Tim PT PHR Tinjau Lokasi Budidaya Ikan Lele FPLD di Rumbai, Pengelola Harap Perusahaan Beri Dukungan
Tim PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan kunjungan pemantauan ke lokasi usaha budidaya ikan lele yang dikelola oleh Forum Pemuda Lembah Damai (FPLD) di Rumbai pada Rabu (7/5/2025). Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Tim PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan kunjungan pemantauan ke lokasi usaha budidaya ikan lele yang dikelola oleh Forum Pemuda Lembah Damai (FPLD) di Rumbai pada Rabu (7/5/2025). Kunjungan ini sebagai tindak lanjut audiensi yang sebelumnya dilakukan oleh FPLD pada Selasa, 11 Februari silam di Kantor PT PHR di Rumbai.
Kedatangan tim PHR yakni Indra dan Cindy diterima langsung oleh jajaran pengurus FPLD dan Ketua Badan Pengawas FPLD Armaini SH di kantor Kelurahan Lembah Damai. Hadir juga dalam persamuhan tersebut Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Lembah Damai, Hamdan S.AP.

Ketua Badan Pengurus FPLD Bony Fernando menyampaikan apresiasi atas respon PT PHR yang datang berkunjung ke lokasi usaha budidaya ikan lele yang mereka kelola. Saat ini, FPLD telah membentuk tiga kelompok budidaya pada 3 lokasi yang berbeda dan masing-masing telah beraktivitas.

"Dengan kunjungan ini, berarti audiensi yang kami lakukan tiga bulan lalu ada tindak lanjutnya. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini, perusahaan PT PHR bisa memberikan dukungan terhadap FPLD dalam pengembangan usaha yang dilakukan. Karena dengan adanya usaha budidaya ikan lele ini, pemuda setempat memiliki aktivitas positif, termasuk mendapatkan tambahan penghasilan," kata Bony.
Bony menjelaskan, minat pemuda Lembah Damai dalam membuka usaha sangat tinggi. Namun, kerap terkendala oleh permodalan dan pengetahuan manajemen usaha. Itu sebabnya, PT PHR sebagai perusahaan yang bertetangga langsung dengan Lembah Damai diharapkan dapat memberikan perhatian konkret.

"Sebelum kami meminta dukungan, kami telah membuktikan lebih dulu bisa membuka usaha dengan kekuatan yang terbatas. Selama ini, kami mendapatkan dukungan permodalan dari Ibu Lindawati selaku anggota DPRD Kota Pekanbaru," kata Bony.
Namun, dengan inisiatif untuk membuka usaha budidaya ikan lele ini mendapat respon dan minat yang tinggi dari kalangan pemuda tempatan. Sementara, kapasitas permodalan terbatas.

"Dalam kondisi saat ini, dibutuhkan dukungan konkret dari PT PHR untuk pengembangan usaha," kata Bony.
Ketua Badan Pengawas FPLD, Armaini SH menegaskan, keberadaan usaha budidaya ikan lele dikelola dengan manajemen yang baik dan transparan. Pihaknya selalu mendampingi kelompok pembudidaya dalam menjalankan usahanya.

"Karena dengan manajemen yang baik, usaha ini bisa berkembang. Kami sebagai orangtua mereka akan terus mendampingi serta mengawal usaha ini agar bisa terus tumbuh. FPLD telah memulai usaha ini dari nol dan terus berjalan. Kedatangan tim PHR ini sangat kami apresiasi," kata Armaini.
Sementara itu, perwakilan PT PHR, Indra menyatakan hasil kunjungan lapangan ini akan dilaporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti. Pihaknya sengaja datang meninjau tempat usaha untuk mengetahui kondisi yang riil.
Ia belum bisa memastikan apa tindak lanjut dari kunjungan tersebut. Namun, setidaknya temuan lapangan dari kunjungan ini bisa menjadi pertimbangan bahwa kegiatan usaha budidaya ikan lele yang dikelola FPLD benar adanya.
FPLD terbentuk pada Juni 2024 lalu, merupakan organisasi berbadan hukum perkumpulan yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor: AHU-0006072.AH.01.07.Tahun 2024 tanggal 10 Juni 2024.
Selain itu, Forum Pemuda Lembah Damai juga telah tercatat pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru dengan Nomor Pencatatan BL.03.03/ Kesbagpol.Kesbangormas/31.a/2024.
Perkumpulan FPLD beralamat dan berkedudukan di Jalan Lembah Damai, RW 05/RT 01, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Organisasi ini merupakan binaan anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi NasDem, Lindawati SE. (R-03)

