Pekerja Asia Pacific Rayon Grup Royal Golden Eagle di Pelalawan Tewas di Pabrik, Polisi Pasang Police Line
Lokasi kejadian kecelakaan kerja di areal pabrik serat rayon PT APR telah di pasang garis polisi atau police line. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Seorang pekerja PT Asia Pacific Rayon (APR) bernama Nanda (28) tewas saat bekerja di dalam pabrik di Pangkalan Kerinci, Riau pada Sabtu (21/6/2025). Polisi telah memasang police line di lokasi terjadinya kecelakaan kerja fatal yang merenggut nyawa tersebut.
Belum diketahui kronologi terjadinya kecelakaan kerja tersebut. Namun dikabarkan korban diduga sempat terseret ke dalam mesin.
Kondisi korban saat meninggal dunia juga belum bisa diakses, karena pihak perusahaan langsung bergerak cepat dan mengafani serta menyolati jenazah. Namun, perusahaan mengklaim pihak keluarga hadir saat proses pemandian jenazah, yang kemudian dikirim ke Medan.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau telah menurunkan tim untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan kerja di pabrik serat rayon viscosa tersebut.
“Tadi tim pengawas sudah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi,” kata Kepala Bidang Pengawasan Disnakertrans Riau, Bayu Surya kepada SabangMerauke News, Minggu (22/6) malam.
Bayu menyatakan, tim pengawas yang melakukan investigasi pada lokasi kecelakaan kerja di PT APR, dipimpin oleh Junaedi.
Asia Pacific Rayon (APR) mengklaim dirinya sebagai produsen rayon viskosa pertama yang terintegrasi di Asia dari perkebunan hingga serat viscose. Pabrik mereka berada di Pangkalan Kerinci berkapasitas 325.000 ton berada dalam kompleks APRIL Group.
Perusahaan ini terafiliasi dengan raksasa Royal Golden Eagle milik Sukanto Tanoto. Presiden Jokowi pada 21 Februari 2020 lalu meresmikan pabrik dengan investasi diklaim mencapai Rp 15 triliun.
Sementara itu, Head of Corporate Communications PT Riau Andalan Pulp and Paper, Aji Wihardandi mengatakan bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan investigasi guna mengetahui penyebab kejadian. Namun ia mengklain peristiwa tersebut murni single accident.
“Saat ini investigasi sedang berlangsung. Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV, ini murni kecelakaan kerja, single accident,” ujar Aji Wihardandi melalui keterangan tertulisnya.
Aji menyebutkan kalau perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan kerja dalam operasional perusahaan.
Dalam menangani jenazah, Aji mengungkapkan, kalau pihak Klinik RAPP sudah melakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan didampingi dan persetujuan keluarga korban.
“Keluarga korban ada di klinik, menyaksikan proses memandikan, mengafani, dan menyolatkan jenazah korban. Jenazah korban dipulangkan ke kampung halaman menggunakan mobil jenazah yang didukung oleh perusahaan,” ujarnya.
Aji menambahkan, pihak perusahaan akan terus memantau situasi serta memberikan dukungan dan memastikan pemenuhan kewajiban serta hak-hak sesuai ketentuan ketenagakerjaan maupun bantuan lainnya yang diperlukan untuk melalui masa-masa sulit bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kami menyampaikan duka cita atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi serta belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum rekan kami, karyawan Asia Pacific Rayon (APR), yang menjadi korban dalam insiden ini,”
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan hati dan mendapatkan limpahan doa serta dukungan dalam menghadapi duka ini,” pungkas Aji. (KB-01/Rachdinal)

