5 Hektare Semak Belukar Lahan Gambut di Tanjung Penyebal Dumai Terbakar
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai, yang terjadi pada Kamis (12/6/2025), melahap semak belukar di Kelurahan Tanjung Penyembal Kecamatan Sungai Sembilan sekitar 5 Ha. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Dumai - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Dumai, yang terjadi pada Kamis (12/6/2025), melahap semak belukar di Kelurahan Tanjung Penyembal Kecamatan Sungai Sembilan sekitar 5 hektare.
Kepala Lelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) kota Dumai, Irawan Sukma melalui Kabid Logistik dan Penanggulangan Joko Susilo mengungkapkan, bahwa lahan yang terbakar di Tanjung Penyembal seluas 5 hektare.
"Lahan yang terbakar itu semak belukar dan berada di lahan gambut sekitar 5 ha," katanya, kepada media.
Joko menerangkan, bahwa saat ini tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan, namun karena kawasan yang terbakar itu berada di lahan gambut maka perlu dilakukan pendinginan di lokasi kebakaran.
Diakuinya, kondisi lahan yang gambut yang terbakar ini memang harus dilakukan pendinginan, dan saat ini tim gabungan atau Satgas Darat, TNI, Polri, MPA dan lainnya masih terus melakukan pendinginan.
"Untuk sumber air terbatas, dan di lokasi angin kencang membuat tim kualahan, karena api yang sudah padam bisa kembali terbakar akibat angin kencang ditambah panas terik," imbuhnya.
Tak hanya angin kencang dan panas terik, Joko mengaku akses menuju terbilang susah, meskipun begitu pihaknya terus melakukan pendinginan
Ia meminta kerjasama camat dan lurah untuk bersama-sama memantau dan memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar.
"Intinya harus ada kerjsama semua lini agar bisa memetakan dan mengantisipasi Karhutla yang terjadi di Dumai," sebutnya.
Joko mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar di lokasi perkebunan terlebih semak belukar saat panas terik melanda.
"Keminta doa kepada masyarakat Dumai, agar Karhutla di Dumai, bisa benar benar padam, semoga hujan deras bisa segera mengguyur kota Dumai, agar titik titik panas bisa benar benar padam sepenuhnya," pungkasnya. (R-04)

