Bupati Siak Instruksikan Patroli Rutin Cegah Karhutla
Bupati Siak Alfedri menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak dan seluruh mitra pemerintah untuk meningkatkan patroli rutin mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Siak - Bupati Siak Alfedri menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak dan seluruh mitra pemerintah untuk meningkatkan patroli rutin mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Ia tidak ingin kejadian Karhutla bertambah dari data Januari -April 2025, yang telah menghanguskan lahan sekitar 7,9 ha.
Menurut Alfedri, Karhutla tidak mengenal batas kawasan. Baik itu hutan lindung, cagar biosfer, kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI), maupun perkebunan, baik milik perusahaan maupun masyarakat. Semuanya berpotensi terdampak.
“Antisipasi mencegah kebakaran hutan dan lahan memang dibutuhkan koordinasi yang lebih intensif. Untuk itu seluruh pemangku kepentingan saya instruksikan agar meningkatkan koordinasi dan komunikasi, agar pencegahan jauh lebih gampang dilaksanakam,” kata Alfedri belum lama ini.
Ia juga meminta camat dan pihak perusahaan agar lebih aktif dalam upaya pencegahan.
Bahkan pekerjaan patrloi tidak terbatas pada hari kerja namun dituntut setiap hari.
Termasuk sosialisasi dan pengawasan di wilayah masing-masing. Pemilik lahan diimbau agar tidak lalai dalam menjaga lahannya agar tidak memicu kebakaran.
“Jangan sampai bencana kebakaran lahan akibat kelalaian kita yang menyebabkan izin perusahaan dicabut,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Siak, hingga April 2025 luasan Karhutla mencapai sekitar 7,9 ha. Meski relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, namun belum zero Karhutla.
Keseriusan Alfedri mencegah Karhutla, ia menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/436/HK/KPTS/2025 tanggal 16 April 2025, serta menerbitkan surat edaran Nomor 300.2/PK/3/2025.
“Trennya saat ini turun. Ini sudah pertengahan tahun dan luasan Karhutla mencapai 7,9 hektar. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” ujar Alfedri.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab tersedia berbagai alat pertanian alternatif.
Sementara itu, Kepala Manggala Agni Daops Sumatra VI/Siak Ihsan Abdillah mengatakan pihaknya terus melakukan patroli rutin di desa-desa rawan kebakaran dengan menyisir kawasan hutan menggunakan sepeda motor.
“Kami patroli masuk ke kampung-kampung dan ke dalam hutan untuk memantau titik-titik rawan. Ini bagian dari upaya pencegahan dini, agar kebakaran bisa dicegah sebelum meluas,” ujarnya.(R-04)

