SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
    • Jeritan Histeris Pedagang Subuh-Subuh, Pasar Ampalu Ludes Terbakar Sampai Jadi Arang!

      Jeritan Histeris Pedagang Subuh-Subuh, Pasar Ampalu Ludes Terbakar Sampai Jadi Arang!

      02/06/2026  ❘  12:11 WIB
  • Nasional
    • Prabowo Geram ke Mitra MBG yang Brengsek: Gue Sudah Warning!

      Prabowo Geram ke Mitra MBG yang Brengsek: Gue Sudah Warning!

      04/06/2026  ❘  08:59 WIB
    • Saat Ditetapkan Tersangka, Sony Sanjaya Tulis Pesan Khusus untuk Nanik Deyang

      Saat Ditetapkan Tersangka, Sony Sanjaya Tulis Pesan Khusus untuk Nanik Deyang

      04/06/2026  ❘  08:07 WIB
    • Kabar Buruk! Produksi Minyak PHR Anjlok ke Level 131 Ribu Barel per Hari, PT Transportasi Gas Indonesia Jadi Kambing Hitam

      Kabar Buruk! Produksi Minyak PHR Anjlok ke Level 131 Ribu Barel per Hari, PT Transportasi Gas Indonesia Jadi Kambing Hitam

      04/06/2026  ❘  07:58 WIB
    • Dolar AS Menembus Rp18.000, BI Perkuat Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

      Dolar AS Menembus Rp18.000, BI Perkuat Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

      04/06/2026  ❘  07:48 WIB
  • Ekonomi
    • Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      04/06/2026  ❘  08:43 WIB
    • Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      04/06/2026  ❘  08:04 WIB
    • Dari Pakaian, Buku, Hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

      Dari Pakaian, Buku, Hingga 29.000 Pohon: PNM Perluas Makna Pemberdayaan di Masyarakat Akar Rumput

      04/06/2026  ❘  08:02 WIB
    • Perluas Pasar Komoditas Unggulan, Pemkab Kepulauan Meranti Jajaki Kerja Sama Ekspor-Impor dan Gandeng Investor Malaysia

      Perluas Pasar Komoditas Unggulan, Pemkab Kepulauan Meranti Jajaki Kerja Sama Ekspor-Impor dan Gandeng Investor Malaysia

      03/06/2026  ❘  21:39 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Ketua KNARA dan AMUK Jadi Tersangka! Bentrokan Berdarah PT SBP Buka Fakta Mengerikan

      Ketua KNARA dan AMUK Jadi Tersangka! Bentrokan Berdarah PT SBP Buka Fakta Mengerikan

      04/06/2026  ❘  09:04 WIB
    • Sempat Tersembunyi Lama, Kasus Pelecehan Seksual Anak 14 Tahun Ini Akhirnya Terkuak

      Sempat Tersembunyi Lama, Kasus Pelecehan Seksual Anak 14 Tahun Ini Akhirnya Terkuak

      04/06/2026  ❘  07:16 WIB
    • Dua Kali Lolos, Aksi Ketiga Jadi Petaka! Pembobol Alfamart Diciduk Saat Beraksi

      Dua Kali Lolos, Aksi Ketiga Jadi Petaka! Pembobol Alfamart Diciduk Saat Beraksi

      04/06/2026  ❘  07:10 WIB
    • Modus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Dkk: Kondisikan Yayasan Tertentu Dapat Dapur MBG, Terima Insentif Miliaran Rupiah Tiap Hari

      Modus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Dkk: Kondisikan Yayasan Tertentu Dapat Dapur MBG, Terima Insentif Miliaran Rupiah Tiap Hari

      03/06/2026  ❘  22:14 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      04/06/2026  ❘  07:48 WIB
    • Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      04/06/2026  ❘  07:43 WIB
    • Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      Kabar Duka dari Makkah: Jemaah Haji Asal Desa Pulau Payung Kampar Meninggal Dunia

      03/06/2026  ❘  23:16 WIB
    • Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

      Menjemput Mimpi yang Nyaris Padam, Perjuangan Menyelamatkan Pendidikan Anak-anak Suku KAT di Pelosok Kepulauan Meranti

      03/06/2026  ❘  20:23 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
    • Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      Dunia Hormati Pengorbanan Prajurit Indonesia, PBB Beri Penghargaan Tertinggi untuk Dua Penjaga Perdamaian

      30/05/2026  ❘  09:32 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Rahmadiah, Sosok Penyuluh Pertanian Penginspirasi Perubahan di Desa Sendaur untuk Tanam Padi IP 200

03/06/2024  ❘  14:52 WIB • Riau
Bagikan :
Rahmadiah, Sosok Penyuluh Pertanian Penginspirasi Perubahan di Desa Sendaur untuk Tanam Padi IP 200

Rahmadiah, seorang penyuluh pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti. Foto: SM News/ Ali Imran

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Petani di Desa Sendaur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti saat ini mencoba inisiatif baru yakni dengan melakukan tanam perdana padi IP 200 sebagai upaya meningkatkan produksi pangan daerah.

Petani di desa tersebut, selama ini hanya mengandalkan musim tanam reguler setahun sekali dengan cara tradisional dengan hasil yang belum maksimal. 

Padi IP 200 yang dirancang untuk memungkinkan dua kali musim tanam dalam setahun merupakan inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Sendaur.

Selama bertahun-tahun, para petani di desa ini hanya menanam padi sekali setahun bergantung pada musim dan metode tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. 

Lahan pertanian di Desa Sendaur sangat potensial untuk dikembangkan, dengan luas mencapai 350 hektare menjadikannya lahan pertanian terluas di Kecamatan Rangsang Pesisir, hanya saja belum tergarap maksimal. 

Potensi ini memberikan harapan besar bagi Desa Sendaur dan berada di jalur yang tepat dalam peningkatan produktivitas pertanian desa. Saat ini, untuk tahap awal percobaan, dikembangkan seluas 50 hektare lahan dengan metode tanam dua kali setahun. 

Percobaan tanam perdana padi IP 200 ini membawa harapan baru bagi masyarakat desa. Dengan penerapan metode ini, produksi padi di desa tersebut diharapkan dapat meningkat. 

Dengan dua kali musim tanam, petani bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dan kesejahteraan mereka pun meningkat.

Namun, peralihan ke metode IP 200 tidak tanpa tantangan. Para petani perlu beradaptasi dengan teknologi dan teknik baru, yang mungkin memerlukan pelatihan dan pendampingan dari ahli pertanian.

 

Pemerintah daerah dan dinas pertanian telah memberikan dukungan dengan menyediakan benih, pupuk, dan pelatihan yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan inisiatif ini.

Selain itu, faktor alam seperti curah hujan dan kualitas tanah juga menjadi pertimbangan penting. 

Langkah menuju dua kali musim tanam setahun adalah sebuah lompatan besar bagi Desa Sendaur. Jika berhasil, ini tidak hanya akan meningkatkan produksi padi tetapi juga dapat menginspirasi desa-desa lain di wilayah tersebut untuk menerapkan teknologi pertanian modern.

Inisiatif tanam perdana padi IP 200 di Desa Sendaur adalah bukti nyata bagaimana inovasi dan kerja keras dapat membawa perubahan positif. Ini adalah cerita tentang harapan, keberanian untuk berubah, dan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik adalah mungkin. Dengan semangat yang tinggi dan dukungan yang kuat, Desa Sendaur siap menulis babak baru dalam sejarah pertanian mereka.

Di balik inisiatif ini, ada sosok Rahmadiah, seorang penyuluh pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti yang berperan penting dalam perubahan ini. Ia tak henti-hentinya memberikan motivasi kepada para petani.

Rahmadiah telah menjadi pilar penting dalam transformasi ini. Dengan penuh semangat, dia mendorong para petani untuk meninggalkan metode tanam tradisional dan beralih ke metode dua kali tanam setahun.

"Kita harus berani mencoba hal baru jika ingin melihat perubahan," ujarnya saat bertemu dengan kelompok tani di sebuah pondok di tengah sawah. 

Sebagai penyuluh pertanian, Rahmadiah memahami betul tantangan yang dihadapi oleh petani. 

"Metode tradisional memang telah terbukti, tapi dengan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kita harus mencari cara untuk meningkatkan produktivitas," jelasnya.

 

Di setiap kesempatan, Rahmadiah tak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga turun langsung ke sawah, membantu petani dengan demonstrasi praktis. Ia mengajarkan teknik-teknik baru, penggunaan pupuk yang tepat, dan cara merawat tanaman padi agar menghasilkan panen yang lebih melimpah. 

"Saya ingin para petani merasakan langsung manfaat dari metode IP 200. Dengan dua kali musim tanam, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik," tambahnya.

Namun, Rahmadiah menuturkan bahwa perubahan tidak hanya soal mengubah pola pikir (mindset) para petani, namun ada kendala lainnya yang harus dihadapi. 

"Banyak kendala lain yang dihadapi, seperti modal dan peralatan. Tantangan membuat transisi ke metode baru ini tidak lah mudah, tetapi itu bukan lah sesuatu hal yang tidak mungkin," ujarnya optimistis. 

Saat ini, karena keterbatasan alat dan kondisi lahan, petani sedang terhukum oleh waktu dan dihadapkan pada kekhawatiran musim tanam reguler tiba. Untuk mengatasi masalah ini, Rahmadiah bersama petani mencoba menggunakan varietas padi Mundam yang berasal dari Pariaman. 

Varietas ini memiliki masa panen hanya 85 hari, dibandingkan dengan bibit varietas Batang Piaman yang dibantu oleh dinas dan memerlukan waktu 120 hari untuk panen. Langkah ini diharapkan dapat membantu petani mengatasi keterbatasan waktu dan meningkatkan produktivitas. 

"Dengan menggunakan varietas Mundam, kami berharap dapat mempercepat siklus tanam dan panen, sehingga memungkinkan dua kali musim tanam dalam setahun," ujar Rahmadiah.

Rahmadiah bercerita, pada awalnya dirinya bersama petani memutar otak untuk menggarap lahan yang ada untuk penanaman IP 200 karena tidak adanya alat yang mumpuni untuk mengolah lahan. 

"Selama ini petani disini sudah sangat lama tidak mendapatkan bantuan alat," ungkapnya.

 

Namun, dengan tekad kuat, Rahmadiah memanfaatkan alat berat John Deere traktor yang sudah lama rusak dan tidak terpakai.

Dengan anggaran sumbangan dari para petani, alat berat tersebut diperbaiki dan akhirnya dapat digunakan kembali. Selain itu untuk alat lainnya seperti Rice transplanter dipinjam dari para petani yang berada di desa tetangga. 

Para petani di Desa Sendaur menyampaikan keinginan mereka untuk memiliki alat pertanian yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian di desa mereka dan berharap pihak dinas pertanian dapat memberikan bantuan serupa dengan yang telah diterima oleh kelompok tani di Desa Kedabu Rapat dan Desa Bina Maju. 

"Dengan sumbangan dari petani kami berhasil mengumpulkan sejumlah uang untuk melakukan perbaikan terhadap alat yang sudah lama rusak dan beruntung masih bisa diperbaiki kembali," tuturnya. 

Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sentul Jaya, Desa Sendaur juga turut memberikan kemudahan bagi petani lain yang ingin mengolah lahan dengan metode IP 200 menggunakan mesin yang mereka pinjam tersebut. 

Adapun biaya yang disepakati untuk pemakaian mesin tersebut adalah Rp 600 ribu per jalur. Namun, Gapoktan meringankan beban petani dengan hanya meminta pembayaran awal sebesar Rp 200 ribu sebagai uang pengganti BBM, sementara sisanya dibayar setelah panen. Jika panen gagal, petani tidak perlu membayar sisa Rp 400 ribu tersebut.

"Tujuan kami adalah agar lebih banyak petani mau merubah pola budidaya mereka dari cara tugal menjadi olah tanah seperti sekarang, sehingga bisa meningkatkan hasil panen," jelas Rahmadiah. 

Rincian biaya tersebut digunakan untuk BBM, operator, biaya perbaikan, dan juga untuk kas UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alsintan) yakni unit di bawah Gapoktan yang mengawasi penggunaan alat John Deere.

Ketua Gapoktan Sentul Jaya, Desa Sendaur, Sutaji merasakan dampak positif dari motivasi yang diberikan oleh Rahmadiah. 

"Awalnya saya ragu, tapi Bu Rahmadiah selalu memberikan kami semangat dan pengetahuan. Dengan bimbingannya, kami jadi lebih percaya diri untuk mencoba metode baru ini," kata Sutaji. 

"Saya sudah bertani padi dengan cara tradisional seumur hidup saya. Meskipun cara lama ini terasa akrab dan nyaman, saya penasaran dan optimis dengan metode baru ini. Jika berhasil, ini bisa mengubah banyak hal bagi keluarga kami dan masa depan anak-anak kami," tuturnya. 

"Jika sudah berhasil menerapkan penanaman dua kali setahun, ini bisa dijadikan sebagai pekerjaan utama, bukan lagi pekerjaan sambilan," katanya dengan penuh harapan.

 

Tidak hanya memberikan motivasi, Rahmadiah juga berperan penting dalam memastikan semua persiapan teknis berjalan lancar. Dia bekerja sama dengan dinas pertanian untuk menyediakan benih unggul, pupuk, serta pelatihan yang diperlukan.

"Kami berusaha memastikan semua petani mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Alhamdulillah petani mendapatkan bibit 30 kilo untuk satu hektare," ujarnya

Dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di Desa Sendaur. 

Langkah Rahmadiah dan para petani Desa Sendaur ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kepulauan Meranti yang memiliki lahan pertanian untuk diterapkan dengan metode IP 200.

Ia percaya bahwa jika semua desa penghasil padi di Kepulauan Meranti menerapkan metode IP 200, maka daerah ini bisa mencapai swasembada beras. Hal ini bisa terwujud, mengingat jumlah kebutuhan beras untuk masyarakat Meranti mencapai 22.000 ton per tahun.

Sementara itu, luas lahan padi sawah di Meranti mencapai 3.523 hektare dan tersebar di tujuh kecamatan. Dengan jumlah produksi per hektare sebanyak 4 ton, jika panen dilakukan dua kali setahun, tentu hasil produksinya akan mencapai 28.148 ton. 

Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap upaya ini dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan di daerah tersebut.

Inisiatif tanam perdana padi IP 200 di Desa Sendaur adalah bukti nyata bagaimana satu orang dapat membuat perbedaan besar. Rahmadiah, dengan dedikasi dan semangatnya, telah menginspirasi para petani untuk berani melangkah ke depan dan memanfaatkan teknologi modern demi masa depan yang lebih cerah. 

"Perubahan memang tidak mudah, tapi saya yakin dengan kerja keras dan kerjasama, kita bisa mencapai hasil yang lebih baik," katanya dengan penuh semangat. (R-01)

Editor: Ali Imran
Tags :RahmadiahPenyuluh PertanianKepulauan MerantiPadi IP 200Sabang Merauke News

BERITA TERKAIT :

  • Bawa Wanita dari Warung, Pria Paruh Baya di Rohil Dibegal 2 Orang Tak Dikenal

    Bawa Wanita dari Warung, Pria Paruh Baya di Rohil Dibegal 2 Orang Tak Dikenal

    Hukrim •
    03/06/2024 ❘ 13:56 WIB
  • Hati-hati! KPK Monitor Suap-Pemerasan dalam Penerimaan Siswa Baru, Minta Inspektorat Bertindak

    Hati-hati! KPK Monitor Suap-Pemerasan dalam Penerimaan Siswa Baru, Minta Inspektorat Bertindak

    Hukrim •
    03/06/2024 ❘ 12:06 WIB
  • Hewan Kurban Jajaran ASN Pemprov Riau Sudah Tembus 53 Ekor

    Hewan Kurban Jajaran ASN Pemprov Riau Sudah Tembus 53 Ekor

    Riau •
    03/06/2024 ❘ 11:59 WIB
  • Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan Dengan Intensitas Ringan Hingga Lebat Hari Ini

    Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan Dengan Intensitas Ringan Hingga Lebat Hari Ini

    Riau •
    03/06/2024 ❘ 10:43 WIB
  • Tewaskan Seorang Pelajar, Pelaku Tabrak Lari di Pekanbaru Berhasil Diamankan di Inhu

    Tewaskan Seorang Pelajar, Pelaku Tabrak Lari di Pekanbaru Berhasil Diamankan di Inhu

    Hukrim •
    03/06/2024 ❘ 09:25 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan