Pasca Lebaran Pemkab Kepulauan Meranti Kembali Layani Masyarakat, Wabup Muzamil: Disiplin dan Persoalan Sampah Harus Jadi Perhatian Bersama
Usai euforia lebaran mereda, aktivitas pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali berjalan normal. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Usai euforia lebaran mereda, aktivitas pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali berjalan normal. Memastikan hal itu bukan sekadar formalitas, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM MM, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor pelayanan di wilayah Kecamatan Tebingtinggi, Rabu (9/4/2025).
Kunjungan ini menjadi lanjutan dari sidak yang dilakukan sehari sebelumnya di tingkat OPD kabupaten. Kali ini, giliran kantor camat dan kelurahan yang menjadi perhatian. Muzamil menyambangi Kantor Camat Tebingtinggi, Kelurahan Selatpanjang Kota, Selatpanjang Selatan, Selatpanjang Barat, dan Selatpanjang Timur. Tak hanya itu, sekolah-sekolah yang memulai hari pertama kegiatan belajar pasca-libur juga tak luput dari pantauannya.
Dalam sidaknya, Muzamil menekankan pentingnya membangun lingkungan kerja yang bersih, tertib, dan disiplin, sebagai pondasi utama pelayanan kepada masyarakat. Ia menyampaikan pesan tegas namun bersahabat kepada seluruh aparatur pemerintah di tingkat bawah agar menjadikan momen pasca-libur ini sebagai titik awal meningkatkan kualitas kerja.
"Kami minta untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kerja, dan tingkatkan kedisiplinan kerja. Saya yakin, dua hal ini dapat membawa pemerintahan ini menjadi lebih baik lagi," kata Muzamil di sela-sela sidaknya.
Menurutnya, pelayanan publik yang prima tak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan, tetapi juga dari sikap aparatur yang hadir sepenuh hati dalam menjalankan tugas. Maka, kehadiran pegawai secara penuh menjadi indikator awal yang diperhatikannya.
“Kemarin kita sudah sidak ke kantor kabupaten, hari ini kita turun ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Alhamdulillah, secara umum pelayanan berjalan maksimal, semua pegawai hadir seratus persen. Sebagai pemerintah kami merasa bangga sekali bisa melayani masyarakat dengan baik dalam segala sektor,” tuturnya.
Dengan langkah aktif seperti ini, Muzamil ingin memastikan bahwa semangat melayani tidak surut pasca-libur panjang. Ia berharap semangat baru usai Ramadan dan Idulfitri dapat menjadi energi positif bagi seluruh jajaran ASN, mulai dari tingkat kabupaten hingga kelurahan.
Langkah Wakil Bupati ini sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan yang optimal tidak bisa menunggu, tapi harus dijemput dengan disiplin, kehadiran, dan komitmen penuh dari seluruh unsur pemerintahan.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM MM, tidak hanya turun langsung meninjau pelayanan di kantor-kantor pemerintahan, namun juga menyampaikan refleksi penting terkait evaluasi pasca-lebaran.
Dalam pernyataannya, Muzamil menyampaikan rasa bangga atas kinerja seluruh elemen pemerintah daerah yang tetap sigap melayani masyarakat selama momentum Lebaran.
"Atas nama pemerintah daerah, kami bangga sekali bisa melayani masyarakat dengan baik selama lebaran ini. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan. Berkat kerja keras kita semua, persoalan-persoalan yang ada dapat diatasi," ucapnya penuh apresiasi.
Namun di balik kebanggaan itu, Muzamil tak menutup mata terhadap sejumlah catatan penting yang masih menjadi pekerjaan rumah, khususnya dalam hal kedisiplinan pegawai.
Ia menggarisbawahi bahwa kedisiplinan kerja harus terus ditingkatkan. Menurutnya, pelayanan yang maksimal tak hanya ditentukan oleh kehadiran fisik, tetapi juga oleh etos kerja yang konsisten dan komitmen terhadap tanggung jawab sebagai abdi negara.
Tak kalah penting, Muzamil juga menyoroti persoalan klasik yang selalu mencuat setiap usai lebaran—penumpukan sampah. Ia menilai bahwa isu kebersihan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tugas kolektif seluruh lapisan pemerintahan.
"Menyinggung soal sampah, kemarin kita sudah rapat soal pembentukan Satgas Sampah. Ini sebagai upaya menyeluruh melibatkan semua sektor yang terkait, dari pengelolaan hingga pemanfaatan sampah. Tidak bisa ego sektoral. Saya melihat kelemahannya justru ada di situ," tegasnya.
Menurutnya, perbedaan persepsi antara kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait kerap menjadi penghambat dalam menyelesaikan masalah sampah. Oleh karena itu, pembentukan Satgas Sampah menjadi langkah awal untuk menyatukan langkah dan menyelaraskan persepsi antar instansi.
"Kadang masing-masing membandingkan dengan instansi lain, sehingga koordinasi tidak berjalan baik. Dengan Satgas ini, kita ingin semua pihak punya visi yang sama agar persoalan sampah tak lagi menjadi beban yang berlarut-larut," pungkas Muzamil.
Langkah tegas dan kolaboratif yang diambil Wakil Bupati ini menjadi harapan baru dalam membangun wajah Kepulauan Meranti yang lebih bersih, tertib, dan disiplin pasca Lebaran. (R-01)

