SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
  • Nasional
    • Koalisi Tolak Revisi Tambal Sulam Undang-Undang Kehutanan, Singgung Motif Komersialisasi Hutan

      Koalisi Tolak Revisi Tambal Sulam Undang-Undang Kehutanan, Singgung Motif Komersialisasi Hutan

      04/06/2026  ❘  22:49 WIB
    • Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai di Kantor Imigrasi Daerah

      Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai di Kantor Imigrasi Daerah

      04/06/2026  ❘  22:09 WIB
    • Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      04/06/2026  ❘  19:03 WIB
  • Ekonomi
    • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      04/06/2026  ❘  18:53 WIB
    • Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      04/06/2026  ❘  18:42 WIB
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Koper Misterius di Hotel Inhu Ternyata Berisi 19 Ribu Ekstasi dan 8 Kg Sabu

      Koper Misterius di Hotel Inhu Ternyata Berisi 19 Ribu Ekstasi dan 8 Kg Sabu

      05/06/2026  ❘  07:13 WIB
    • Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      04/06/2026  ❘  20:22 WIB
    • Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      04/06/2026  ❘  19:54 WIB
    • Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      04/06/2026  ❘  19:22 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

      Rupiah Melemah, Rakyat Sengsara: PD KAMMI Pekanbaru Tagih Tindakan Nyata Bank Indonesia

      04/06/2026  ❘  22:51 WIB
    • Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      04/06/2026  ❘  21:08 WIB
    • Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      04/06/2026  ❘  20:33 WIB
    • RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      04/06/2026  ❘  20:25 WIB
  • Sport
    • Spanyol Sudah Menggempur, Irak Tetap Berdiri! La Roja Dipaksa Gigit Jari

      Spanyol Sudah Menggempur, Irak Tetap Berdiri! La Roja Dipaksa Gigit Jari

      05/06/2026  ❘  07:06 WIB
    • Mbappe Sudah Menyerang Habis-Habisan, Prancis Tetap Dipukul Pantai Gading

      Mbappe Sudah Menyerang Habis-Habisan, Prancis Tetap Dipukul Pantai Gading

      05/06/2026  ❘  06:51 WIB
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Ribuan 'Siswa Siluman' Masuk Pakai 'Jalur Langit' ke SMA/SMK Negeri di Pekanbaru Bikin Heboh Netizen: Pak Prabowo Tolong Ini Diusut!

30/10/2024  ❘  08:45 WIB • Hukrim
Bagikan :
Ribuan

Tren tahunan masuknya ribuan siswa ke SMA/SMK Negeri di Kota Pekanbaru tanpa melalui proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online membuat netizen geram. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Tren tahunan masuknya ribuan siswa ke SMA/SMK Negeri di Kota Pekanbaru tanpa melalui proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online membuat netizen geram. Para siswa non PPDB yang populer disebut 'siswa siluman' itu diduga bisa diterima dengan memakai 'jalur langit'.

Komentar netizen membanjiri postingan di akun TikTok media siber SabangMerauke News setelah berita siswa siluman diterbitkan beberapa hari lalu. Para netizen bersuara kritis meminta masalah ini diusut tuntas karena sarat nuansa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Netizen juga mendesak agar sistem penerimaan siswa baru sekolah negeri dikembalikan seperti era sebelumnya. Penerimaan lewat sistem zonasi dinilai tak beres dan sarat permainan. Mereka meminta agar seleksi calon siswa dilakukan berdasarkan nilai ujian.

Bahkan, netizen juga meminta agar Presiden Prabowo Subianto memerintahkan masalah ini diusut tuntas. Mereka turut men-tag akun Gerindra yang saat ini disebut ampuh sebagai sarana kanal pengaduan masyarakat.

Apalagi ternyata patgulipat dalam penerimaan siswa baru sekolah negeri tak hanya terjadi di Riau, namun juga di sejumlah provinsi dan daerah lain di Indonesia.

"@gerindra, tolong min diusut," demikian reaksi netizen Rigxxx.

"Pak Prabowo, apa bisa diusut ini. Karena saya korban dari ini. Jarak dari rumah dekat, tapi gak masuk," harap Aanxxx.

Para netizen menyebut praktik siswa siluman ini sudah lama berlangsung sejak sistem zonasi diberlakukan. Bahkan disebut-sebut ada pemasangan tarif masuk siswa non PPDB mencapai jutaan rupiah dengan dalih beli bangku siswa.

Netizen juga mendesak agar Pemprov Riau segera melakukan introspeksi dalam PPDB Online untuk SMA/SMK Negeri. Bahkan, ada yang mengajak untuk demo di kantor Gubernur Riau.

"Harusnya kita rame-rame orasi di depan gedung kantor Gubernur," ajak akun K2wxxx.

Berikut beberapa komentar netizen yang dicuplik dari akun TikTok media ini:

"Ada nuansa setoran untuk siswa siluman," komentar Gempxxx.

"Di semua kota min. Bukan di Pekanbaru aja. Silakan yang berwenang cek and ricek ke sekolah favorit," tulis Yauxxx.

"Memang dari dulu seperti ini, bahkan ada sampai 15 juta per kepala bagi sekolah favorite," komentar Rajxxx.

"Weh betul sekali ini. Awal sekolah anak saya bilang teman dalam kelas cuma 30, beberapa bulan berjalan jadi 40, sesak udah kayak susun sarden katanya," keluh R4xxx.

"Tolong pihak terkait, kalau memang ada unsur KKN di sekolah negeri dibantu diamankan agar ada keadilan," tulis Prixxx.

"Anak saya nilai tinggi, pas zonasi anak saya gak masuk. Mau gak mau terpaksa masuk belakang, dia tetap mau sekolah di situ juga. Tolong pak jangan dipersulit, bentar lagi mau tahun depan  tamat masuk SMA, apakah tetap terjadi lagi?" komentar Wilxxx.

"Pas daftar PPDB, data di online gak gerak-gerak selama seminggu sampai pendaftaran ditutup, gak jelas," tulis Julxxx.

"Udah biasa, makanya hilangkan zonasi, masuk berdasarkan nilai," usul Thexxx.

"Apa itu pakta integritas? Kalau duit dah bicara selesai semua urusan," komentar Orgxxx.

"Pakta integritas biasanya cuma buat kelengkapan dokumen," komentar Kawxxx.

"Pak Menteri baru, waktu dan tempat dipersilahkan," tulis Kawxxx.

"Yang diseleksi cuan, bukan IQ. Dari segi mana negara kita terlihat," gerutu Cikxxx.

"Terapkan seperti dulu lagi. Pakai NEM untuk masuk negeri," usul  Usexxx.

"Terus mau diapain kira-kira. Karena tiap tahun ajaran loh. Kasihan sekali orangtua wali murid. Salah satunya saya juga korban. Dengan dalih dari guru alasan mereka beli bangku," komentar Iwaxxx.

"Saya aja dulu beli kursi 8 jt. Gak usah kaget, udah jadi bisnis di sekolahan," komentar Gaixxx.

"Jual beli kursi itu real ada," tulis Vhixxx.

 

"Anakku juga gak lolos zonasi. Cumz nerima 88  padahal lebih 120an kursi, ternyata jalur langit. Jual beli kursi," komentar Youxxx.

"Tidak tembus jalur zonasi, ditebus jalur donasi," sindir Sanxxx.

"Ini fakta yang terjadi. Tiba-tiba bulan 10 awal nambah satu kelas. Kok bisa? Per orang bayar berapa tu bangku?" komentar Juaxxx.

"Kabid SMA diganti, tak ada lagi bisik-bisik kecurangan ke kepala sekolah mencari setoran," komentar Dasxxx.

"Mau jadi apa dunia pendidikan ini," miris Yenxxx.

"@gerindra, tolong min diusut," harap Rigxxx.

"Namanya juga RIAU. Rusak Iman Akibat Uang," kritik Feryxxx.

"Dengan uang yang banyak, sekuat-kuatnya iman Kepsek akhirnya runtuh juga," komentar Boexxx.

"Sekarang lapor ke kejaksaan cepat tangkap, jangan KPK mentok lagi nanti. Ini perintah," komentat Rizxxx.

"Hampir di setiap sekolah. Apalagi di sekolah favorit, ngak heran. Tapi tak pernah ditindaklanjuti, hanya diberitakan saja," kritik Yudxxx.

"Usut tuntas semua kasus besar ini. Pecat semua yang terlibat dan masukkan ke penjara  supaya ada kepastian hukum dan efek jera," pinta Syaxxx.

"Bukan jalur langit, itu namanya jalur korupsi," komentar Kanxxx.

"Ngak sekolah negeri biasa, ngak sekolah negeri berbasis agama, sama saja. Bahkan yang berbasis agama lebih parah uang-uangnya," komentar Diaxxx.

"Inilah Pekanbaru bobrok akibat zonasi. Peraturan apa itu. Yang ada pada kerjasama kesempatan dalam kesempitan akhirnya bisa masuk lewat jalur langit, miris," komentar Rbrxxx.

"Masuk lewat jalur amplop," komentar Caaxxx.

"Usut kasusnya pihak yang berwajib. Siapa dalang semua kecurangan ini. Sekalian kita tahu apakah penegak hukum itu bekerja sesuai sumpahnya," kritik Calxxx.

"Pak Prabowo, apa bisa diusut ini. Karena saya korban dari ini. Jarak dari rumah dekat, tapi gak masuk," harap Aanxxx.

Percuma Ada Pakta Integritas

Diwartakan sebelumnya, sebanyak 1.213 siswa diduga telah diterima masuk ke SMA/SMK Negeri di Pekanbaru tanpa melalui mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2024. Diduga 'siswa siluman' itu bisa mendapat kursi karena memakai 'jalur langit' yang informasinya sangat terbatas, memicu diskriminasi dan dugaan adanya transaksi serta intervensi. 

Diterimanya ribuan siswa tanpa melalui PPDB Online memicu pertanyaan tentang manfaat ditandatanganinya Pakta Integritas oleh sejumlah stakeholder pemerintah pada Selasa, 19 Juni 2024 lalu. Pakta Integritas itu semula diklaim sebagai kesungguhan pemerintah dalam melakukan PPDB Online secara akuntabel, transparan serta adil. 

Praktisi hukum, Yogi Ramadhan Dwiputra SH, MH menyayangkan adanya laporan penerimaan siswa diluar PPDB Online. Seharusnya, penerimaan siswa baru dilakukan secara transparan, apalagi sudah ada Pakta Integritas yang ditandatangani para pihak. 

"Harusnya Dinas Pendidikan menjadi contoh, leading by example. Untuk apa dibuat acara penandatanganan Pakta Integritas yang melibatkan banyak orang, kalau toh dalam pelaksanaannya tidak seperti yang diikrarkan dalam Pakta Integritas itu?" kata Yogi Ramadhan, Senin (28/10/2024). 

Menurutnya, penerimaan siswa baru lewat PPDB Online menelan biaya yang besar dan dianggarkan lewat Bantuan Operasional Sekolah (BOS). PPDB Online dilaksanakan oleh perangkat yang lengkap, mulai dari Ketua PPDB Online tingkat provinsi beserta tim dan juga Ketua PPDB Online di tingkat sekolah. 

"Ini adalah masalah besar. Kepentingan siapa yang dijaga? Kepentingan satuan pendidikan atau Dinas Pendidikan?" kritik Yogi. 

Penandatanganan Pakta Integritas dalam PPDB Online dilaksanakan di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru, Rabu (19/6/2024) lalu. Saat itu, Penjabat Gubernur Riau SF Hariyanto ikut hadir dan menandatangani dokumen Pakta Integritas pada spanduk berukuran besar. 

Penandatanganan Pakta Integritas PPDB Online 2024 diklaim sebagai komitmen Pemprov Riau agar pelaksanaan PPBD tahun 2024 dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, jujur, adil dan bertanggung jawab.

Dalam pidatonya saat penandatanganan Pakta Integritas tersebut, Pj Gubernur Riau saat masih dijabat SF Hariyanto mengultimatum tidak ada lagi kecurangan dalam PPDB Online. 

“Kalau masih ada yang melanggar, kami tidak tahu lagi harus bagaimana. Dengan pakta integritas ini kami buktikan bahwa tidak ada yang bermain-main dengan proses PPDB Online," tegas Pj Gubri SF Hariyanto. 

 

"Tadi semua sudah sepakat teken pakta integritas, itu ada dari kepolisian, kejaksaan, LSM, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya. Artinya dengan diteken pakta integritas, maka kita harapkan tidak ada lagi yang bermain curang, main belakang, pungli dan uang. Kalau ada yang melakukan silahkan laporkan," tegasnya lagi. 

Ia mengklaim setiap anak yang merupakan peserta didik berhak untuk mendapat kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan berkualitas.

"Jadi semua anak punya harapan dan kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan yang layak," sebutnya. 

PPDB Jalur Langit

Diwartakan sebelumnya, ribuan siswa diduga telah diterima masuk ke SMA dan SMK Negeri milik Pemprov Riau tanpa melalui proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun 2024. Entah diterima lewat jalur apa, para siswa tersebut dapat melenggang masuk ke sekolah-sekolah negeri tersebut, ketika banyak siswa yang berjuang secara sportif namun gagal diterima dengan alasan kuota terbatas. 

Berdasarkan penelusuran SabangMerauke News pada laman Kemendikbud, diperkirakan ada sebanyak 1.213 siswa yang telah direkrut tanpa melalui PPDB Online 2024 pada SMA/SMK Negeri di Kota Pekanbaru. Jumlah tersebut setara dengan tambahan sebanyak 33 kelas belajar baru di luar penetapan lewat PPDB Online. 

PPDB Online sebenarnya merupakan satu-satunya pintu masuk bagi siswa untuk bisa diterima pada sekolah-sekolah negeri. Namun, entah bagaimana otoritas pendidikan diduga secara sepihak telah membuka celah adanya penambahan siswa di luar kuota yang telah ditetapkan. Padahal, informasi adanya penambahan siswa di luar PPDB Online ini tidak pernah disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat.

Dalam PPDB Online yang dilakukan tiap tahun, setiap sekolah sebenarnya telah mematok kuota jumlah siswa yang diterima. Ada beberapa kluster penerimaan siswa yakni kuota zonasi, prestasi akademik, prestasi non akademik, afirmasi dan kepindahan pekerjaan orangtua siswa.

Masing-masing kluster jumlahnya telah dipatok. Namun, temuan yang diperoleh ternyata di luar PPDB Online tersebut, justru diduga kuat terjadi penerimaan siswa lewat 'jalur langit'. 

Sebanyak 1.213 siswa yang diterima lewat 'jalur langit' itu didominasi oleh SMA Negeri di Kota Pekanbaru. Ada sebanyak 954 siswa 'jalur langit' yang diterima oleh SMA dan 259 siswa SMK diterima di luar jalur PPDB Online.

Para 'siswa siluman' sebanyak 1.213 orang itu merupakan akumulasi penerimaan tambahan siswa di 21 SMA/SMK di Kota Pekanbaru. 

Sementara, terdapat 6 SMA/ SMK Negeri di Pekanbaru yang tidak melakukan penambahan di luar sistem PPDB karena belum memenuhi kuota PPDB hingga batas akhir penerimaan. 

Adalah SMA Negeri 1 Kota Pekanbaru yang menjadi pemegang rekor terbanyak siswa 'jalur langit' tahun ini. SMA Negeri 1 yang dikenal sebagai sekolah favorit ini mencatatkan penambahan siswa diduga sebanyak 152 siswa.

Pada saat penerimaan PPDB, SMA Negeri 1 hanya menetapkan kuota sebanyak 285 siswa. Namun setelah penutupan sistem pendataan nasional terpadu data pokok pendidikan (Dapodik), total siswa yang tercatat menjadi 437 siswa. 

Untuk kategori SMK Negeri, pemegang rekor penambahan siswa 'jalur langit' adalah SMK Negeri 4 Kota Pekanbaru dengan tambahan sebanyak 93 siswa. Sekolah yang berada di Purwodadi Panam ini, pada saat PPDB 2024 menetapkan kuota sebanyak 534 siswa. Namun setelah Dapodik ditutup, jumlah siswanya berubah menjadi 627 siswa.

Hal menarik lainnya, berdasarkan data Kemdikbud, dari total 19 SMA Negeri di Kota Pekanbaru, ternyata masih ada 4 SMA Negeri yang belum memenuhi kuota pada saat penutupan PPDB 2024. Keempat sekolah itu semestinya masih bisa menampung sebanyak 92 siswa yang masing-masing tersebar di SMA Negeri 13, SMA Negeri 16, SMA Negeri 17 dan SMA Negeri 19.

Misalnya SMA Negeri 16 Kota Pekanbaru. Pada saat PPDB, sekolah ini menetapkan kuota sebanyak 276 siswa. Setelah tutup Dapodik, SMA Negeri 16 hanya mencatatkan 209 siswa, artinya masih terdapat kekurangan 67 siswa. 

Sementara itu, dari 8 SMK Negeri di Kota Pekanbaru, terdapat 2 sekolah SMK Negeri yang belum memenuhi kuota pada saat penutupan PPDB 2024. Hingga saat tutup dapodik, 2 sekolah tersebut, semestinya masih bisa menampung sebanyak 88 siswa yang masing-masing tersebar di SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 8 kota Pekanbaru.

Uniknya, SMK Negeri 3 yang juga masih berada di tengah Kota Pekanbaru, ternyata sepi peminat. Hal tersebut dibuktikan, tidak penuhnya kuota PPDB di sekolah tersebut. SMK Negeri 3 menetapkan kuota sebanyak 488 siswa. Setelah tutup Dapodik, SMK Negeri 3 hanya mencatatkan memerima sebanyak 473 siswa. Artinya masih terdapat kekurangan siswa sebanyak 15 siswa, dan begitu juga SMK Negeri 8 masih mempunyai bangku untuk 73 siswa. 

Terjadinya penambahan siswa di luar mekanisme PPDB Online mencapai ribuan orang ini memicu tanda tanya besar. Apakah penambahan kuota siswa bisa diutak-atik setelah berakhirnya proses PPDB Online? 

Dan jika kuota PPDB Online bisa diubah, apakah kebijakan itu hanya berlaku untuk kelompok tertentu dan akses bagi masyarakat lain ditutup? Apakah siswa 'jalur langit' hanya diberikan kepada orang-orang tertentu dan berpotensi ada transaksi dan intervensi di dalamnya? 

Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan Panitia PPDB Online 2024 telah berusaha dikonfirmasi oleh media ini. Plt Kadis Pendidikan Riau Edi Rusma Dinata tidak memberikan respon. Sejumlah kepala sekolah SMA Negeri juga sudah dimintai penjelasan, namun tak menggubris. 

Berikut data tambahan siswa SMA Negeri di Kota Pekanbaru yang diterima di luar mekanisme PPDB Online 2024:

SMA Negeri 1 Pekanbaru

Kuota PPDB: 285 siswa

Data Kemdikbud: 437 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 152 Siswa 

SMA Negeri 2 Pekanbaru

Kuota PPDB: 257 siswa

Data Kemdikbud: 389 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 114 siswa

 

SMA 3 Pekanbaru

Kuota PPDB: 383 siswa

Data Kemdikbud: 426 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 43 siswa

SMA Negeri 4 Pekanbaru 

Kuota PPDB: 345 siswa

Data Kemdikbud: 376 siswa 

Penerimaan di Luar PPDB: 31 siswa

SMA Negeri 5 Pekanbaru

Kuota PPDB: 344 siswa

Data Kemdikbud: 489 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 145 siswa

SMA Negeri 6 Pekanbaru

Kuota PPDB: 297 siswa

Data Kemdikbud: 325 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 28 siswa

SMA Negeri 7 Pekanbaru

Kuota PPDB: 237 siswa

Data Kemdikbud: 261 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 24 siswa

SMA Negeri 8 Pekanbaru

Kuota PPDB: 411 siswa

Data Kemdikbud: 487 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 76 siswa

SMA Negeri 9 Pekanbaru

Kuota PPDB: 271 siswa

Data Kemdikbud: 379 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 108 siswa

SMA Negeri 10 Pekanbaru

Kuota PPDB: 385 siswa

Data Kemdikbud: 432 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 47 siswa

SMA Negeri 11 Pekanbaru   

Kuota PPDB: 347 siswa

Data Kemdikbud: 365 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 18 siswa

SMA Negeri 12 Pekanbaru

Kuota PPDB: 412 siswa

Data Kemdikbud: 479 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 67 siswa

SMA Negeri 13 Pekanbaru   

Kuota PPDB: 204 siswa

Data Kemdikbud: 188 siswa

SMA Negeri 14 Pekanbaru

Kuota PPDB: 379 siswa

Data Kemdikbud: 429 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 50 siswa

SMA Negeri 15 Pekanbaru

Kuota PPDB: 205 siswa

Data Kemdikbud: 251 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 46 siswa

SMA Negeri 16 Pekanbaru

Kuota PPDB: 279 siswa

Data Kemdikbud: 209 siswa

SMA Negeri 17 Pekanbaru

Kuota PPDB: 210 siswa

Data Kemdikbud: 208 siswa

SMA Negeri 18 Pekanbaru

Kuota PPDB: 104 siswa

Data Kemdikbud: 109 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 5 siswa

SMA Negeri 19 Pekanbaru

Kuota PPDB: 29 siswa

Data Kemdikbud: 202 siswa

Berikut data tambahan siswa SMK Negeri di Kota Pekanbaru yang diterima di luar mekanisme PPDB Online 2024:

SMK Negeri 1 Pekanbaru

Kuota PPDB: 417 siswa

Data Kemdikbud: 428 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 11 siswa

 

SMK Negeri 2 Pekanbaru

Kuota PPDB: 824  siswa

Data Kemdikbud: 901 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 77 siswa

SMK Negeri 3 Pekanbaru

Kuota PPDB: 488 siswa

Data Kemdikbud: 473 siswa

SMK Negeri 4 Pekanbaru 

Kuota PPDB: 534  siswa

Data Kemdikbud: 627 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 93 siswa

SMK Negeri 5 Pekanbaru 

Kuota PPDB: 554 siswa

Data Kemdikbud: 591 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 37 siswa

SMK Negeri 6 Pekanbaru 

Kuota PPDB: 535 siswa

Data Kemdikbud: 543 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 8 siswa

SMK Negeri 7 Pekanbaru 

Kuota PPDB: 571 siswa

Data Kemdikbud: 604 siswa

Penerimaan di Luar PPDB: 33 siswa

SMK Negeri 8 Pekanbaru

Kuota PPDB: 288 siswa

Data Kemdikbud: 215 siswa. (R-03/KB-02) 

Editor: Raya Desmawanto
Tags :PPDB OnlineSiswa SilumanJalur LangitSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Proyek Mangkrak Payung Elektrik Masjid An Nur Riau, Cagub Nasir: Syamsuar dan SF Hariyanto Kan Dulu Satu Perahu, Kesalahan Tanggung Jawab Bersama! 

    Proyek Mangkrak Payung Elektrik Masjid An Nur Riau, Cagub Nasir: Syamsuar dan SF Hariyanto Kan Dulu Satu Perahu, Kesalahan Tanggung Jawab Bersama! 

    Politik •
    30/10/2024 ❘ 00:31 WIB
  • Debat Calon Gubernur Riau: Nasir Mengaku Diperintah Prabowo, SF Hariyanto Ikut Arahan Ustaz Abdul Somad

    Debat Calon Gubernur Riau: Nasir Mengaku Diperintah Prabowo, SF Hariyanto Ikut Arahan Ustaz Abdul Somad

    Politik •
    29/10/2024 ❘ 20:40 WIB
  • Masalah Pelik dan Prahara Hukum Menerpa 2 BUMD Minyak Bumi Milik Riau PT BSP dan PT SPR, Siapa Peduli? 

    Masalah Pelik dan Prahara Hukum Menerpa 2 BUMD Minyak Bumi Milik Riau PT BSP dan PT SPR, Siapa Peduli? 

    Hukrim •
    29/10/2024 ❘ 19:07 WIB
  • 2 Lembaga Survei Rilis Hasil Berbeda di Pilgub Riau 2024, Pemilih Cuek: Entah Mana yang Benar!

    2 Lembaga Survei Rilis Hasil Berbeda di Pilgub Riau 2024, Pemilih Cuek: Entah Mana yang Benar!

    Politik •
    28/10/2024 ❘ 22:54 WIB
  • Relawan Nasir Wardan ReNaWa Rapatkan Barisan Jelang Deklarasi 7 November Mendatang 

    Relawan Nasir Wardan ReNaWa Rapatkan Barisan Jelang Deklarasi 7 November Mendatang 

    Politik •
    28/10/2024 ❘ 14:42 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan