Usai Libur Lebaran, Wabup Muzamil Sidak Hari Pertama Kerja: Fokus Pelayanan dan Kebersihan Kantor
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, MM., tampak berkeliling dari satu kantor ke kantor lain, pada hari pertama kerja pasca libur panjang Lebaran 1446 Hijriah. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Hari pertama kerja pasca libur panjang Lebaran 1446 Hijriah terasa berbeda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (8/4/2025) pagi. Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, MM., tampak berkeliling dari satu kantor ke kantor lain. Bukan hanya sekadar meninjau, kedatangannya juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus mengecek langsung kehadiran pegawai di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dengan mengenakan pakaian dinas, Muzamil memulai inspeksi mendadaknya dari RSUD Kepulauan Meranti. Ia tidak hanya meninjau absensi pegawai, namun juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Bahkan, ia menyempatkan diri menjenguk pasien yang sedang dirawat, sebuah bentuk empati di tengah rutinitas birokrasi.
Didampingi oleh Kepala BKPSDM Bakharuddin, M.Pd., Kadishub Agusyanto Bakar, Kasatpol PP dan Damkar Tunjiarto, serta sejumlah pejabat lainnya, Muzamil melanjutkan sidak ke beberapa OPD lain seperti Bapperida, Disdukcapil, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Di setiap tempat, ia disambut dengan wajah-wajah pegawai yang sebagian tampak masih dalam suasana lebaran.
“Sidak ini merupakan bagian dari instruksi nasional. Semua ASN dan tenaga honorer di seluruh Indonesia wajib masuk kerja pada 8 April. Kami hanya ingin memastikan bahwa aturan itu dipatuhi,” ujar Muzamil kepada awak media.
Meski bernuansa formal, sidak hari itu lebih menyerupai safari lebaran. Ada canda tawa, saling sapa, dan jabat tangan yang hangat antara pimpinan daerah dan para pegawai. Di balik tanggung jawab sebagai pengawas, Muzamil tetap menunjukkan wajah seorang pemimpin yang hadir tidak hanya untuk menilai, tapi juga untuk menyapa dan mendengar.
Langkah sederhana ini mencerminkan komitmen untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan setelah momen silaturahmi Idulfitri, sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tak mengenal jeda, meski baru saja selesai merayakan kemenangan.
Bagi Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, pertama masuk kerja setelah libur panjang Idulfitri bukan sekadar kembali duduk di balik meja kantor. Hari itu adalah momen untuk mengukur seberapa besar komitmen seorang abdi negara dalam menjalankan amanah rakyat.
Muzamil menegaskan pentingnya disiplin sebagai pondasi pelayanan publik. Dalam pandangannya, ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi sebuah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.
“Ini adalah hari pertama setelah kita libur lebaran, dimana tadi Pak Bupati sudah memimpin apel langsung untuk melihat kesiapan dari ASN dan non-ASN kita untuk kembali bekerja. Kami juga sudah melakukan sidak ke beberapa OPD yang sifatnya pelayanan. Alhamdulillah, berjalan dengan baik, tingkat kehadiran sangat maksimal,"
ungkap Muzamil.
Muzamil menyebut, hanya ada satu dokter di RSUD yang tidak hadir, namun yang bersangkutan telah mengirimkan surat keterangan karena ada urusan keluarga. Selebihnya, para pegawai menunjukkan kehadiran yang baik dan semangat untuk kembali melayani.
Ia juga menegaskan bahwa jauh hari sebelumnya, surat edaran tentang jadwal masuk kerja sudah disampaikan ke seluruh OPD.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para pegawai tidak menambah hari libur secara sepihak. Pemerintah telah memberikan waktu libur yang cukup panjang, dan hari pertama masuk kerja harus diikuti dengan semangat dan kedisiplinan.
“Kalau masih ada yang mangkir tanpa keterangan jelas, tentu akan ada konsekuensinya. Aturannya sudah jelas. Disiplin adalah kunci untuk menjaga kinerja pemerintahan tetap optimal. Bagi yang tetap tidak hadir tanpa keterangan, tentu akan ada sanksi. Walau saya tidak sebutkan spesifiknya, yang jelas semua harus bertanggung jawab atas tugasnya,” tegasnya.
Bagi Muzamil, semangat melayani pasca-Lebaran harus jadi simbol bahwa pemerintah hadir sepenuh hati untuk rakyat. Karena di balik setiap kursi pegawai negeri, ada harapan masyarakat yang menanti—bukan sekadar kehadiran, tapi juga pengabdian.
Tak hanya fokus pada kehadiran pegawai, Muzamil juga menyoroti hal-hal mendasar yang kerap terlupakan seperti kebersihan lingkungan kantor dan penampilan pegawai.
Saat melakukan sidak, Muzamil menekankan pentingnya membangun suasana kerja yang bersih, rapi, dan mencerminkan nilai-nilai pelayanan publik yang baik.
"Seperti yang saya arahkan bahwa ada hal-hal yang menurut kami perlu ditingkatkan, seperti kerapian dan kebersihan. Kemudian beberapa titik tadi perlu dilakukan perbaikan. Kita berharap dengan pegawai yang bersih, lingkungan yang bersih, akan melahirkan pemerintahan yang bersih. Itu tujuannya," ujar Muzamil tegas.
Baginya, kebersihan bukan semata soal anggaran. Melainkan soal niat dan kesadaran pribadi.
“Kebersihan itu berdasarkan keinginan, bukan semata-mata soal anggaran. Menjaga kebersihan adalah hal yang paling mudah, tidak perlu muluk-muluk. Dimulai dari cara berpakaian dan lingkungan kerja,” lanjutnya.
Muzamil juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin lagi mengulang sejarah kelam, di mana citra birokrasi tercoreng oleh pelanggaran hukum akibat kelalaian atau sikap masa bodoh.
“Saya tak mau lagi kabupaten ini terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pelanggaran hukum yang sudah pernah terjadi sebelumnya,” tegasnya.
Bagi Muzamil, kebersihan bukan sekadar fisik, melainkan juga mencerminkan integritas. Karena dari lingkungan yang terjaga, akan tumbuh semangat pengabdian yang bersih dan tulus untuk masyarakat.
Setelah melakukan sidak, Muzamil mengatakan tak hanya berhenti pada imbauan. Ia berjanji akan kembali melakukan pengecekan ulang untuk memastikan perubahan nyata terjadi di lingkungan pemerintahan.
“Ketika saya datang lagi, ini sudah harus berubah. Saya yakin pegawai mampu melakukannya. Kita mulai dulu ya dengan hal yang kecil-kecil, bukan yang berat-berat. Saya mengajak sesuatu yang menurut saya semua orang bisa melaksanakan dan mengerjakannya. Untuk itu, jangan bicara anggaran dulu, tapi bagaimana kesadaran bisa tumbuh pada diri semua pegawai,” tegas Muzamil.
Menurutnya, lingkungan pemerintahan harus menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam hal kebersihan dan kedisiplinan. Karena itu, ia mendorong agar setiap OPD memiliki satu hari khusus dalam sebulan yang dikhususkan untuk kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor.
“Lingkungan pemerintahan ini harus jadi contoh sebagai leading sektor untuk masyarakat. Bahwa pemerintah kita ini lingkungannya bersih. Maka dari itu, selain mengecek kehadiran pegawai, saya juga menekankan agar setiap bulan ada satu hari di setiap dinas untuk gotong royong. Tapi jangan dilakukan di hari kerja atau di hari pelayanan,” imbuhnya.
Muzamil menambahkan, pihaknya bersama Bupati akan turun langsung memastikan gotong royong tersebut dilaksanakan.
Tak hanya itu, ia juga menyiapkan skema reward and punishment bagi OPD yang menjalankan atau mengabaikan instruksi tersebut. Untuk tahap awal, pendekatan yang dilakukan masih bersifat pembinaan.
“Ini tahap awal kita mengajak. Nantinya reward dan punishment akan kita terapkan. Intinya minimal ada satu hari dalam sebulan untuk membersihkan lingkungan kantor,” tutup Muzamil.
Dengan langkah-langkah ini, Muzamil berharap budaya kerja yang bersih, tertib, dan penuh kesadaran bisa tumbuh dari dalam dan bukan karena aturan semata, tetapi karena rasa tanggung jawab sebagai abdi negara.
Muzamil kembali menegaskan pentingnya komitmen dan kesadaran pribadi dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam arahan-arahan yang ia sampaikan.
“Kami hanya mengajak dan mengimbau. Ya, tapi kalau ada yang tidak sanggup ya silakan. Ini kan ada pintu masuk, ada pintu keluar. Kami tidak pernah memaksa, ini pemerintahan demokrasi. Bagi yang mau kerja, ayo. Bagi yang tidak mau bekerja, ya silakan,” tegas Muzamil.
Ia menyampaikan bahwa semangat bekerja dan kedisiplinan harus lahir dari kesadaran, bukan karena tekanan. Sebab, menurutnya, dalam pemerintahan yang sehat, pegawai seharusnya termotivasi untuk memberikan yang terbaik, bukan karena takut, melainkan karena memiliki rasa tanggung jawab terhadap publik.
Lebih jauh, Muzamil juga mengimbau agar ASN dan tenaga honorer tidak perlu merasa risau dengan mutasi atau demosi. Semua keputusan tersebut, kata dia, akan selalu berdasarkan penilaian objektif dari pimpinan.
“Dengan melakukan kedisiplinan, tidak perlu lagi ada yang merasa takut dipindahkan dan digeser. Tetap semangat, kami tentunya punya ukuran. Kalau dia bisa, prestasinya bagus, ya kita upgrade. Tapi kalau memang prestasinya tidak baik, ya kita pertimbangkan lagi dengan yang lain,” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa tantangan pemerintah daerah hari ini adalah keterbatasan SDM. Oleh karena itu, setiap elemen dalam birokrasi harus dimaksimalkan perannya secara optimal.
“SDM kita hari ini tidak terlalu banyak dan tidak juga terlalu luas. Untuk itu, sebagai kepala daerah, menjadi kewajiban kami untuk memaksimalkan sumber daya yang ada,” pungkas Muzamil.
Melalui pendekatan humanis dan transparan seperti ini, Muzamil ingin membangun budaya birokrasi yang sehat—berbasis kesadaran, bukan ketakutan. Pemerintah daerah, katanya, harus menjadi rumah bersama, bukan ruang yang membebani.
Sebelumnya, mengawali hari pertama masuk kerja pasca libur Idulfitri 1446 Hijriah, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar memimpin apel bersama yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati.
Apel ini turut dihadiri Wakil Bupati Muzamil Baharudin, Sekretaris Daerah Bambang Supriyanto, para pejabat OPD, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan setelah masa cuti bersama Idulfitri. Dalam arahannya, Bupati Asmar menekankan pentingnya mengembalikan semangat dan komitmen pelayanan publik, serta menjadikan momen Ramadan sebagai bekal untuk bekerja lebih baik.
“Bulan Ramadan telah menempa kita menjadi pribadi yang taat dan disiplin. Sekarang waktunya menerapkan hasil tempaan tersebut dalam aktivitas pemerintahan dengan meningkatkan kinerja, kedisiplinan, serta menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah,” ujar Asmar.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai ASN, disiplin adalah harga mati yang harus ditegakkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Momentum apel ini juga dijadikan sebagai pengingat bersama akan tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat, terlebih setelah menikmati libur yang cukup panjang.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap, kehadiran dan kesiapan para ASN dan pegawai lainnya di hari pertama ini bisa menjadi awal yang positif dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan. Dengan semangat baru, pelayanan yang optimal, dan etos kerja yang lebih baik. (R-01)

