Pendaftaran Sudah Ditutup, Masih Ada 46 Siswa Belum Tertampung di Tebingtinggi, Disdik Meranti Upayakan Kuota Tambahan di SMPN 3
Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 2025 tingkat SMP di Kabupaten Kepulauan Meranti resmi ditutup. Foto : SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada 2025 tingkat SMP di Kabupaten Kepulauan Meranti resmi ditutup. Namun, hingga batas akhir pendaftaran, tercatat sebanyak 96 calon peserta didik di Kecamatan Tebingtinggi belum tertampung di sekolah negeri yang menjadi pilihan utama mereka.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kepulauan Meranti, Tunjiarto MPd bergerak cepat dan angsung mencarikan solusi dengan menyiapkan kuota tambahan di dua satuan pendidikan negeri guna mengakomodasi siswa yang belum mendapat tempat.
Tunjiarto menyampaikan bahwa penambahan kuota ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Prinsipnya, tidak ada anak yang tertinggal. Meski kuota semula sudah terpenuhi, kami sedang memfinalisasi penambahan daya tampung untuk dua sekolah, agar 96 siswa ini tetap bisa bersekolah di tahun ajaran baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dua sekolah yang diproyeksikan menampung tambahan siswa tersebut telah disurvei dan dinilai masih memiliki kapasitas ruang belajar yang memadai untuk membuka rombongan belajar baru (rombel) tambahan.
“Ini adalah langkah strategis. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan semangat hanya karena keterbatasan tempat. Kita ingin semua siswa, apapun latar belakangnya, bisa melanjutkan pendidikan dengan baik,” tambahnya.
Salah satu solusinya adalah dengan penambahan kuota. Dimana, ada dua SMP Negeri di Kecamatan Tebingtinggi masih kekurangan peserta didik, yakni SMPN 3 dan SMPN 4.
Dengan rincian, di SMPN 3 masih kekurangan murid sebanyak 26 orang dan SMPN 4 kekurangan murid sebanyak 24 orang.
"Pendaftarannya sudah tutup karena di sistim Dapodik sudah penuh. Solusi sementara yakni SMPN 3 masih bisa menampung 26 orang dan SMPN 4 sebanyak 24 murid," ungkap Tunjiarto.
Dari jumlah itu, sebanyak 46 siswa berasal dari Kecamatan Tebingtinggi, yang hingga kini belum memiliki kepastian tempat belajar.
Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah daerah melalui Disdikbud Meranti langsung berkoordinasi dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau.
"Sesuai instruksi Bupati, kita langsung berkoordinasi dengan BPMP. Kuota tambahan sedang diupayakan di SMPN 3 dengan penambahan dua lokal untuk menampung 46 orang calon peserta didik yang belum tertampung tersebut. Untuk itu, mari kita bersama berdoa agar upaya ini bisa terwujud," ujar Tunjiarto.
Upaya ini menjadi bentuk komitmen daerah dalam memberikan solusi nyata atas keterbatasan daya tampung, tanpa mengabaikan hak setiap anak atas pendidikan. Jika sebelumnya sistem zonasi menjadi acuan dalam penempatan peserta didik sesuai domisili, kebijakan kuota tambahan ini menghapus batas zonasi demi memastikan semua siswa bisa tertampung.
“Tujuannya bukan sekadar penempatan, tapi memastikan akses pendidikan tetap terbuka dan inklusif,” lanjut Tunjiarto.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem pendaftaran SPMB yang kini berbasis online turut membantu menyaring calon peserta didik secara objektif dan efisien.
"Sistem online ini bekerja otomatis. Jika ada siswa yang tidak memenuhi syarat, maka akan langsung tereliminasi. Jadi, 96 orang yang tidak tertampung itu merupakan siswa yang memang tidak lolos di sekolah lain, bukan karena sistem bermasalah," jelasnya.
Disdikbud Kepulauan Meranti, tambahnya, terus berbenah seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan tuntutan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan. Mereka juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan percaya bahwa pemerintah tengah berupaya maksimal menyelesaikan persoalan ini.
“Pendidikan adalah prioritas kita bersama. Mari kita doakan agar penambahan kuota di SMPN 3 bisa segera disetujui dan anak-anak kita bisa mulai tahun ajaran baru dengan semangat dan harapan yang baru,” pungkasnya. (R-04)

