Ngeri! Warga Rohil Pasang Baliho 'Selamat Datang di Kampung Narkoba' di Pos Polisi Bhabinkamtibmas
Para warga setelah pemasangan foto bersama di lokasi spanduk baliho persis di pagar halaman Pos Bhabinkamtibmas, Simpang Ompong, Dusun Bakti, Desa Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Rabu (18/6/2025). Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Warga masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir, tepatnya Dusun Bakti, Desa Bakti Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah pasang spanduk baliho bertuliskan "Selamat Datang di Kampung Narkoba, Mau Belanja Datang Kesini,".
Ngerinya, spanduk itu dipasang di pagar halaman Pos Polisi atau Pos Bhabinkamtibmas, persis di Simpang Ompong, Dusun Bakti, Rabu (18/6/2025) petang tadi.
Spanduk yang dipasang ada dua, yang atas bertuliskan 'Kawasan Kampung Narkoba' dan yang posisi dibawah bertuliskan 'Selamat datang di Kampung Narkoba, mau belanja datang kesini'.
Aksi pemasangan spanduk baliho tersebut melibatkan puluhan remaja dan emak-emak dari berbagai RT di Desa Bakti Makmur. Meski terkesan sarkastik, tulisan dalam baliho itu bukanlah bentuk dukungan, melainkan ekspresi kekecewaan dan peringatan kepada aparat serta pemerintah akan maraknya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan mereka.
“Asal usul baliho itu datang dari keresahan warga. Hampir tiap malam ada saja yang diduga bertransaksi (sabu). Kami takut anak-anak kami rusak masa depannya,” ujar Aslan, salah seorang warga tempatan.
Aslan menyebut bahwa warga sebenarnya sudah lama menyimpan kekhawatiran. Namun, karena tidak kunjung ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH), warga akhirnya mengambil langkah simbolik untuk mengetuk perhatian publik dan pihak berwenang.
Ia mengaku sejumlah nama yang diduga sebagai bandar dan pengedar sabu-sabu telah lama menjadi pembicaraan di masyarakat, namun belum ada tindakan hukum yang terlihat.
"Ini Gerakan spontanitas dari para remaja yang tiba-tiba, entah kapan mereka nempah baleho kita pun tak tau. Tapi kita sangat mendukung apa yang mereka lakukan," pungkasnya.
Para ibu rumah tangga pun menyuarakan keresahan yang sama. Mereka mengaku sering melihat aktivitas mencurigakan di malam hari, bahkan ada yang dilakukan di sekitar fasilitas umum.
“Kami ini ibu-ibu, kami takut anak-anak kami terjerumus. Setiap malam kami tidak bisa tidur nyenyak. Kami minta polisi bertindak cepat dan tegas,” tegas seorang emak-emak yang ikut dalam aksi.
Sementara itu, baliho dengan ukuran sekitar 2x3 meter itu kini mencuri perhatian masyarakat sekitar. Letaknya yang strategis di halaman kantor Bhabinkamtibmas, menjadi pesan terbuka kepada aparat kepolisian agar tidak menutup mata. Warga menilai tindakan nyata harus segera diambil untuk membersihkan kampung mereka dari jaringan peredaran narkotika.
Mereka mendesak aparat penegak hukum, khususnya dari Polsek Bagan Sinembah dan Polres Rokan Hilir, untuk segera menurunkan tim dan melakukan penyelidikan intensif.
“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir ini akan menjadi budaya. Anak-anak muda jadi korban, dan akhirnya hancur masa depan kampung ini,” tambah Aslan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait aksi warga tersebut. Namun, masyarakat berharap pesan protes yang mereka suarakan dengan cara damai ini dapat menjadi pemicu langkah konkret dari pihak berwenang untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. (R-02)

