Bukan Sekadar Bisnis: Pelindo Regional I Tebar Kepedulian dan Kebaikan Lewat Kurban di Selatpanjang
Penyerahan bantuan program Pelindo berbagi kurban 2025. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Suasana hangat terasa di halaman Masjid Al Hasanah, Pasar Baru, Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Tak jauh dari pelabuhan Tanjung Harapan yang sehari-hari dipadati kapal dan pekerja, hari itu terdengar takbir bersahut-sahutan menggema. Bukan deru kapal, tapi semangat berbagi yang menggetarkan hati.
Pagi itu, satu ekor sapi kurban dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 Tanjung Balai Karimun siap disembelih. Bukan sekadar ritual tahunan, ini adalah bagian dari program “Pelindo Berbagi Hewan Qurban”, sebuah bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian yang nyata dari BUMN kepada masyarakat di sekitar wilayah kerjanya.
Hari raya Idul Adha 1446 H/ 2025 M tahun ini,
Pelindo Regional 1 kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan menyembelih sebanyak 2 ekor sapi yang kemudian dagingnya disalurkan kepada masyarakat di wilayah kerjanya nya yakni di Karimun dan Selat Panjang.
Ini juga merupakan bagian program dari BUMN Pusat, sebagai wujud kepedulian Pelindo dan upaya menjaga keharmonisan Pelindo dengan masyarakat.
Setiap tahun, momen ini selalu dinantikan. Bagi sebagian masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu, sepotong daging kurban bisa menjadi sesuatu yang begitu berharga—bukan hanya soal rasa, tapi rasa dihargai dan diperhatikan.
Proses penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan syariat Islam dan prinsip kebersihan yang ketat. Setelah itu, daging kurban didistribusikan secara langsung kepada kaum dhuafa, warga sekitar pelabuhan, para pekerja pelabuhan, hingga mitra kerja Pelindo di Selatpanjang dan Karimun. Semua disalurkan secara terarah dan sehat, melalui proses koordinasi dan pemeriksaan karantina hewan.
Di tengah aktivitas pelabuhan yang tak pernah tidur, momen ini menjadi oase—sebuah bukti bahwa di balik pelabuhan dan logistik yang padat, masih ada ruang besar untuk berbagi dan menebar kepedulian.
Deputy Branch Manager Pendukung Operasi PT Pelindo Regional I Karimun melalui Manager Operasi Selatpanjang, Indra Ardiansah menyampaikan, bahwa pelaksanaan kurban ini adalah lebih dari sekadar ibadah, tetapi juga sebagai manifestasi semangat berbagi dan memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat di sekitar pelabuhan.
“Ini merupakan manifestasi semangat berbagi dan memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat di sekitar pelabuhan,” ujarnya, Sabtu (7/6/2025).
Indra menegaskan bahwa Pelindo tidak hanya fokus pada urusan bisnis dan logistik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari budaya kerja. “Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial menjadi bagian integral dari eksistensi perusahaan,” tambahnya.
Melalui program tahunan ini, Pelindo berupaya menebar manfaat, mempererat silaturahmi, dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas pelabuhan. Momentum Idul Adha dimanfaatkan sebagai ajang berbagi, mempererat silaturahmi. Serta meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut Indra menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Pelindo untuk selalu hadir dan berbagi dengan masyarakat.
“Pelindo senantiasa menempatkan nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan sosial sebagai bagian penting dari eksistensi perusahaan. Program ini adalah salah satu bentuk nyata komitmen kami terhadap masyarakat sekitar pelabuhan," tuturnya.
Di tengah riuh aktivitas dermaga, sepotong daging kurban dari Pelindo menjadi simbol harapan dan perhatian, bahwa keberadaan perusahaan tak hanya dirasakan lewat pelayaran dan bongkar muat, tapi juga lewat sentuhan kepedulian yang nyata.
Bagi Pelindo Regional I khususnya di Selatpanjang, pelabuhan bukan hanya ruang aktivitas ekonomi dan logistik. Tetapi juga bagian dari ekosistem sosial yang perlu dijaga harmoninya.
"Pelabuhan adalah bagian dari ekosistem sosial yang perlu dijaga harmoninya," ujar Indra Ardiansah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya simbolik. Harapannya, kurban yang dibagikan benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat penerima manfaat.
“Kami percaya bahwa hubungan antara pelabuhan dan masyarakat harus dibangun dalam semangat kolaboratif dan saling mendukung. Kurban ini adalah salah satu cara kami untuk menunjukkan bahwa kami peduli dan ingin tumbuh bersama masyarakat,” ujarnya lagi.
Tak hanya sekadar memberi, Pelindo ingin tumbuh bersama masyarakat. Bukan dari atas ke bawah, tapi berdampingan, dengan kolaborasi dan empati sebagai landasannya.
Salah satu pekerja pelabuhan yang turut menerima pembagian daging kurban tak bisa menyembunyikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Pelindo. Kegiatan ini benar-benar terasa manfaatnya, apalagi bagi kami yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya dengan mata berbinar.
Di hari raya ini, Pelindo menunjukkan bahwa kehadiran sebuah perusahaan bisa lebih dari sekadar institusi ekonomi. Ia bisa menjadi bagian dari kehidupan, dari solidaritas, dari doa-doa masyarakat kecil yang masih setia menanti perhatian.
Di antara deru kapal dan debur ombak, Pelindo memilih jalan berbagi—jalan yang tak hanya memperkuat koneksi logistik, tapi juga koneksi hati. (R-01)

