi hidup yang jauh dari kata ideal, seorang anak muda dari tepian kota Selatpanjang, membuktikan bahwa mimpi tidak pernah mengenal batas. Namanya Zaenul Juminah. Lahir dari keluarga pemulung, tumbuh dalam gubuk sederhana yang nyaris roboh, dan dikelilingi rongsokan—namun justru dari sanalah ia menemukan nyala semangat yang membawanya hingga ke bangku kuliah.

Kini, Zaenul tengah mempersiapkan diri untuk mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Riau, berkat program beasiswa Bidikmisi, atau yang kini dikenal sebagai Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Berkat beasiswa ini, biaya kuliah bukan lagi menjadi beban utama dalam langkahnya meraih cita-cita.

"Jangan bunuh mimpimu karena faktor ekonomi, karena siapapun bisa menjadi apapun. Semakin tinggi mimpi yang kamu punya, semakin tinggi pencapaian yang akan kamu dapat. Yang penting dan paling utama adalah niat. Ayah mengajarkan bahwa kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang," ucap Zaenul dengan suara yang penuh keyakinan.

Ayahnya, Hasim Kan, yang setiap hari memulung sampah demi menyambung hidup, adalah inspirasi terbesarnya. Ia menyaksikan sendiri bagaimana sang ayah tetap gigih menyekolahkan kelima anak perempuannya, meski hidup dari hasil yang tak seberapa. Bagi Zaenul, keteladanan itu adalah bahan bakar mimpi-mimpinya.

Sejak duduk di bangku SMA, Zaenul sudah menunjukkan kecemerlangannya. Ia terus meraih peringkat terbaik di kelas, membuktikan bahwa ketekunan dan semangat belajar bisa mengalahkan segala keterbatasan.

“Alhamdulillah, sejak kelas satu sudah mendapatkan juara kelas dan terus mendapatkan rangking terbaik. Saat lulus pun, saya memperoleh nilai paling tinggi di sekolah,” kenangnya bangga.

Namun jalan menuju mimpi itu tidak selalu mulus. Di kelas dua SMA, Zaenul mulai bekerja sebagai kasir di minimarket untuk membantu keuangan keluarga dan menabung demi bekal kuliah. Rutinitasnya luar biasa dimana pagi sekolah, malam bekerja, lalu belajar sebelum tidur.

 

“Saya kerja sejak kelas dua, jadi kasir. Saat pulang kerja saya pastikan buku pelajaran tersusun dan jika ada tugas diselesaikan dulu baru tidur. Bahkan jam istirahat di sekolah saya manfaatkan untuk mengerjakan tugas,” ujarnya, mengenang masa-masa berat yang justru mengasah mental dan daya juangnya.

Ia menyadari sepenuhnya bahwa keluarganya tidak bisa sepenuhnya membiayai pendidikan tinggi. Namun, ia tidak memilih menyerah. Sebaliknya, ia menyiapkan dirinya dengan belajar, bekerja, dan tetap menjaga asa.

“Saya kerja untuk ngumpul uang agar bisa jadi bekal untuk kuliah. Uangnya saya tabung. Saya tahu kondisi keluarga tidak memungkinkan untuk membiayai semuanya, tapi semangat harus ada,” tutur Zaenul dengan mata berbinar.

Meskipun berasal dari jurusan IPA, ketertarikan Zaenul justru tertuju pada dunia bisnis. Ia punya impian besar menjadi pengusaha sukses dan memiliki perusahaannya sendiri.

“Saya waktu sekolah jurusannya IPA, tapi saya dominan ke bisnis dan jati diri saya sepertinya ke sana. Cita-citanya, saya ingin jadi CEO dan pemilik perusahaan sendiri,” pungkasnya penuh percaya diri.

Zaenul Juminah adalah cermin dari generasi muda yang tak menyerah pada takdir. Ia membuktikan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan sedikit keberuntungan dari tangan-tangan yang mau membantu, siapa pun bisa meniti jalan dari semak-semak rongsokan menuju panggung prestasi. Ia bukan hanya inspirasi bagi anak-anak dari keluarga miskin, tapi juga bagi semua orang yang sedang mempertanyakan apakah mimpi mereka masih layak diperjuangkan.

Karena mimpi, seperti kata Zaenul, tidak mengenal ekonomi. Ia hanya menuntut satu hal yakni keyakinan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Kisah Keluarga PemulungSelatpanjangSekolah TinggiKuliahSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • SPMB SMA Negeri Riau Dibuka 24-29 Juni: Jalur Prestasi Jadi Kuota Terbesar

    SPMB SMA Negeri Riau Dibuka 24-29 Juni: Jalur Prestasi Jadi Kuota Terbesar

    Riau •
    23/06/2025 ❘ 18:25 WIB
  • PSSI Targetkan Timnas Indonesia U-23 Menang  di Piala AFF 2025

    PSSI Targetkan Timnas Indonesia U-23 Menang  di Piala AFF 2025

    Sport •
    23/06/2025 ❘ 17:46 WIB
  • Kolaborasi LBH dan TP PKK Riau: Dari Edukasi Hukum Menuju Aksi Nyata

    Kolaborasi LBH dan TP PKK Riau: Dari Edukasi Hukum Menuju Aksi Nyata

    Riau •
    23/06/2025 ❘ 16:46 WIB
  • Begini Cara Memblokir Telepon Spam yang Masuk ke HP

    Begini Cara Memblokir Telepon Spam yang Masuk ke HP

    Umum •
    23/06/2025 ❘ 15:12 WIB
  • Jadi Trending, 4 Pulau di Indonesia Ini Jadi Sorotan Usai Muncul di Situs Jual-Beli Internasional

    Jadi Trending, 4 Pulau di Indonesia Ini Jadi Sorotan Usai Muncul di Situs Jual-Beli Internasional

    Nasional •
    23/06/2025 ❘ 14:38 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan