Bengkalis dan Siak Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, Kepulauan Meranti Menyusul

Meski sejumlah wilayah di Riau diguyur hujan, namun saat ini beberapa daerah di Riau sedang dilanda kebakaran hutan dan lahan (Kathutla). Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Meski sejumlah wilayah di Riau diguyur hujan, namun saat ini beberapa daerah di Riau sedang dilanda kebakaran hutan dan lahan (Kathutla).
Bahkan hingga saat ini sudah ada dua daerah, yakni Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis yang menetapkan status siaga darurat Kathutla.
"Iya, sudah ada dua daerah, dan akan menyusul satu lagi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat ini sedang proses pengusulan penetapan status," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, Rabu (26/2/2025).
Edy Afrizal mengatakan, penetapan status tersebut karena dua daerah ini memang cukup luas lahan yang terbakar. Bahkan kabupaten Bengkalis menduduki peringkat pertama.
Berdasarkan data yang dirilis BPBD Riau, sejak awal Januari hingga akhir Februari ini, total luas lahan terbakar di Bengkalis mencapai 27,2 hektar. Sedangkan Siak 7,9 hektar.
Edy mengungkapkan, dengan sudah adanya dua daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat Kathutla tersebut, maka saat ini pihaknya sedang mengkaji untuk menetapkan status yang sama tingkat provinsi Riau.
"Dengan sudah adanya dua daerah menetapkan status siaga Karhutla, maka provinsi sudah bisa menetapkan status yang sama," katanya.
Mengingat kondisi cuaca di Riau saat ini yang mulai beralih dari musim hujan ke musim kemarau, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Karena hal tersebut dapat memicu terjadinya Karhutla.
"Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut dapat menyebabkan Karhutla," katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala bara apinya. Apalagi saat berada di kebun, tanah kosong atau di hutan.
"Yang hobi mancing ikan juga, kan biasa ada yang buat api untuk bakar-bakar ikan atau api unggun, itu juga harus hati-hati. Pastikan apinya dipadamkan sampai padam semua baru ditinggal pulang, jangan ditinggal begitu saja, itu bisa juga berpotensi terjadinya kebakaran lahan," katanya.(R-03)