Jelang 100 Hari Masa Kerja Asmar–Muzamil: Menggerakkan Mesin Pemerintahan dari Dalam, Rombak Tiga Pejabat Eselon II
Memasuki 100 hari kerja masa kepemimpinan Bupati AKBP (Purn) H. Asmar dan Wakil Bupati Muzamil Baharudin melakukan kebijakan strategis yang telah disusun. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Memasuki 100 hari kerja masa kepemimpinan Bupati AKBP (Purn) H. Asmar dan Wakil Bupati Muzamil Baharudin melakukan kebijakan strategis yang telah disusun. Diantara langkah awal yang dilakukan adalah mengevaluasi struktur birokrasi yang menjadi tulang punggung roda pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kali ini adalah melakukan perombakan atau reshuffle kabinet Eselon II. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti itu dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, Selasa (27/5/2025) malam.
Ruangan itu terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan hanya karena sorot lampu yang menyinari ruangan pelantikan, tetapi juga karena semangat baru yang menyelimuti wajah-wajah pejabat yang akan menjalani amanah baru dalam struktur pemerintahan.
Malam itu di ruangan Aula bukan sekadar tempat pelantikan. Ia menjelma menjadi panggung transformasi — saksi sejarah dari langkah awal duet kepemimpinan Bupati AKBP (Purn) H. Asmar dan Wakil Bupati Muzamil Baharudin dalam merapikan rumah besar bernama birokrasi guna menyusun program mereka membenahi akar struktur birokrasi, pilar yang menopang seluruh kebijakan publik.
Langkah ini bukan sekadar simbolik. Perombakan pejabat eselon II atau reshuffle kabinet menjadi bukti bahwa pemerintahan yang baru tak ingin terjebak dalam ritme lama. Evaluasi dilakukan, izin teknis dari pusat dikantongi, dan malam itu tiga wajah lama mendapat amanah baru dalam tugasnya untuk masyarakat.
Sudandri Jauzah, SH — sebelumnya Asisten Administrasi Umum — kini dipercaya menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Sebuah rotasi yang mempercayakan urusan masyarakat pada sosok yang telah lama mengenal sistem dari dalam.
Sementara itu, Drs. H. M. Mahdi, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, kini mengisi posisi Asisten Administrasi Umum, meneruskan tongkat estafet yang ditinggalkan Sudandri.
Dan H. Suwardi, yang selama ini memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kini beralih menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM — sebuah posisi strategis yang menuntut pemikiran luas dan kepekaan sosial yang tinggi.
Namun di balik pelantikan itu, ada satu kursi yang kini kosong yakni jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang ditinggalkan oleh H. Suwardi namun akan dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), namun untuk posisi ini belum diumumkan, sebuah strategi yang menyiratkan seleksi cermat demi memastikan estafet kepemimpinan pendidikan berjalan tanpa tergelincir.
Tiga nama, tiga rotasi. Bukan sekadar pergeseran tempat duduk, tapi penempatan kepercayaan. Mereka bukan digeser karena tak mampu, tetapi karena saatnya mesin birokrasi digerakkan secara taktis, agar selaras dengan irama visi-misi kepemimpinan Asmar–Muzamil.
Dua bulan sebelumnya, Wakil Bupati Muzamil juga telah melantik sembilan pejabat administrator dan pengawas. Tanda bahwa perubahan ini telah dirancang dengan teliti, bukan reaktif, melainkan strategis.
Seratus hari program kerja bukan waktu yang panjang untuk perubahan besar. Namun di Kepulauan Meranti, seratus hari itu sudah menjadi awal yang nyata — bahwa kepemimpinan baru tak hanya hadir untuk memimpin dari balik meja, tapi berani menata dari dalam. Karena mereka tahu, jika ingin pelayanan publik berlari, maka mesinnya — birokrasi — harus lebih dulu sehat, kuat, dan tepat.
Bupati AKBP (Purn) H. Asmar memimpin langsung Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama. Tiga pejabat eselon II secara resmi digeser ke jabatan setara. Namun di balik rotasi itu, ada semangat penyegaran dan harapan akan sistem kerja yang lebih dinamis dan profesional.
Pelantikan berlangsung khidmat. Di hadapan para Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Wakapolres Kepulauan Meranti, dan sejumlah pejabat vertikal, sumpah jabatan dibacakan secara perlahan yang didampingi oleh Misyamto, Kasubbag TU Kantor Kemenag Kepulauan Meranti, yang dipercaya memandu prosesi. Suasana semakin syahdu kala satu per satu pejabat maju dan mengikrarkan kesanggupan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Dalam pidatonya, Asmar tidak hanya menyampaikan ucapan selamat, tetapi juga menitipkan pesan mendalam kepada pejabat yang baru dilantik. Ia menyebut, mutasi ini bukan sekadar pergeseran kursi, melainkan proses pembangunan birokrasi yang lebih matang, visioner, dan adaptif.
"Pelantikan ini harus dimaknai dari sudut kepentingan organisasi, bukan hanya penempatan figur pada posisi tertentu," ujar Asmar penuh penekanan.
Ia berharap kehadiran pejabat baru mampu membawa suasana kerja yang segar, memperluas wawasan, dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan yang lebih siap untuk amanah yang lebih besar di masa mendatang.
Lebih dari itu, Asmar menegaskan bahwa ini bukan pelantikan terakhir. Evaluasi akan terus dilakukan dengan menyesuaikan dengan peraturan yang ada dan siapapun yang dipercaya memegang jabatan harus siap bekerja lebih keras, menjunjung tinggi integritas, loyalitas, dan disiplin.
"Sebagai ASN, mari kita buktikan bahwa kita adalah abdi negara yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Meranti," tutupnya, disambut tepuk tangan seluruh hadirin.
Asmar meminta kepada tiga yang baru dilantik agar senantiasa bersemangat, bekerja keras dan menjunjung tinggi komitmen PNS serta berusaha meningkatkan kedisiplinan, profesionalitas, loyalitas dan integritasnya sebagai abdi negara sekaligus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
Di bawah sorot lampu yang mulai meredup, malam itu bukan sekadar malam pelantikan. Ia adalah malam penuh harapan, di mana perubahan tak lagi sekadar wacana, tetapi telah menampakkan wujudnya—lewat komitmen, penyegaran, dan langkah pasti menuju pemerintahan yang melayani dengan hati. (R-01)

