SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      21/07/2026  ❘  07:29 WIB
    • Kecelakaan Kerja, Manajemen PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam, Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      Kecelakaan Kerja, Manajemen PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam, Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      20/07/2026  ❘  22:39 WIB
    • Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      20/07/2026  ❘  19:26 WIB
    • Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      20/07/2026  ❘  19:12 WIB
  • Nasional
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
  • Ekonomi
    • BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      20/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      20/07/2026  ❘  18:29 WIB
    • Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      20/07/2026  ❘  18:18 WIB
    • Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      20/07/2026  ❘  13:13 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
    • Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      20/07/2026  ❘  13:07 WIB
    • Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      20/07/2026  ❘  12:21 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      21/07/2026  ❘  06:34 WIB
    • Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      20/07/2026  ❘  20:48 WIB
    • Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      20/07/2026  ❘  18:37 WIB
    • Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      20/07/2026  ❘  17:46 WIB
  • Sport
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
    • Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      20/07/2026  ❘  07:57 WIB
    • Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      20/07/2026  ❘  06:37 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Penggemukan Sapi BUMD Meranti Berhenti Beroperasi dan Terbengkalai,  Sisanya Dimitrakan ke Peternak Lokal

27/01/2025  ❘  16:16 WIB • Riau
Bagikan :
Penggemukan Sapi BUMD Meranti Berhenti Beroperasi dan Terbengkalai,  Sisanya Dimitrakan ke Peternak Lokal

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Meranti (Perseroda), yang terletak di Jalan Pelajar, Dusun 1 Dorak, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Farm pengelolaan sapi milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Meranti (Perseroda), yang terletak di Jalan Pelajar, Dusun 1 Dorak, Desa Banglas, Kecamatan Tebingtinggi, kini hanya menyisakan cerita. Sepintas, lokasi yang dulu digadang-gadang menjadi pusat penggemukan sapi ini terlihat sepi dan terbengkalai, bahkan terkesan angker karena ditinggalkan tanpa aktivitas.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa tidak ada kegiatan yang berlangsung. Bangunan yang pernah menjadi pusat penggemukan sapi kini tertutup oleh rumput liar yang tumbuh tanpa kendali. Jejak-jejak yang diharapkan kejayaannya seakan memudar di bawah bayang-bayang waktu.

Bangunan ini awalnya dibangun dengan nilai hampir Rp 1 miliar dan koor bisnis BUMD yang satu ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi lokal, terutama menjelang Idul Adha. Dengan kapasitas 150 ekor sapi, tempat ini pernah menjadi harapan besar. Namun, realita berkata lain. Penjualan sapi hasil penggemukan tidak mencapai target, hanya laku kurang dari 50 persen, sehingga menyisakan persoalan finansial yang membebani BUMD.

Kini, kondisi farm tersebut menjadi sorotan masyarakat. Tidak sedikit yang mempertanyakan kelanjutan pengelolaan aset daerah ini dan apakah ada upaya untuk menghidupkannya kembali. Tempat yang pernah menjadi simbol harapan ekonomi lokal kini menjadi saksi bisu atas tantangan dalam pengelolaan bisnis berbasis daerah.

Warga berharap pemerintah daerah dan BUMD dapat mengevaluasi kembali pengelolaan aset ini agar tidak hanya menjadi investasi sia-sia, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Meranti.

Direktur BUMD PT Bumi Meranti, Budiman, saat dikonfirmasi mengakui jika bisnis penggemukan sapi di tempat tersebut, telah dihentikan sejak Agustus tahun lalu. Program ini, yang awalnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di daerah, kini bergeser ke pola kemitraan dengan peternak lokal. Kondisi ini mencerminkan ketidakmampuan pihak BUMD dalam menjalankan bisnisnya

Budiman menjelaskan bahwa dari total 150 ekor sapi yang digemukkan, hanya 47 ekor yang berhasil terjual. Sebanyak 2 ekor sapi diberikan sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Bupati untuk acara Kenduri Sekampung dalam rangka HUT ke-16 Kabupaten Kepulauan Meranti. Sayangnya, 3 ekor sapi mati karena sakit selama proses penggemukan.

Sisa sapi yang tidak terjual, berjumlah 98 ekor, kemudian dimitrakan kepada peternak di delapan lokasi berbeda di Kecamatan Tebingtinggi, Tebingtinggi Barat, dan Rangsang Barat. Namun, jumlah tersebut kembali berkurang karena 3 ekor sapi dilaporkan mati di tempat mitra.

 

Budiman menjelaskan bahwa keputusan untuk menerapkan pola kemitraan ini telah melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan sesuai dengan rencana awal bisnis BUMD, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2017.

"Jadi koor bisnis penggemukan sapi kita di tempat itu sudah tidak jalan lagi, untuk itu sapi dari sisa penjualan kita titipkan kepada mitra untuk dilakukan pemeliharaan. Keputusan untuk memitrakan sisa sapi ini didasarkan pada survei dan seleksi ketat yang melibatkan Dinas Peternakan, dokter hewan, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Mitra peternak yang dipilih harus memenuhi kriteria tertentu, termasuk kemampuan memelihara sapi sesuai standar," ujar Budiman, Senin (27/1/2025).

Dalam skema kemitraan ini, jumlah sapi yang diterima oleh setiap peternak disesuaikan dengan kapasitas dan kesanggupan mereka. Semua biaya operasional selama pemeliharaan ditanggung sepenuhnya oleh mitra. Sedangkan keuntungan dari hasil penjualan sapi akan dibagi dua antara BUMD dan mitra.

"Skema ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mitra mendapatkan peluang ekonomi, sementara BUMD tetap menjalankan misinya untuk memberdayakan masyarakat," tambahnya.

Budiman berharap pola kemitraan ini dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam bisnis penggemukan sapi di masa mendatang.

BUMD Sebut Perencanaan Bisnis Terganjal Penyertaan Modal yang Dikurangi

Direktur BUMD PT Bumi Meranti, Budiman, secara terbuka mengakui bahwa pihaknya tidak dapat menjalankan bisnis sesuai dengan rencana awal yang telah disusun. Ia menyebut bahwa naskah akademis dan kajian awal yang mendasari rencana bisnis ternyata tidak dapat diterapkan sepenuhnya karena perubahan besar dalam alokasi penyertaan modal dari pemerintah daerah.

Awalnya, di bawah kepemimpinan Bupati nonaktif Muhammad Adil, direncanakan penyertaan modal sebesar Rp 15 miliar untuk BUMD. Dana tersebut akan dialokasikan untuk dua lini bisnis, yakni pengadaan eskavator sebesar Rp 10 miliar dan penggemukan sapi sebesar Rp 5 miliar. Namun, setelah Muhammad Adil terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada April 2023, rencana tersebut mengalami evaluasi besar-besaran.

"Setelah OTT itu, penyertaan modal dievaluasi karena kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan. Akhirnya hanya diakomodir Rp 5 miliar untuk penggemukan sapi, sementara rencana awal kami telah dirancang untuk mendukung modal sebesar Rp 15 miliar," jelas Budiman.

Dengan pengurangan modal tersebut, BUMD harus melakukan revisi rencana kerja dan anggaran. Budiman mengungkapkan kebingungannya dalam mengelola modal yang jauh lebih kecil dari rencana awal, terutama mengingat tingginya biaya operasional.

 

"Kondisi ini tidak seperti rencana awal yang telah kita susun sebelumnya yang awalnya ada penyertaan modal Rp 15 miliar jadi Rp 5 miliar, sehingga kita dipaksakan untuk membuat RKP baru. Saya jadi bingung karena sudah ada kandang senilai Rp 1 miliar tinggal sisa Rp 4 miliar untuk pembelian sapi, dimana disana sudah ada biaya operasional yang sangat tinggi seperti bayar gaji karyawan dan pembelian rumput untuk pakan bahkan kami sempat berhutang untuk menutup biaya operasional," ungkapnya.

Selain itu, Budiman juga menyebut bahwa biaya operasional dalam bisnis penggemukan sapi tidaklah kecil. Dengan sumber daya yang terbatas, BUMD harus membuat strategi baru yang lebih realistis, namun tetap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Menurut Budiman, perubahan drastis dalam perencanaan membuat pihaknya harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri. Namun, ia menekankan bahwa kondisi tersebut menuntut adanya dukungan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

"Dengan segala keterbatasan ini, kami berharap adanya kerja sama yang baik untuk memastikan program yang dijalankan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Meski tidak sesuai harapan awal, kami akan terus berupaya mencari solusi terbaik," tukasnya.

Budiman juga membeberkan beberapa kendala yang dihadapi dalam usaha penggemukan sapi ini. Salah satu kendala utama adalah masa penggemukan yang tidak cukup karena keterlambatan penyertaan modal. 

Segala hal yang termasuk dalam bisnis penggemukan sapi dan semuanya diatur dalam standar tata cara penggemukan. Dimana waktu efektif proses penggemukan baru 2 bulan dan proses pemulihan 1 bulan, sehingga menurutnya itu tidak cukup waktunya.

"Masa penggemukan yang ideal seharusnya 6 bulan, namun saat itu baru berjalan 3 bulan sejak sapi tiba dimana satu bulannya merupakan masa pemulihan, hal itu dikarenakan penyertaan modal yang agak lambat, sehingga ini tidak cukup maksimal. Selain itu saya jujur ada kelemahan di internal untuk pengelolaan tapi ini PR kita," jelasnya.

Selain itu, faktor geografis dan pakan juga menjadi tantangan dalam pengelolaan penggemukan sapi jenis Ongol ini. 

 

Dari sisi bisnis, penjualan sapi milik BUMD juga menghadapi persaingan ketat. Masyarakat cenderung lebih memilih sapi Bali ketimbang sapi jenis Ongol. 

"Saat ini sapi bebas masuk ke Kepulauan Meranti, permintaan sapi Bali lebih tinggi di masyarakat, sementara sapi jenis Ongol kurang diminati,

Direktur BUMD PT Bumi Meranti itu juga membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam usaha penggemukan sapi jenis Ongol yang sempat dijalankan perusahaan. Salah satu kendala utama adalah keterlambatan penyertaan modal yang memengaruhi masa penggemukan sapi sehingga hasilnya tidak maksimal.

Menurut Budiman, bisnis penggemukan sapi membutuhkan proses yang terstandar. Masa penggemukan idealnya berlangsung selama enam bulan untuk mencapai berat optimal. Namun, waktu efektif penggemukan hanya berjalan selama dua bulan, dengan satu bulan sebelumnya dialokasikan untuk masa pemulihan setelah sapi tiba.

"Penyertaan modal yang terlambat membuat kami hanya memiliki waktu tiga bulan sejak sapi tiba, dengan satu bulan untuk pemulihan. Idealnya, masa penggemukan itu harus enam bulan agar hasilnya maksimal. Selain itu, saya juga jujur mengakui ada kelemahan di internal dalam pengelolaan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami ke depannya," ujar Budiman.

Budiman juga menjelaskan tantangan geografis di Kabupaten Kepulauan Meranti yang turut memengaruhi usaha penggemukan sapi. Faktor ini berdampak pada distribusi pakan dan pengelolaan sapi jenis Ongol yang membutuhkan perawatan khusus.

Selain itu, ketersediaan pakan menjadi isu penting. "Pengelolaan sapi jenis Ongol ini cukup menantang, terutama dari sisi geografis dan suplai pakan yang harus terus tersedia," tambahnya.

Dari sisi pemasaran, BUMD juga menghadapi persaingan ketat dengan sapi Bali yang lebih diminati oleh masyarakat setempat.

"Saat ini, sapi jenis Ongol kurang diminati masyarakat, sementara permintaan terhadap sapi Bali jauh lebih tinggi. Kondisi ini membuat penjualan sapi Ongol kami cukup sulit," ungkap Budiman.

Ketika ditanya mengapa memilih jenis sapi Ongol meskipun menghadapi kesulitan pemasaran, Budiman menjelaskan bahwa keputusan tersebut berdasarkan masukan dari Dinas Peternakan.

 

"Pemilihan sapi Ongol dilakukan berdasarkan rekomendasi Dinas Peternakan, dengan harapan dapat memberikan hasil yang baik. Namun, tantangan di lapangan ternyata berbeda," jelasnya.

Penyertaan Modal Rp 5 Miliar, Keuntungan Minim, Modal Tak Kembali Utuh

Alih-alih harus memikirkan keuntungan sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD dan mendukung berbagai program pembangunan daerah karena mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah daerah, Direktur BUMD malah tidak bicara untung dan justru menghadapi kenyataan bahwa modal penyertaan sebesar Rp 5 miliar dari pemerintah daerah tidak kembali seperti semula.

BUMD awalnya diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap PAD sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah. Namun, realisasi bisnis jauh dari ekspektasi.

Sorotan publik terhadap pengelolaan BUMD ini pun semakin tajam. Banyak pihak berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap strategi bisnis BUMD agar modal dari pemerintah dapat digunakan secara efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat

Direktur BUMD, Budiman, mengungkapkan bahwa dari 150 ekor sapi yang diusahakan dalam program penggemukan, hanya 49 ekor yang berhasil terjual dengan harga Rp 16,5 juta per ekor. Jika dikalkulasikan, total pendapatan dari penjualan ini mencapai Rp 775,5 juta.

Sementara itu, sisa sapi sebanyak 95 ekor telah dimitrakan ke peternak lokal. Jika seluruh sapi yang tersisa dijual dengan harga yang sama, estimasi pendapatan mencapai Rp 1,567 miliar. Namun, berdasarkan skema kemitraan, hasil penjualan harus dibagi dua antara BUMD dan mitra, sehingga BUMD hanya akan memperoleh Rp 783,75 juta.

Dengan demikian, total pendapatan yang berhasil dihimpun BUMD dari penjualan sapi dan hasil kemitraan hanya Rp 1,559 miliar. Jumlah ini jauh dari modal awal yang diberikan pemerintah daerah, menyisakan defisit sebesar Rp 3,44 miliar.

"Modal yang kami dapatkan sebesar Rp 5 miliar, tetapi dari kalkulasi saat ini jelas terlihat bahwa modal tersebut belum bisa kembali sepenuhnya, apalagi untuk memberikan keuntungan yang signifikan kepada PAD,"  jelas Budiman.

 

Terakhir, Direktur BUMD PT Bumi Meranti itu memberikan klarifikasi terkait polemik kerugian yang dialami usaha penggemukan sapi di bawah naungan BUMD. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas sebagai direksi, sementara kebijakan besar, termasuk arah bisnis, sangat dipengaruhi oleh keputusan kepala daerah.

"Kami hanya direksi yang menjalankan bisnis, sementara semua keputusan strategis ditentukan oleh bupati. Kalau ada yang menyalahkan kami, selagi kami tidak menyalahgunakan wewenang dan menjalankan proses sesuai mekanisme, maka tidak ada masalah. Terlepas pertanyaan soal kenapa profit margin tidak tercapai," ujar Budiman.

Setelah proyek penggemukan sapi dinyatakan gagal, BUMD berencana mengalihkan fokus bisnisnya. Lokasi tempat penggemukan sapi yang kini terbengkalai akan dialihfungsikan menjadi gudang untuk bisnis bahan bangunan.

Budiman menjelaskan bahwa modal untuk bisnis baru ini diharapkan berasal dari Participating Interest (PI) 10% yang diterima Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai daerah penghasil minyak dan gas (migas). Dengan rencana ini, BUMD berharap dapat memulai babak baru yang lebih menguntungkan.

"Kami akan mengalihkan lokasi penggemukan sapi menjadi gudang bahan bangunan. Untuk modal, kami berharap dari Participating Interest 10% yang memang menjadi hak daerah penghasil migas. Semoga ini menjadi langkah baru yang lebih produktif bagi BUMD," tambahnya.

Budiman mengakui bahwa pengalaman dalam bisnis penggemukan sapi menjadi pelajaran berharga, terutama dalam memahami tantangan operasional dan kebijakan. Ke depan, ia berharap agar BUMD dapat bergerak lebih mandiri dengan rencana bisnis yang lebih matang, tanpa terlalu banyak intervensi yang dapat memengaruhi arah perusahaan.

"Kami berharap bisa lebih fokus ke bisnis-bisnis yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan daerah, tentunya dengan dukungan penuh dari semua pihak," pungkasnya. (R-01).

Editor: Raya Desmawanto
Tags :BUMDPenggemukan SapiKepulauan MerantiBerhenti Beroperasisabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Permasalahan Sampah Belum Juga Tuntas, DLHK Kota Pekanbaru Minta Vendor Turunkan Alat Berat

    Permasalahan Sampah Belum Juga Tuntas, DLHK Kota Pekanbaru Minta Vendor Turunkan Alat Berat

    Riau •
    27/01/2025 ❘ 14:10 WIB
  • Isra Mi

    Isra Mi'raj: Sejarah Singkat, Makna dan Cara Peringatan

    Umum •
    27/01/2025 ❘ 12:47 WIB
  • Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Didakwa Atas Tuduhan

    Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Didakwa Atas Tuduhan 'Pimpin' Pemberontakan

    Internasional •
    26/01/2025 ❘ 21:41 WIB
  • Inilah Daftar HP China yang Laku Keras di Pasar Indonesia

    Inilah Daftar HP China yang Laku Keras di Pasar Indonesia

    Umum •
    26/01/2025 ❘ 17:34 WIB
  • Peredaran Uang Palsu Senilai Rp3,6 Juta di Mandau Berhasil Diungkap, Satu Tersangka Diamankan

    Peredaran Uang Palsu Senilai Rp3,6 Juta di Mandau Berhasil Diungkap, Satu Tersangka Diamankan

    Hukrim •
    26/01/2025 ❘ 16:26 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan